Waspadai Kembalinya Pemimpin "Daur Ulang" dalam Pilkada NTT 2018

 Seorang "Kapitan Perahu" membutuhkan kompetensi seorang pemimpin yang transparan, yang diuji sendiri oleh alam. (Foto: Ilustrasi)
Pilkada di NTT 2018 saat ini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan, karena bukan saja Partai Politik peserta Pilkada yang tidak mampu menghadirkan kader berkualitas dan berintegritas atau yang dapat dikualifikasi sebagai kader berkelas "Kapitan Perahu" tetapi juga masyarakatpun kesulitan menjagokan tokoh masyarakat yang memenuhi kualifikasi "Kapitan Perahu" untuk menjadi Kepala Daerah melalui pintu Independen.

Mengapa, karena persoalan Pilkada selalu berbiaya tinggi hingga puluhan miliar rupiah. Ini pula yang membuat kondisi Pilkada 2018 di NTT tergolong sangat memprihatinkan karena, hanya memberi peluang kepada Paslon yang punya uang tetapi minim kompetensi, berada dalam kriteria minus malum sehingga hanya memberi peluang kepada pemimpin "daur ulang". Tidak ada satupun yang mendekati kriteria pemimpin "Kapitan Perahu" sesuai pandangan Prof. Matulada yang kemudian dielaborasi oleh Dr. Ignas Kleden dengan sangat tepat.

Kriteria pemimpin "Kapitan Perahu" adalah istilah dari antropolog Prof. Mattulada terkait dengan konsep kepemimpinan Maritim yang menurut Prof. Mattulada hanya bisa tumbuh dari bawah, tidak mungkin didrop dari atas, Dia harus punya pengalaman yang matang terlebih dahulu bagaimana menjalankan perhau, teknik berlayar, membaca arah angin, melihat bintang di langit dan terpenting lagi harus bisa bekerja sama dengan seluruh awak perahu dan akhirnya bisa memimpin mereka menuju cita-cita bersama.

Kalau perahunya karam maka sang Kapitan Perahu harus bertahan hingga penumpang dan awak perahunya sudah selamat atau mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan, baru Kapitan Perahu menjadi orang terakhir meninggalkan perahunya.

Pendapat Prof. Mattulada ini kemudian dielaborasi oleh Dr. Ignas Kleden dalam sebuah artikel di Harian Nasional, bahwa seorang "Kapitan Perahu" membutuhkan kompetensi seorang pemimpin yang transparan, yang diuji sendiri oleh alam.

Dengan transparansinya itu maka inkompentesinya tidak akan bisa ditutup-tutupi, sehingga Dia tidak boleh bahkan tidak bisa "berpura-pura bisa" dengan kemampuannya karena akan terbongkar dalam waktu singkat saat menghadapi badai. Sulitnya melahirkan kepemimpinan "Kapitan Perahu" maka menjamurlah pemimpin "Daur Ulang" di setiap musim Pilkada.

Pemimpin "Daur Ulang" adalah pemimpin yang sudah gagal memimpin dan gagal dalam Pilkada berikutnya karena tidak layak lagi untuk dipilih, akan tetapi masih muncul tanpa malu-malu sebagai Paslon pada Pilkada berikutnya dengan kemasan lain sedemikian rupa dengan bungkusan yang tambal sulam, agar bisa tampil dan dipilih kembali sebagai pemimpin untuk menipu pemilih.

Jika kita melihat nilai nominal anggaran untuk Pilkada 2018 di NTT di atas angka Rp. 400 Miliar hanya untuk kebutuhan KPU dan Bawaslu Provinsi, Kabupaten dan Kota, dengan kepemimpinan yang akan lahir dari sosok sosok yang sekarang tampil sebagai Pasangan Calon, maka antara besaran biaya yang digelontorkan negara dengan hasil yang diperkirakan akan dilahirkan dalam Pilkada 2018 di NTT sangat tidak balance dan kompatible.

Apalagi disana sini muncul sikap skeptis masyarakat, tidak nampak atribut Paslon dan Partai Politik pengusung yang seharusnya secara maksimal memperlihatkan adanya upaya maksimal dari Paslon dan Parpol pengusung sedang berjuang melahirkan seorang pemimpin di NTT, baik itu Gubernur-Wakil Gubernur maupun Bupati/Walikota-Wakil Bupati/Wakil Walikota di NTT.

Di sana sini masyarakat dan LSM bahkan Partai Politik mengeluhkan begitu banyak warga yang belum memiliki KTP Elektronik, sehingga berpotensi merugikan Paslon dan Masyarakat. Disini muncul pertanyaan untuk apa dan untuk siapakah biaya begitu besar yang dikeluarkan oleh negara tetapi kualitas pelaksanaan Pilkada di NTT sangat memprihatinkan.

Besarnya anggaran untuk biaya Pilkada 218 di NTT-pun sempat membuat sejumlah Kepala Daerah membuat kebijakan diskresi berupa menunda pembangunan proyek proyek untuk tahun anggaran berjalan. Ini berarti hanya untuk sebuah euforia Pilkada dengan Pasangan Calon yang minus malum, di luar kriteria bersih dan bebas KKN apalagi memenuhi kriteria "Kapitan Perahu", rakyat harus dikorbankan.

Kita harus jujur mengakui bahwa sistim Pilkada langsung belum mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut melahirkan pemimpin daerah dengan kriteria "Kapitan Perahu". Padahal kondisi NTT terkini sangat membutuhkan model kepemimpinan "Kapitan Perahu". Sistim Pilkada langsung belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat NTT untuk keluar dari kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalannya.

Kita baru berada dalam taraf euforia sesaat menghamburkan biaya tinggi untuk sebuah Pilkada yang tidak bermutu, sambil menikmati hingar bingar segelintir Paslon dan Parpol membangun janji-janji palsu, karena janji janji itu hanya akan terdengar lagi pada saat kampanye Pilkada dan akan senyap hilang tanpa bekas tatkala kekuasaan diraih.

Karena itu tidak salah munculnya joke di tengah masyarakat saat Pilkada, Pileg bahkan Pilpres tentang  apa beda antara PILKADA dengan PILKABE. Bedanya PILKADA, kalau jadi lupa, sedangkan PILKABE, kalau lupa jadi. Ini adalah sebuah sinisme yang sederhana tetapi sangat mengena karena orang selalu melupakan janji-janjinya setelah terpilih dan menjadi penguasa.

Pemimpin yang gagal total adalah pemimpin yang tidak memampu memberikan kepada seluruh warganya memiliki e-KTP, apalagi e-KTP memiliki nilai dan manfaat yang strategis ke depan serta dijadikan sebagai salah satu syarat bagi setiap warga dalam menggunakan hak pilih dalam Pilkada. Karena itu jangan pilih Paslon Incumbent yang gagal membuat warganya memiliki e-KTP.

Oleh: Petrus Selestinus
Koordinator TPDI dan Advokat PERADI

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,162,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,182,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,570,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,37,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,278,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,117,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,62,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,291,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,257,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,416,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1136,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,37,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,68,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Waspadai Kembalinya Pemimpin "Daur Ulang" dalam Pilkada NTT 2018
Waspadai Kembalinya Pemimpin "Daur Ulang" dalam Pilkada NTT 2018
https://3.bp.blogspot.com/-x-nON70Sf8I/WqzzlXofU5I/AAAAAAAABDQ/-UYhodlSCREf3_z9KzdSZG0uYoxxxjzMACLcBGAs/s320/Kepala%2BDaerah%2Bmarjinnews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-x-nON70Sf8I/WqzzlXofU5I/AAAAAAAABDQ/-UYhodlSCREf3_z9KzdSZG0uYoxxxjzMACLcBGAs/s72-c/Kepala%2BDaerah%2Bmarjinnews.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/03/waspadai-kembalinya-pemimpin-daur-ulang.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/03/waspadai-kembalinya-pemimpin-daur-ulang.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close