Warga Kei Cinta Damai dan Hadiah Spesial dari Paus Yohanes Paulus II
Cari Berita

Warga Kei Cinta Damai dan Hadiah Spesial dari Paus Yohanes Paulus II

MARJIN NEWS
17 March 2018

"Bukit ini menggambarkan perjuangan Yesus di Bukit Golgota, memanggul salib. Ada 14 tingkatan di bukit ini, masing-masing tingkatan ada penandanya," ujar Budi (Foto: Istimewa).
Religi, marjinnews.com - Di Kepulauan Kei, ada satu destinasi wisata religi dimana kamu bisa belajar soal toleransi. Bukit Masbait, begitu nama destinasi ini.

Bukit Masbait bukanlah sembarang bukit. Bukit ini jadi menjadi lokasi ziarah, tidak hanya bagi umat Kristen saja, melainkan terbuka untuk semua agama.

Budi Toffi, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Maluku Tenggara menceritakan soal sejarah awal dibuatnya Bukit Masbait.

"Dulu, bukit ini biasa jadi tempat pertapaan (bukit doa semua umat). Bukit ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Konon, Tuhan dipercaya selalu ada di tempat yang tinggi. Ini titik tertinggi di Pulau Kei Kecil. Ketinggiannya sekitar 300 mdpl," tutur Budi seperti dilansir detikTravel, Kamis (15/3/2018).

Di bukit inilah, setiap tahunnya umat Nasrani menjalankan ritual Jalan Salib. Bukit Masbait jadi representasi dari Bukit Golgota, lokasi dimana Yesus berkorban memanggul dosa manusia hingga berakhir dengan dipaku di tiang salib.

"Bukit ini menggambarkan perjuangan Yesus di Bukit Golgota, memanggul salib. Ada 14 tingkatan di bukit ini, masing-masing tingkatan ada penandanya," ujar Budi.

Yang menariknya adalah, Bukit Masbait dikelilingi oleh desa yang mayoritas dihuni oleh warga yang memiliki kepercayaan yang berbeda. Meski begitu, tidak ada permusuhan di antara desa-desa ini.

Hal berkebalikan yang justru terjadi adalah, mereka justru ikut membantu mengamankan Bukit Masbait setiap ada perayaan keagamaan besar digelar di sana.

"Bukit ini dikelilingi oleh 3 desa Muslim di bawah. Ada Desa Letman, Desa Dunwahan, dan Desa Singohoi. Ada juga Desa Kelangit, itu desa Katolik dan Ohoi Dertawun, desa Protestan. Mereka ikut menjaga tiap ada perayaan besar digelar di sini," kata Budi.

Kabar soal karakter warga Kei yang cinta damai dan hidup saling bertoleransi pun sampai di telinga Paus Yohanes Paulus II saat itu. Dia pun memberikan hadiah spesial bagi masyarakat Kei dan kemudian diletakkan di atas Bukit Masbait.

Hmm, jadi pengen ke Kei aja untuk merayakan Paskah tahun ini. Atau bagaimana sobat muda? (AP/MN)