Gara-gara Teres, Sebuah Cerpen Karya Edo Padju

Entah apa yang aku pikirkan pada saat itu, dan entah ke mana hati nuraniku. Aku meninggalkan Ndy hanya karena melihat ada sosok seorang wa...

Entah apa yang aku pikirkan pada saat itu, dan entah ke mana hati nuraniku. Aku meninggalkan Ndy hanya karena melihat ada sosok seorang wanita yang lebih sempurna dan baik dari dia, dia adalah Teres. (Foto: Iin Corsini )
Tak ada yang abadi di dunia ini. Seiring berjalannya waktu semua pasti akan berubah. Karena harapan tidak akan selalu sesuai dengan kenyataan. Itulah yang terjadi pada diriku, selalu ada penyesalan yang menggeluti jiwaku. Selalu berharap masa lalu bisa diperbaiki dan bisa terulang kembali. 

Namaku Aldo, aku adalah alumni dari sala satu sekolah menengah di Ruteng. Sekarang aku duduk di sala satu fakultas hukum di Jakarta. Pikiranku selalu terpaku pada masa lalu, pada 3 tahun yang silam. Entah kenapa sampai saat ini aku masih belum bisa melupakan seseorang yang dulu pernah singgah dan bertahta di hatiku.

Namanya Reginadis Triniati Chorsini,aku panggil saja "Ndy". Katanya, itu panggilan masa kecilnya, tapi untungnya bukan Kendy yaa..wkwkwkw.

Aku pernah bersama dia dan berpacaran selama 1 tahun. Tapi aku dan dia tidak bisa melanjutkan hubungan itu dan aku memutuskan untuk pergi dari dia hanya karena ada wanita lain yang lebih sempurna dan lebih baik di mataku dari aku menurut dia, aku hanya memikirkan diriku sendiri dan hanya mengikuti egoku sendiri.

Tapi meskipun sikapku seperti itu dia tidak pernah membenciku, dia selalu tanya kabar ku melalui pesan dari media sosial. Tapi aku tak pernah mempedulikan semua yang dilakukannya.

“Apakah aku begitu berarti buat dia, apa dia tidak bosan denganku?” Hanya itu yang selalu menjadi pertanyaan di hatiku. Dan aku hanya menganggap setiap pesan yang dikirimnya tentang perasaan dia dan harapan dia untuk kembali bersamaku, hanya sebuah tulisan dan pesan yang tidak ada maknanya.

Entah apa yang aku pikirkan pada saat itu, dan entah ke mana hati nuraniku. Aku meninggalkan Ndy hanya karena melihat ada sosok seorang wanita yang lebih sempurna dan baik dari dia, dia adalah Teres.

Teres selalu memberiku perhatian yang lebih dan dia sangat bersikap manis kepadaku. Dan itu semua yang membuatku berpaling dari Ndy. Aku yakin dia pasti mencintaiku lebih dari Ndy. Setelah 2 minggu aku putus dari Ndy dan selama itu pula aku dekat dengan Teres. Si nona semok yang badanya layaknya petarung bebas. Memang tak seperti si Ndy..hahaha..

Saat itu teres menyatakan perasaannya kepadaku lewat sebuah pesan dari FB yang berisikan kalimat yang begitu indah. Yah,  indah, dikala jamanya cinta monyet sampai kemonyet monyetan sewaktu SMA untung tidak jadi monyet.

“Nana..momang (sayang-red)..yah panggilan mesra ala Teres, biar hatiku terpikat, ujarnya.

 "Kita sudah saling mengenal satu sama lain, dan aku ingin hubungan kita lebih dari sekedar teman, aku mau kamu jadi pacar aku dan selalu setia menemani di setiap langkahku".

"Ah..Teres, Teres.. kamu pikir aku sandal jepit..? Huuft.

Pesan itulah yang membuatku tidak bisa menjauh dari si nona Teres tersebut, dan aku langsung menerima nya untuk menjadi pendamping di setiap langkahku dan juga hidupku.

Dia sering menemaniku di kelas saat jam istirahat, dan kebetulan kami satu kelas.sangat bahagia, di setiap hari-hariku selalu ada seseorang yang selalu menemaniku. Kebahagiaan itu semuanya hanya aku rasakan selama 3 bulan, semenjak itu sikap teres sudah sangat berubah, dia yang biasanya sering menemaniku di kelas, kini tiada lagi. Dia lebih sering bersama teman-temannya dan bahkan tidak lagi pernah menemuiku, dia yang biasanya juga selalu menanyakan kabarku, kini sudah tidak ada lagi.

Aku hanya bisa terdiam dengan semua yang terjadi dan tidak tahu harus bagaimana lagi, tiba-tiba hpku bergetar ada sebuah pesan dari Teres, aku sangat bahagia. Tapi isi dari pesan itu. “Maafkan aku Do. Aku sudah tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kita. Bukan karena ada yang lain, aku hanya ingin sendiri. Maaf.”

Dan aku tahu ini adalah pesan terakhir dari teres. Setelah membacanya duniaku terasa gelap dan hatiku sangat hancur dan kecewa. Kenapa ini semuanya terjadi, aku yang selama ini menaruhkan harapan kepadanya, harapan untuk bisa merasakan maknanya cinta dan kebahagiaan.

Tapi semuanya tidak sesuai dengan harapanku. Aku hanya bisa terdiam dan ikhlas menerima semua yang terjadi. Kembali aku teringat pada Ndy.

Wanita yang dulu pernah mencintaiku dan kini dia telah pergi. Karena sikapku kepadanya yang tidak pernah mempedulikan perasaannya.

Aku mencoba menenangkan pikiranku, aku kembali melihat semua pesan yang pernah dikirim Ndy dulu. Dadaku terasa sesak. Aku mencoba mengirim sebuah pesan kepada Ndy.

“Ndy, aku baru sadar akan arti sebuah perasaan. Aku minta maaf atas sikap aku yang dulu yang tidak pernah mempedulikan perasaan kamu. Apakah aku masih ada di hatimu? Aku berharap kamu kembali, aku masih mencintaimu.”

Aku berharap Ndy membalas pesan dariku. Tapi setelah 1 jam dia juga belum membalasnya. Dadaku semakin terasa sesak, sangat sulit bagi sang peria sepertiku untuk menerima semua kenyataan ini.

Setelah 2 jam berlalu akhirnya Ndy membalas pesan dariku. Aku sangat bahagia, karena dia masih mau membalas pesan dariku. Ndy membalasnya dengan jawaban yang membuat hatiku bergetar dan membuat badanku menjadi kaku.

“Kamu akan selalu di hatiku, selama ini aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu. Tapi untuk kembali padamu saat ini, aku masih belum bisa. Luka yang ada di hatiku masih belum sembuh. Ingatkah bagaimana sikap kamu dulu? Kamu yang tidak pernah mempedulikan perasaanku dan kamu yang telah menghancurkan hati
 yang ingin berlindung di hati kamu, apakah itu tidak kejam dan menyakitkan? Maafkan aku.”

Saat itulah aku sadar kalau semua ini adalah Karma. Harusnya aku menyadari kalau Karma pasti berlaku. Dan kesempatan hanya datang satu kali.

Maaf, untuk sekarang belum Do..tapi untuk nanti.

"Semoga," kata kata yang sangat menyakitkan. Apalagi harus menunggu saat saat itu. Kapan dan kapan, dan untuk yang itu aku menunggu.

Oleh. Edo Paju
Marjinnews Jakarta

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,230,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,5,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,43,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,144,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,244,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,1,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,143,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,39,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,86,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,344,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,88,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,65,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,6,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Gara-gara Teres, Sebuah Cerpen Karya Edo Padju
Gara-gara Teres, Sebuah Cerpen Karya Edo Padju
https://4.bp.blogspot.com/-ZbIechMiZXg/WuIjSTD3ksI/AAAAAAAAA9w/G7XcZ0zn_I0q19QsY6cbgP_RVhCHcUeEACLcBGAs/s320/IMG-20180427-WA0000.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-ZbIechMiZXg/WuIjSTD3ksI/AAAAAAAAA9w/G7XcZ0zn_I0q19QsY6cbgP_RVhCHcUeEACLcBGAs/s72-c/IMG-20180427-WA0000.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/04/gara-gara-teres-sebuah-cerpen-karya-edo.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/04/gara-gara-teres-sebuah-cerpen-karya-edo.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy