IMM Batam Tolak Calon Anggota KPU Batam Hasil Pengumuman Timsel
Cari Berita

IMM Batam Tolak Calon Anggota KPU Batam Hasil Pengumuman Timsel

MARJIN NEWS
24 April 2018

Menurut Ryan, dari 10 nama tersebut, Timsel memasukkan nama Jernih Milayati Siregar sementara yang bersangkutan memiliki catatan yang tidak bagus saat menjadi komisioner KPU Kota Batam terhitung sejak tahun 2013. (Foto: Marjinnews Batam)
Batam, Marjinnews.com - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Batam mendapat penolakan 10 nama calon anggota KPU Batam yang lulus hasil tes wawancara dan kesehatan dan telah diumumkan oleh tim seleksi (Timsel) calon anggota KPU Kabupaten/Kota Provinsi Kepri, Minggu (22/4/2018).

Keputusan Timsel KPU Batam meloloskan 10 Nama dinilai sangat bertentangan dengan PKPU Nomor 7 pasal 5 ayat 1 yang berbunyi setiap calon KPU kota/kabupaten harus mempunyai integritas kepribadian yang jujur, kuat dan adil papar Ryan Arif Adhyatma selaku ketua IMM Kota Batam.

Menurut Ryan, dari 10 nama tersebut, Timsel memasukkan nama Jernih Milayati Siregar sementara yang bersangkutan memiliki catatan yang tidak bagus saat menjadi komisioner KPU Kota Batam terhitung sejak tahun 2013.

Melihat kembali pada saat pelaksanaan pemilu 2014, jernih bersama empat komisioner lainnya pernah diberhentikan sementara oleh KPU Provinsi Kepri, melalui surat perkara No.47/KPS/KPU-Prov-031/2014, karena dianggap gagal melaksanakan tahapan rekapitulasi penghitungan suara," ujar ketua IMM Batam tersebut.

Pada saat itu akhirnya KPU Provinsi Kepri mengambil alih proses sidang rekapitulasi penghitungan suara Kota Batam, ujar Ryan.

Sebelumnya IMM juga sudah memberitahukan perihal kasus ini kepada Timsel calon anggota KPU Kabupaten/Kota Prrovinsi Kepri, melalui tanggapan resmi namun diabaikan Timsel tegasnya.

IMM menilai Timsel sudah tidak bisa berpikir objektif, sarat dengan kepentingan sehingga melabrak aturan yang diamanahkan," katanya.

Ryan sebagai ketua IMM Batam menilai bagaimana nantinya Pemilu kelak bisa berjalan dengan baik dan benar jika penyelenggaranya tidak berintegritas. Karena orang yang jelas-jelas sudah terbukti bersalah mengubah perolehan suara masih direkomendasikan.

Kami mendesak agar KPU RI segera mengevaluasi Keputusan Timsel calon anggota KPU Kabupaten/Kota Provinsi Kepri dan membuat seleksi ulang dikarenakan kesalahan tersebut, tutup Ryan.

Laporan : Joni Marjinnews.com Batam