Bermodal Membaca dan Menulis, Angelou Menjadi Tokoh Pejuang Hak Perempuan Dunia
Cari Berita

Bermodal Membaca dan Menulis, Angelou Menjadi Tokoh Pejuang Hak Perempuan Dunia

6 April 2018

Dalam ujian berat yang dihadapinya di kala muda itu, buku dan puisi menjadi penghibur sekaligus sosok teman yang selalu ada disampingnya (Foto: Istimewa).
Tokoh, marjinnews.com - Bagi masyarakat Indonesia sosok Maya Angelou adalah seorang asing jika dibandingkan dengan beberapa tokoh perempuan nasional seperti RA Kartini dan beberapa tokoh lainnya. Meski demikian, alangkah baiknya kita mulai berpikir menambah wawasan kita soal sosok inspiratif dunia lainnya yang bisa dikatakan memiliki inspirasi sama dalam memperjuangkan sesuatu.

Maya Angelou lahir dengan nama lengkap Marguerite Annie Johnson pada tahun 1928, sosoknya tak mengalami masa kecil yang indah. Kisah hidupnya yang luar biasa berat itu dimulai dengan sebuah tragedi yang menimpanya semenjak kecil.

Angelou dikenal sebagai  penulis, penyair, penulis memoar, dan aktivis di negeri Paman Sam. Lewat berbagai karya yang dihasilkannya, sosok Maya Angelou bisa disebut sebagai salah satu tokoh wanita terpenting di dunia.

Salah satu quote Angelou yang terkenal adalah sebagai berikut. Lewat quotenya itu bisa membantu kita mengenal siapa dia sebenarnya.

"Saya telah belajar bahwa orang akan melupakan apa yang anda katakan, orang akan melupakan apa yang anda lakukan,  tetapi orang tidak akan pernah melupakan bagaimana anda membuat mereka merasa."
Pada usia yang masih begitu muda yakni tujuh tahun, ia sudah mengalami kekerasan seksual.
Tragedi yang begitu traumatik ini pun membuatnya bisu selama lima tahun.

Dalam ujian berat yang dihadapinya di kala muda itu, buku dan puisi menjadi penghibur sekaligus sosok teman yang selalu ada disampingnya.

Melalui menulis dan membaca inilah, akhirnya trauma yang dialami Maya mulai terkikis dan hal ini membantunya menemukan suaranya lagi. Usainya kebisuan yang ia alami juga menjadi tonggak bagi Maya untuk memulai perjalanan intelektual dan kreatif untuk menentang deskripsi.

Di usia remajanya, Maya bahkan menjalani kehidupan dewasa yang datang lebih awal. Dr. Angelou mengenyam begitu banyak pengalaman mulai perannya menjadi seorang ibu, menjadi konduktor streetcar perempuan dan kulit hitam pertama di San Francisco, dan juga berkeliling dunia sebagai anggota pemeran opera Porgy dan Bess sambil menguasai beberapa bahasa.

Dia bernyanyi dan menari di kabaret profesional, bekerja sebagai wartawan di Afrika, dan menjadi salah satu aktivis hak-hak sipil paling terkemuka di generasinya.

Semua pengalaman hebat yang ditempuhnya ini pada akhirnya kembali bermuara di karya tulisannya.
Buku pertamanya yang bertajuk, "I Know Why the Caged Bird Sings," pada tahun 1969 pun membuat namanya mulai diperhitungkan sebagai seorang penulis.

Usai debut bukunya itu, Maya Angelou kembali melahirkan 6 karya otobiografi lainnya yang kemudian juga diikuti dengan karya-karya lain seperti puisi, sastra anak-anak, dan non-fiksi (bahkan juga buku memasak!).

Melalui karya-karyanya, Dr. Angelou juga turut memberikan suara kepada jutaan orang. Dengan karya-karyanya ini pula, Maya Angelou turut memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender.

Dengan berani, Dr. Angelou juga menentang diskriminasi yang dialami oleh kaum kulit hitam dengan memperjuangkan tradisi lisan Afrika-Amerika yang terkenal. Lewat karyanya pula ia menentang adanya perang di dunia ini sembari mengkampanyekan perdamaian bagi seluruh penduduk di dunia ini.
Dia juga penerima banyak penghargaan selama hidupnya.

Dia menjadi penyair pertama yang membuat deklamasi pelantikan presiden dalam tiga dekade semenjak Bill Clinton menjadi Presiden pada tahun 1992. Sejumlah nominasi penghargaan, penghargaan publik, dan lebih dari 50 gelar kehormatan pun juga turut ia raih karena pengabdian dan karya-karyanya

Angelou, hanyalah satu dari sekian banyak tokoh inspiratif dunia yang tak pernah gentar memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan dan korban tindak kekerasan yang lazim kita temukan sehari-hari. Jika dia mampu membuat anda terinspirasi, bukankah mungkin jika anda juga mampu menginspirasi orang lain?

Ingat, kebaikan mesti kecil akan sangat berarti bagi yang membutuhkannya. Pastikan kalian berkarya dan mampu mengubah dunia. Salam perubahan sobat muda (AA/MN)