Bertemu Kapolres Manggarai, Inilah Catatan Kritis PMKRI Ruteng
Cari Berita

Bertemu Kapolres Manggarai, Inilah Catatan Kritis PMKRI Ruteng

MARJIN NEWS
8 April 2018

PMKRI Ruteng menyampaikan beberapa hal, diantaranya; memperkenalkan  kepengurusan PMKRI Ruteng periode 2018-2019, mendukung polres Manggarai dalam hal penegakan hukum yang benar di Manggarai dan Manggarai Timur. (Foto: RN/MN)
Ruteng, Marjinnews.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Santu Agustinus beraudensi bersama kapolres Manggarai, Rabu (04/04/2018).

PMKRI Ruteng diwakili oleh Ketua Presidium, Servas Jemorang, Sekretaris Jenderal, Apri Mantur, Presidium Gerakan Kemasyarakatan, Ito Ndasung, Bendahara, Helena Kindung dan Biro pers dan Publikasi, Yani Kom. Audensi tersebut, berlangsung selama satu jam bertempat di ruangan kerja Kapolres Manggarai.

Dalam pertemuan dengan Kapolres Manggarai itu, PMKRI Ruteng menyampaikan beberapa hal, diantaranya; memperkenalkan  kepengurusan PMKRI Ruteng periode 2018-2019, mendukung polres Manggarai dalam hal penegakan hukum yang benar di Manggarai dan Manggarai Timur

PMKRI Ruteng juga meminta klarifikasi dari Polres Manggarai terkait dengan progres penangaanan kasus OTT mantan kasat reskrim, Aldo Febrianto dan kasus penganiayaan aktivis PMKRI oleh oknum Polres Manggarai dan juga kasus penemabakan Ferdi Taruk, warga Karot, Ruteng yang saat ini sedang ditangani oleh polres Manggarai.

Selain itu PMKRI Ruteng mendorong polres Manggarai untuk meningkatkan pengawasan terhadap TKI ilegal supaya meminimalisir terjadinya human trafficking.

Menanggapai hal ini, Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry S Lapian, menyampaikan beberapa tanggapan terkait dengan persoalan yang disampaikan oleh PMKRI Ruteng.

Untuk kasus OTT mantan kasat reskrim Aldo Febrianto, hingga saat ini masih ditangani oleh propam polda NTT.

"Untuk saat ini kita belum tahu, karena masih dalam tahap penyelidikan,"ujarnya

Untuk kasus penagniaayaan aktivis PMKRI pada saat aksi hari anti korupsi sedunia pada 09 Desember 2017. Sudah diputuskan dan beri sanksi penundaan satu tahun pendidikan terhadap dua oknum polres Manggarai.

Selain itu, Kapolres Manggarai juga menanggapi terkait kasus penembakan Ferdi Taruk, warga Karot. PMKRI Ruteng menilai polres Manggarai lamban mengungkapakan pelaku kasus penembakan ini serta jenis peluru yang digunakan. Padahal hasil rontgen sudah ada.

Menurut kapolres Manggarai sampai saat ini belum bisa diungkapakan jenis peluru dan pelakunya karena pelurunya masih bersarang di kepala korban.

"Meskipun hasil rontgennya sudah ada dan dikepala korban ada terduga peluru namun tidak bisa dipastikan jenis peluru dan senjata yang digunakan" tukasnya.

Lebih lanjut, kata dia untuk mengidentifikasi peluru tersebut dapat dilakukan melalui laboratorium. Sehingga masih menunggu pihak rumah sakit untuk operasi dan mengeluarkan peluru itu dari kepala korban.

"Jenis peluru itu dapat teridentifikasi melalui laboratorium, hasil rontgen belum bisa mengungkapakan jenis peluru yang bersarang di kepala korban" tambahnya.

Servas Jemorang, Ketua PMKRI Ruteng mengatakan bahwa audensi ini bermaksud untuk meminta klarifikasi terkait dengan persoalan-persoalan yang selama ini disuarakan oleh PMKRI Ruteng agar dapat diketahui sejauh mana progresnya.

" PMKRI meminta informasi dan kejelasan kasus yang selama ini disuarakan. Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami terhadap masyarakat yang menanyakan ini. Sehingga publik juga bisa mengetauhinya" tuturnya. (*)

Laporan: Oswaldus Sirno
Editor: Remigius Nahal