Ibu Iriana Ke Maumere, Apa Tujuannya?
Cari Berita

Ibu Iriana Ke Maumere, Apa Tujuannya?

2 April 2018

Selama lima jam pada hari Rabu (4/4/2018), istri Presiden RI, Ny. Iriana Joko Widodo, berada di Kota Maumere. Ada lima agenda kegiatan yang akan dijalani Ibu Negara selama kunjungannya (Foto: Istimewa)
Feature, marjinnews.com - Ibu negara Ny. Iriana Joko Widodo dipastikan akan berkunjung ke Maumere, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 4 April 2018 mendatang. Kedatangan istri Presiden RI Ir. Joko Widodo itu sudah mulai nampak dengan berbagai rangkaian persiapan sejak Senin 2 April 2018 pagi.

Pemastian kedatangan Ibu Iriana dengan beberapa istri para menteri dipertegas dengan kesibukan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Ny. Lusia Adinda Lebu Raya, memimpin rapat persiapan di Aula Kantor Bupati Sikka pada Senin siang.

Adapun salah satu lokasi acara Ibu Negara di Gedung Sikka Convention Centre (SCC) terletak berdampingan dengan Kantor Bupati Sikka, di Jalan Ahmad Yani, mulai dibenahi oleh tim utusan dari Jakarta. Di tempat ini akan diselenggarakan Sosialisasi Deteksi Dini Kanker pada Perempuan dan Seminar Parenting.

Apa yang akan dilakukan Ibu Negara di Maumere?
Selama lima jam pada hari Rabu (4/4/2018), istri Presiden RI, Ny. Iriana Joko Widodo, berada di Kota Maumere. Ada lima agenda kegiatan yang akan dijalani Ibu Negara selama kunjungannya.

Rombongan Ibu Negara akan tiba di Bandara Frans Seda pukul 10.00 Wita, dalam penerbangan dari Bandara Ngurah Rai-Bali.

Agenda pertama yang dijalaninya mengunjungi TK/PAUD Karya Ilahi di Kelurahan Waioti, Kecematan Alok Timur. Kemudian mengunjungi Puskesmas Beru memantau pelaksanaan deteksi dini kanker perempuan dengan iva tes.

Mengunjungi SMA Katolik Frateran sekaligus melakukan sosialisasi narkoba, kekerasan perempuan dan anak di SMA yang dinaungi Kongregasi Bunda Hati Kudus (BHK).

Selanjutnya sosialisasi deteksi dini kanker pada perempuan dan seminar Parenting di Gedung Sikka Convention Center (SCC).

Satu agenda yang tak kalah penting, yakni wawancara dengan tokoh wanita inspiratif, Tim Relawan Kemanusiaan Flores yang bergerak pada masalah kekerasan perempuan dan anak, Suster Eustochia, SSpS, Ny. Susilowati Koopman, Ketua Bank Sampah Flores, dan Shery Irawaty, pegiat usaha berbasis tenun ikat.

Ibu Negara meninggalkan Kota Maumere pukul 15.00 Wita dari Bandara Frans Seda Maumere menuju Jakarta.

Kunjungan singkat tersebut merupakan sebuah kesempatan emas untuk masyarakat NTT di Maumere bersuara soal beberapa fakta lapangan yang menjadi prioritas perhatian Ibu Negara selama kunjungan kesana. Terutama soal kekerasan terhadap perempuan dan anak yang marak terjadi di NTT dan berpuncak dengan banyaknya peti mati TKI ke wilayah itu selama beberapa waktu terakhir.

Selain persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, hal yang tidak kalah penting adalah soal tingginya angka kematian ibu dan bayi di provinsi NTT. Secara umum selama beberapa dekade terakhir, angka kematian ibu di Indonesia belum mampu ditekan.

Jumlah kematian ibu hamil dan melahirkan berdasarkan data Survei Penduduk (SP) 2010 mencapai 349 ibu per 10.000 kelahiran hidup. Sementara Survei Penduduk Antarsensus (Supas) 2015 menyebut ada sekitar 305 ibu meninggal akibat melahirkan dari setiap 100.000 kelahiran hidup.

Jika setiap tahun ada 4 juta-5 juta kelahiran, maka berdasarkan data Supas 2015 itu terdapat 12.000-15.000 kematian ibu melahirkan di Indonesia setiap tahun.

Di luar data SP 2010 dan Supas 2015, data kematian ibu melahirkan umumnya mengacu pada Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) yang sudah beberapa kali dilakukan sejak 1990-an, terakhir 2012. Berdasarkan SDKI 2012, Kematian ibu mencapai 359 orang per 100.000 kelahiran.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengakui masih tingginya angka kematian ibu melahirkan. Kondisi itu membuat Indonesia gagal mencapai target Tujuan Pembangunan Milenium (MDG). Saat MDG berakhir tahun 2015, angka kematian ibu melahirkan Indonesia ditargetkan hanya 202 per 100.000 kelahiran. (AA/MN)