IKAMAYA Melaksanakan Diskusi Publik
Cari Berita

IKAMAYA Melaksanakan Diskusi Publik

MARJIN NEWS
22 April 2018

Dalam sambutannya, ketua Ikamaya Egi Mansu mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya orang Manggarai untuk membicarakan kembali terkait kebudayaan. (Foto: Marjinnews Yogyakarta)
Yogyakarta, Marjinnews.com - Ikatan Keluarga Manggarai Yogyakarta (IKAMAYA) baru saja mengadakan diskusi public yang dilaksanakan pada Sabtu 21 April 2018 lalu.

Diskusi public kali ini mengangkat tema “Kebudayaan dalam diskursus politik dan pembangunan”.

Hadir sebagai pemateri yakni Frangky Perdana dan Diwal Parera, dengan dipandu oleh Arief Laga sebagai Moderator.

Acara yang dilaksanakan di Hall Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa STPMD “APMD” ini dibuka pada pukul 11:00 siang dihadir oleh puluhan orang Manggarai, yang rata-rata merupakan mahasiswa Manggarai yang meniti pendidikan di Yogyakarta.

Dalam sambutannya, ketua Ikamaya Egi Mansu mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya orang Manggarai untuk membicarakan kembali terkait kebudayaan.

"Adua dua aspek yang dibicrakan yakni pembangunan dan politik," tandas Mansu.

Menurutnya, penting untuk mendudukkan kembali persoalan politik dan pembangunan di Manggarai, sehingga kita bisa memikirkan kembali seperti apa korelasi antara politik, pembangunan dan kebudayaan.

Sementara dalam pemaparan materi, Frangky Perdana menjelaskan soal adat dan pembangunan di Manggarai. Materi yang dipaparkannya merupakan hasil riset mengenai masyarakat adat Indeginity di Manggarai Timur beberapa waktu lalu.

Dalam penjelasannya, Frangky Perdana lebih condong ke soal kebudayaan Manggarai yang basisnya adalah tanah.

Misalkan soal Penti (upacara adat-red) yang merupakan acara syukuran saat musim panen.

Dalam narasinya, dia membicarakan kembali soal konsep tanah sebagai basis ekonomi dan politik kita sebagai orang Manggarai.

Sementara  pemateri Diwal Parera, menjelaskan bahwa adat merupakan satu kekuatan politik. Misalnya dalam konteks electoral, figur yang mencalon dalam kontestasi tersebut akan mendekatkan diri pada tokoh adat, untuk mengamankan konstituen; tandasnya.

Acara kemudian dilanjutkan ke sesi diskusi yang sangat banyak preposisi statement dan tesis yang keluar dari audience, sehingga diskusi semakin menarik.

Supratman salah satu peserta yang mengikuti diskusi itu menjelaskan soal pentingnya pembangunan berbasiskan kebudayaan kedepannya.

Suasana diskusi semakin menarik, ketika diselingi oleh penampilan dari saudari Mecil Malek yang membawahkan sebuah lagu dengan judul “Ite Manggarai”, (Kita Manggarai-red) diiringi oleh pianis Ricky Pandong yang membuat suasana kekeluargaan semakin bersemangat untuk membicarakan kembali mengenai Manggarai.

Setelah acara selingan, acara kemudian dilanjutkan.

Audience Ignasius Juru menjelaskan bahwa penting untuk memeriksa kebudayaan kita.

Menurut Juru, bisa saja ada kerentanan dalam kebudayaan yang kita jalani selama ini.

Tambahnya, bahwa penting sekali kedepannya untuk menjadikan adat sebagai satu agenda gerakan kolektif politik, ungkap peneliti Polgov UGM tersebut.

Laporan: Viki-Marjinnews Yogyakarta
Editor: Remigius Nahal