Hindari Kecurigaan Publik, Kapolres Manggarai Harus Transparan Soal Peluru yang Ada di Tubuh Fredi Taruk
Cari Berita

Hindari Kecurigaan Publik, Kapolres Manggarai Harus Transparan Soal Peluru yang Ada di Tubuh Fredi Taruk

MARJIN NEWS
9 April 2018

Polres Manggarai harus bisa menerangkan kepada keluarga almarhum dan juga kepada masyarakat Manggarai tentang apakah Autopsi ini dalam rangka penyelidikan atau penyidikan dan adakah jaminan dari pihak Polres Manggarai untuk tidak menyalahgunakan peluru yang sudah dikeluarkan itu untuk kepentingan lain di luar tujuan mengungkap pelakunya menjadi sangat penting. (Foto: Istimewa)
Ruteng, Marjinnews.com - Dalam rangka menghindari kecurigaan publik soal nomor peluru dari hasil outopsi terhadap korban penembakan oleh orang tak dikenal yang menimpa almarhum Fredinandus Taruk asal Karot, Langke Rembong, Manggarai, Kapolres Manggarai diminta untuk transparan agar tidak dicurigai oleh publik untuk menghilangkan jejak barang bukti yang ada.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator TPDI Petrus Selestinus kepada Marjinnews.com Sabtu (8/4) kemarin.

"Polres Manggarai harus memberikan jaminan bahwa tidak akan terjadi manipulasi terhadap jenus dan nomor peluru yang berhasil dikeluarkan dari kepala alm. Ferdinandus Taruk demi menepis kekhawatiran publik soal kejujuran dan profesionalisme aparat," ujar Selestinus.

Selestinus menambahkan, agar masyarakat Manggarai juga diminta untuk tetap melakukan pengawasan terhadap jalannya autopsi yang saat ini sedang terjadi.

"Jaminan ini penting karena sebagian masyarakat Manggarai sudah mulai mencurigai itikad baik Polres Manggarai yang dinilai tidak serius bahkan cenderung menutip-nutupi pelaku yang diduga berasal dari oknum anggota Polres Manggarai," tukas Anggota Peradi Itu.

Untuk diketahui bahwa almarhum Ferdinandus Taruk, korban penembakam gelap di Karot, akhirnya meninggal dunia dengan peluru tetap bersarang di Kepala selama 12 hari tanpa dilakukan upaya maksimal untuk penyamatan.

Autopsi yang dilakukan saat ini harus dijelaskan kepada Keluarga almarhum Ferdinandus Taruk dan juga kepada masyarakat, apakah autopsi ini dalam tahap penyelidikan atau tahap  penyidikan dan untuk mengungkap sebab-sebab kematian dan mencari siapa pelakunya.

"Polres Manggarai harus bisa menerangkan kepada keluarga almarhun dan juga kepada masyarakat Manggarai tentang apakah Autopsi ini dalam rangka penyelidikan atau penyidikan dan adakah  jaminan dari pihak Polres Manggarai untuk tidak menyalahgunakan peluru yang sudah dikeluarkan itu untuk kepentingan lain di luar tujuan mengungkap pelakunya menjadi sangat penting, karena sejak awal masyarakt sudah mencurigai pelaku yang menembak adalah aparat Polres Manggarai karena sempat bersama-sama dengan korban di TKP." terang Selestinus.

Sebab, menurut Selestinus, jaminan keterbukaan dan akuntabilitas dalam prosea autopsi ini menjadi penting karena masyarakat masih sangsi terhadap kesungguhan, kejujuran dan itikad baik aparat Kepolisian Manggarai, terlebih-lebih terkait dengan sikap dasar polri yang dalam kasus-kasus tertentu cenderung lebih melindungi secara berlebihan nama baik korps Polri, ketimbang kepetingan rasa kedilan masyarakat dan korban kejahatan itu sendiri.

"Kekhawatiran masyarakat akan terjadi penukaran peluru hasil autopsi, disebabkan oleh adanya dugaan kuat bahwa oknum Polres Manggarai dari Babinmas sebagai pelakunya, sehingga bisa saja terjadi penyalahgunaan karena semangat melindungi korps sempat dipergunjingkan oleh masyarakat Manggarai, bahwasannya aparat penyidik Polres Manggarai dalam kasus ini bekerja atas dasar demi melindungi kepentingan dan nama baik korps. Jika demikian maka untuk kesekian kalinya masyarakat Manggarai akan diperhadapkan kepada realitas jauhnya mendapat keadilan dari Polres Manggarai ketika persoalannya menyangkut oknum anggota Polres dengan masyarakat yang menjadi korban," tandasnya.

Lanjutnya, diminta juga kepada Pemda Manggarai, masyarakat, Gereja, dan insan Pers serta para Advokat di Manggarai harus bersama-sama mengawal jalannya proses autopsi, mencatat secara jelas jenis dan momor peluru yang dikeluarkan dari kepala alm. Ferdinandus Taruk dan langsung diumumkan ciri, Jenis dan momir peluru serta meminta jaminan bahwa Penyidik akan bekerja secara pofesional dan dengan penih itikad baik," pungkas Koordinator TPDI itu.

Laporan: Oswaldus Sirno
Editor: Remigius Nahal