Economic Hit Man

Saya membaca, semua teknologi yang disebutkan dalam novel The Ghost Fleet adalah nyata, disebut secara eksplisit dengan 400 catatan tambahan (Foto: Dok. Pribadi).
Opini, marjinnews.com - Novel Ghost Fleet yang ditulis oleh PW Singer and August Cole dan diterbitkan pada 2015. Novel itu menceritakan skenario perang dunia berikutnya, yaitu Amerika Serikat dengan China dan Rusia yang bersekutu. Indonesia? tidak ada ada lagi. Indonesia telah hancur dan hanya menjadi latar dalam cerita, yang sempat heboh beberapa hari lalu di media massa maupun elektronik.

Jika menurut Prabowo Subianto tahun 2030 Indonesia "kiamat". Saya membayangkan begini. Singer tahu sesuatu melalui pengetahuannya yang amat luas atau melalui jejaringnya di departemen pertahanan atau intelijen AS, bahwa China punya rencana yang ambisius yang didukung dengan sumber daya teknologi yang memadai untuk mengangkangi AS dan akhirnya menguasai dunia.

Jika saya jadi Singer, menuliskannya dalam sebuah buku non-fiksi hanya akan menarik kecaman internasional dan menambah ketegangan antar kedua negara. Satu-satunya pilihan yang tampan adalah menulis novel.

Mungkin terlalu berlebihan? Ya, bisa jadi. Tapi saya kira Singer tidak bertendensi menjadi salah satu dari 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh AS saat menulis The Ghost Fleet. Dia mungkin sama sekali tidak tahu soal sastra, alasan yang membuat dia merekrut August Cole sebagai Co author. Cole adalah seorang strateg tetapi juga lebih berpengalaman dalam narasi fiksi.

Bersama-sama, mereka membuat skenario yang sangat realistis tentang perang masa depan. Saya membaca, semua teknologi yang disebutkan dalam novel The Ghost Fleet adalah nyata, disebut secara eksplisit dengan 400 catatan tambahan.

Mungkin karena itulah, para pemimpin militer Amerika Serikat merekomendasikan novel ini kepada para prajurit. Laksamana James Stavridis menyebut The Ghost Fleet sebagai "Sebuah cetak biru yang mengejutkan untuk perang masa depan dan karenanya perlu dibaca sekarang juga!".

Tapi tentu saja, fiksi tetaplah fiksi. Kebenaran sebuah ramalan, bagaimanapun, tidak bertempat di masa kini. Dia berada di masa yang jauh, waktu yang tidak bisa kita duga.

Sebab bukan tidak mungkin karya novel itu sejatinya merupakan informasi yang disamarkan sebagai novel. Misalnya saja novel terbitan Hector Bywater terbitan 1925. Bywater yang wartawan amerika yg fokus pada intelijen angkatan laut menggambarkan di novelnya bakal pecahnya perang pasifik antara Amerika versus Jepang.

Ternyata benar. Bung Karno baca buku ini pada 1927. BK cukup peka menangkap isi novel itu. Dan mulai mengingatkan berbagai kalangan agar kita siap merdeka begitu jepang kalah.

Novel yang juga diyakini sebagai info intelijen adalah karya Tom Clancy spt Executive Order. Dragon and the Bear. Dan sudah terbukti yang diceritakan itu benar. Buat kita ini penting sebagai peringatan dan agar kita waspada.



Bangkrutnya Indonesia karena korban permainan "economic hit man" atau yang diplesetkan ekonomi tangan kotor. Lembaga ekonomi dunia IMF dan Bank Dunia yang kelihatannya "baik" malah menjadikan negara pengutang sebagai korban. Utang melumpuhkan negara itu sendiri. Namun setelah berdiskusi dengan kraeng ternyata banyak faktor yang terlibat di dalamnya.

Dalam buku, Confessions of an Economic hit Man, karangan John Perkin. Pekerjaannya mengidentifikasi negara yang memiliki sumber daya, bisa minyak atau lainnya, kemudian pihaknya mengatur pinjaman kepada negara itu, tapi uang yang dipinjamkan tidak pernah sampai ke negara itu, melainkan kembali ke perusahaannya dalam bentuk pembangunan jalan, pembangkit listrik yang malah menguntungkan para orang kaya maupun korporasinya sendiri. Akhirnya negara tersebut memiliki utang besar.

Bisa menjadi  benar jika menyimak tulisan Perkis yang mengatakan "The debted state is a servant to the corporatocracy... today we have a global empire, and it is not an American kingdom. This is not a national kingdom... It's a corporate empire, and big corporations are ruling. Once the country is in debt, it will return to the country with another mask of the IMF. The IMF makes demands for the owed state to increase taxes, reduce spending, sell public sector utilities to private companies, privatize state assets and essentially become slaves. The World Bank, the IMF and the European Union are only tools of big companies, what I call "corporatocracy". After being unable to pay, finally lift the white flag, surrender".

Selama ini kita terjebak dalam pemikiran liciknya, IMF dan kawan-kawannya membuat kamuflase dengan menyebut perekonomian negara target tumbuh baik. Hal itu yang dijual ke politisi-politisi negara target, namun yang sebenarnya terjadi yang kaya semakin kaya dan kesenjangan makin luas.

Negara-negara yang menjadi targetnya adalah negara-negara yang memiliki sumber kekayaan alam mumpuni. kaya minyak, mineral dan sebagainya ataupun pasar bebas hingga tenaga kerja murah. Negara yang berutang akan mengadopsi kebijakan IMF cs, seperti perusahaan utilitas milik publik, air, transportasi, kepada perusahaan-perusahaan besar.

Selanjutnya yang akan terjadi adalah privatisasi-privatisasi. Memungkinkan mereka untuk membangun pangkalan militer di negara itu. Negara berhutang akan menjadi hamba korporatokrasi. Di dunia ini, sesungguhnya yang memerintah adalah kekaisaran global. Perusahaan itu mengendalikan politik Amerika Serikat, dan untuk tingkat besar mereka mengontrol banyak kebijakan negara-negara seperti China maupun seluruh dunia.

Korporatokrasi merujuk kepada sebuah kekaisaran global yang dibangun oleh tiga pilar yaitu korporasi, perbankan dan pemerintahan. Berbagai korporasi besar, bank dan pemerintahan bergabung menyatukan kekuatan finansial dan politiknya untuk memaksakan masyarakat dunia mengikuti kehendak mereka.

Lalu apakah dengan membaca novel itu dan melihat kondisi Idnonesia saat ini kita menjadi kollapse State atau weak state? Kesimpulan: we are  quite concerned but there is no need to panic.

Selain resiko secara  filsafat bubarnya suatu  negara yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah kemungkinan seperti berikut ini. Dan mungkin ini yang paling dirasakan oleh masyarakat, seperti al:

1.   Pasar saham akan crash

2. Semua lembaga keuangan akan gagal

3. Program pendanaan pemerintah akan berakhir sehingga tidak ada lagi jaminan bagi masyarakat, seperti kesehatan, pertahanan, keamanan, pendidikan, dukungan infrastruture seperti jalan dan lainnya. Ketika sebuah negara bangkrut, maka banyak sistem di negara tersebut yang selama ini menjadi ketergantungan rakyatnya hilang. Seperti, penghentian pasokan listrik, aparat keamanan tak lagi bekerja, penutupan pompa bensin, toko-toko kehabisan stok makanan, pekerja pos berhenti mengirim email, bank tutup dan lainnya.

4. Pelaku bisnis akan menutup usaha mereka sehingga tidak ada lagi pekerjaan.

5. Ekspor dan produksi sulit

6. Terjadi kerusuhan massal sementara aparat keamanan tidak ada.

7. Setiap orang akan mulai saling melakukan segala cara untuk mendapatkan pasokan makanan (homo homini lupus)

Orang kaya akan menguasai negara dan mengubah sistem demokrasi menjadi kediktatoran.
Korupsi merajalela dan justru dilakukan oleh lembaga yang sebenarnya mempunyai tugas pokok melindungi rakyat, masyarakat, dan negara terhadap gangguan korupsi itu.
Hutang luar negeri yang semakin menumpuk.

Oleh: Ben Senang Galus

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,203,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,402,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1039,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,48,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Economic Hit Man
Economic Hit Man
https://1.bp.blogspot.com/-fdsOoVNTI8o/Ws9W-H1s3zI/AAAAAAAABGs/P3o63K9vQ446aKmFu--_sp2ScURXKkusQCLcBGAs/s320/ben%2Bgalus%2Bmarjinnews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-fdsOoVNTI8o/Ws9W-H1s3zI/AAAAAAAABGs/P3o63K9vQ446aKmFu--_sp2ScURXKkusQCLcBGAs/s72-c/ben%2Bgalus%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/04/economic-hit-man.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/04/economic-hit-man.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy