Esthon-Christ Siap Gelontorkan 500 Juta Bagi Semua Desa/Kelurahan di NTT
Cari Berita

Esthon-Christ Siap Gelontorkan 500 Juta Bagi Semua Desa/Kelurahan di NTT

MARJIN NEWS
24 April 2018

Menurut Esthon-Christ, Seiring dengan perubahan paradigma pemerintahan maka seyogyanya pembangunan desa lebih mengedepankan konsep keanekaragaman dalam kesatuan dan bukan konsep keseragaman. Peran pemerintah Propinsi dalam pembangunan desa ditempatkan pada posisi yang tepat. (Foto: Tim)
Kupang, Marjinnews.com - Demi percepatan pertumbuhan sektor riil yang ada di desa, dibutuhkan dorongan dan suport dari kebijakan anggaran propinsi terutama untuk menggerakan potensi dan Sumber daya yang ada di tiap Desa.

Banyak desa sampai saat ini masih menitik beratkan penggunaan dana desanya pada bidang infrastruktur, maka diharapkan ada perimbangan perhatian juga pada kegiatan usaha ekonomi lainya.

Misalkan dibidang pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan serta sektor ekonomi kreatif lainya.

Hal tersebut disampaikan pasangan Calong Gubernur dan Wakil gubernur Esthon-Christ usai melakukan Kampanye tatap muka di beberapa wilayah di kabupaten Kupang dan kabupaten TTS.

Menurut Esthon-Christ, Seiring dengan perubahan paradigma pemerintahan maka seyogyanya pembangunan desa lebih mengedepankan konsep keanekaragaman dalam kesatuan dan bukan konsep keseragaman. Peran pemerintah Propinsi dalam pembangunan desa ditempatkan pada posisi yang tepat.

Pemerintah diharapkan berperan dalam memberi motivasi, stimulus, fasilitasi, pembinaan, pengawasan dan hal-hal yang bersifat bantuan terhadap pembanguan desa.

Untuk kepentingan dan tujuan tertentu, intervensi pemerintah terhadap pembangunan desa dapat saja dilakukan setelah melalui kajian dan pertimbangan yang matang dan komprehensif.

Intervensi yang dimaksudkan di sini antara lain, turut secara aktif dan bertanggungjawab dalam proses pembangunan desa.

Karenanya, Pasangan Esthon-Christ berjanji akan menyiapkan anggaran 500 juta bagi semua desa di NTT yang akan dipergunakan menggerakan sektor-sektor ekonomi pedesaan. Anggaran tersebut termasuk gaji dari tenaga-tenaga  profesional yang dibutuhkan oleh desa tersebut.

"Jika desa ingin unggul dalam bidang peternakan maka dana tersebut bisa dipakai dan dikelola sebagai modal termasuk menggaji tenaga ahli dibidang peternakan yang merupakan putra dam putri asal desa setempat," papar Christ Rotok.

Calon Wakil Gubernur nomor urut satu itu melanjutkan, demikian juga jika desa yang ingin maju dibidang perkebunan dan pertanian. Tetapi harus di kelola secara profesional dan bertanggung jawab.Tiap kepala desa diharapkan mempelajari regulasi soal pembentukan BUMDES sehingga dana 500juta tersebut bisa berkembang dan diperluas pemanfaatanya," terang Rotok.

Christian Rotok juga mencontohkan seperti perhatian Pemda Manggarai pada kegiatan Horti yang sedang berkembang, menurutnya jika kelompok-kelompok usaha tersebut hadir dan tumbuh di desa dan sesuai dengan karakteristik dan potensi desa, maka akan ada penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan sektor ekonomi dan pendapatan masyarakat.

Laporan: Tim

Editor: Remigius Nahal