$type=carousel$cols=3

Abdul dan Maria, Siapa Layak Jadi Juara? Berikut Ulasannya

Senin (23/4/2018) malam ini, Maria dari Medan dan Abdul dari Denpasar bersiap untuk mendengarkan pengumuman pemenang Indonesian Idol musim...

Senin (23/4/2018) malam ini, Maria dari Medan dan Abdul dari Denpasar bersiap untuk mendengarkan pengumuman pemenang Indonesian Idol musim kesembilan ini dalam Result and Reunion Show di tempat yang sama. (Foto: Istimewa)
Muda, marjinnews.com - Ahmad Abdul (27) dan Maria Simorangkir (16) telah tampil dan memberi yang terbaik pada babak Grand Final Indonesian Idol 2018, yang digelar di Ecovention Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Senin (16/8/2018) malam minggu lalu.

Senin (23/4/2018) malam ini, Maria dari Medan dan Abdul dari Denpasar bersiap untuk mendengarkan pengumuman pemenang Indonesian Idol musim kesembilan ini dalam Result and Reunion Show di tempat yang sama.

Berikut adalah riview penampilan Abdul dan Maria di tiga babak Grand Final Indonesian Idol 2018.

1. Battle of Ballad
Babak ini digelar di awal babak grand final. Ahmad Abdul diminta tampil sebagai pembuka dengan membawakan Fix You, hit Coldplay.

Nyanyian Abdul kali ini membuahkan standing ovation dari para juri. Bahkan, salah satu juri, Bunga Citra Lestari (BCL), sampai menitikkan air mata. Menurut BCL, Abdul membawakan lagu itu dengan rasa yang dalam.

"Sebagai juri yang mengutamakan rasa, saya rasa itu performa kuat kamu dalam rasa. 'Fix You' adalah salah satu lagu kesukaan aku. Jika kamu membawakan kurang bagus, aku kecewa banget. Terima kasih Abdul, kamu bagus banget," tutur BCL.

Ari Lasso juga tak menampik bahwa penampilan Abdul sangat mengesankan.

"Bukan sebuah penampilan wow, tapi penampilan ini lebih di atas itu, menggetarkan," ujarnya.

Armand Maulana pun mengaku bangga telah menjadi juri yang ikut menemukan bakat Abdul.

"Menjadi idola itu banyak banget kriterianya, teknik vokal, attitude, dan masih banyak lagi. Malam ini terus terang saya, BCL, Maia (Maia Estianty), Judika, Ari bangga banget," tuturnya.

Penampilan rivalnya, Maria Simorangkir, tak kalah spektakuler.
Maria, yang melantunkan "My Heart Will Go On", yang dipopulerkan oleh Celine Dion, juga membuat para juri bangga. Bahkan, BCL menyebut Maria layak menjadi the next Indonesian Idol.

"Aku rasa itu sebuah penampilan yang spektakuler dan kamu layak menjadi the next Indonesian Idol," ucapnya.

Judika juga memuji Maria. Namun, ia juga mengkritik. Ia menilai Maria kurang maksimal pada bagian refrain pertama.

"Aku memang memasang standar lebih tinggi kepada Maria dan Abdul di babak grand final ini," kata Judika.
Namun, standing ovation dari para juri didapat oleh Maria ketika menyuguhkan "Listen", yang dipopulerkan oleh Beyonce. Lagu tersebut disajikan oleh Maria atas permintaan publik.

2. Battle of Romantic Song
Pada babak ini dua kotenstan babak grand final, yaitu Ahmad Abdul dan Maria Simorangkir, ditantang untuk membawakan lagu-lagu romantis karya Yovie Widianto.

Abdul melantunkan "Peri Cintaku", yang terkenal lewat Marcel Siahaan. Lagu tersebut di-mashup oleh Abdul dengan "Suratku", yang dipopulerkan oleh Hedi Yunus.

Maria tampil dengan "Bukan Untukku", yang dipopulerkan oleh Rio Febrian. Lagu itu di-mashup oleh Maria dengan "Mantan Terindah", hit Kahitna.

"Tadi berdua kalian hebat sekali. Saya mau kasih pujian buat Maria. Itu penampilan luar biasa. Kamu enggak terlalu teriak-teriak, tapi kamu dapat banget, enggak ada pitch yangmissed. Tadi, suara halus kamu keluar. Kamu luar biasa. Tadi Abdul juga keren. Saya bingung hari ini," ujar Judika.

BCL menilai Abdul agak tegang di awal lagu, meski akhirnya bisa mengeluarkan kemampuannya yang sesungguhnya di pertengahan aksi panggungnya.

Sementara itu, bagi BCL, nyanyian Maria sangat indah untuk lagu romantis.

"So congrats for booth of you," tutup BCL dalan komentarnya.

Bagi Armand Maulana, suara Maria tetap bertenaga. Bahkan, penampilannya mengingatkan Armand kepada penyanyi Rita Effendi.

"Dan Maria power-nya luar biasa. Kalau gue, (Maria) jadi kayak Rita Effendi. Dan, she nailed it! Dan, gue akuin Maria, emang lo hebat sih," ucapnya.

Ari Lasso juga memuji penampilan penyanyi jebolan Indonesian Idol Junior musim pertama itu.

"Intinya gini Maria ya, kamu memang salah satu peserta yang bisa melahap semua jenis lagu. Bukan rock ya, pop. Semua lagu Mas Yovie, manis, romantis, dan harus dibawakan dengan tepat," pujinya.

"Enggak mudah dapatkan talent yang hebat. Maria, Abdul, saya bangga dapat kalian," tutup Armand.

3. Battle of Electronic Song
Dalam babak ini, kedua pesrta babak grand final berkolaborasi dengan artis musik muda Jevin Julian.
Maria dan Jevin menyuguhkan "Risalah Hati", hit Dewa 19, sedangkan Abdul dan Jevin menyajikan "Cobalah Mengerti", hit Peterpan.

Penampilan Abdul kali ini menuai kritik dari juri Maia Estianty. Menurut Maia, penuturan Abdul ketika menyanyikan lagu berbahasa Indonesia tidak terlalu baik.

"Dul, kamu sudah berada di grand final. Artinya, kamu sudah jadi idola Indonesia. Ketika kamu nyanyi bahasa Inggris, kelas kamu di sini. Tapi, kalau nyanyi lagu bahasa Indonesia, saya kasih nasihat," ujarnya.

"Bahwa perdalam lagi penguasaanmu terhadap lagu-lagu bahasa Indonedia. Cintai lagi lagu-lagu Indonesia, pop. Kamu sudah jadi idola Indonesia. Sekarang pemenangnya terserah penonton," sambungnya seperti dilansir kompas.com.

Tak setuju dengan Maia, BCL justru mengaku menikmati penampilan Abdul.

"Keren banget. Abdul aku suka penampilan kamu tadi. Kamu menikmati nyanyinya. Ada koreo (koreografi), aku agak kaget. Goyang sama dancer buat aku sebuah penampilan keren dan seru dan aku di sini menikmati menonton kamu," tuturnya.

Pada penampilan Maria, para juri tak terlalu banyak berkomentar. Maia justru memberi apresiasi untuk musik yang dibuat oleh Jevin.

"Saya bahagia malam ini bisa menjadi saksi sejarah akan lahirnya seorang idola baru Indonesia," ujar Maia.

Selain itu, mengungkapkan bahwa "Risalah Hati", yang dibawakan oleh Maria, merupakan lagu yang lahir dari idenya.

"Lagu ini bagus banget. Epic, bagus. Saya bahagia jadi saksi sejarah atas penciptaan lagu ini. Yang ngarangtema lagu ini saya, lho," cerita.

4. Lagu Kemenangan
Sesuai tradisi Indonesian Idol, pemenang akan diberi hadiah berupa lagu kemenangan.

Maria dan Abdul diberi lagu kemenangan yang berjudul "Yang Terbaik" karya Abdul (The Coffee Theory) dan Riza.

Lagu tersebut dilantunkan sesuai karakter masing-masing.

Untuk Maria, aransemen vokal dan musik dibuat lebih ballad dan grande. Aransemen itu menyatu dengan suara Maria yang powerful.

Sementara itu, untuk Abdul, dibuat lebih ringan dengan gitar yang mendominasi.

Suara lembut dan falseto khas Abdul berhasil membuat lagu tersebut terdengar ringan di telinga.
Bagi Abdul, membawakan lagu kemenangan merupakan momen untuk meluapkan semua perasaannya.

"Itu kayaknya the best moment malam ini, menyanyikan lagu kemenangan di mana aku pribadi bisa ngeluapin semua perjuangan aku di Indonesian Idol dan seenggaknya bisa bilang terima kasih. Ini adalah persembahan aku buat semua yang dukung Abdul dan Maria. Maria pun kayaknya sama," tutur Abdul.

Sementara itu, Maria mengaku tak bisa menahan air mata menyanyikan lagu tersebut pada geladi resik.

"Aku tuh pas nyanyin lagu tadi itu tuh nangis. Tanpa sadar tuh air mata tuh dah di sini. Jadi, bangga banget dalam diri aku," kata Maria. (EC/KC/MN)

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,2,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,216,Asmat,4,Asusila,5,Badung,7,Bali,95,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,12,BBM,1,Bencana Alam,1,Berita,2,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,40,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Camilian,1,Cerpen,135,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,434,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,21,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,E-KTP,4,Editorial,38,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,5,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,20,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,29,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,14,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,2,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,2,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,222,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,1,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,65,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,4,Kepemudaan,130,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,13,KNPI,2,Komodo,5,Komunikasi,1,Komunitas,5,Korban,1,Korupsi,57,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,47,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,40,Lakalantas,8,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,1,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,14,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,35,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,79,Manggarai Barat,1,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,Narkoba,5,Nasional,222,Natal,19,Ngada,1,Novanto,1,Novel,15,NTT,105,Nyepi,2,Olahraga,10,Opini,331,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,20,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,1,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,80,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,22,Peristiwa,790,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,2,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,59,Politikus,4,POLRI,6,Pristiwa,18,Prosa,1,PSK,1,Puisi,51,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,7,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,21,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,Somasi,1,Sosial,1,Sosok,3,Sospol,35,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Abdul dan Maria, Siapa Layak Jadi Juara? Berikut Ulasannya
Abdul dan Maria, Siapa Layak Jadi Juara? Berikut Ulasannya
https://4.bp.blogspot.com/-Ghau3Dp8JEQ/Wt3X4dLJLDI/AAAAAAAAA30/0CuUgQtW0hERwn15-TuS_1BXKSKEF6V-ACLcBGAs/s320/20180423_110629.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-Ghau3Dp8JEQ/Wt3X4dLJLDI/AAAAAAAAA30/0CuUgQtW0hERwn15-TuS_1BXKSKEF6V-ACLcBGAs/s72-c/20180423_110629.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/04/abdul-dan-maria-siapa-layak-jadi-juara.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/04/abdul-dan-maria-siapa-layak-jadi-juara.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy