Undang Awak Media, Komunitas EH Bali Adakan Press Conference Switch Off 2018
Cari Berita

Undang Awak Media, Komunitas EH Bali Adakan Press Conference Switch Off 2018

MARJIN NEWS
23 March 2018

Acara press conference disisi oleh sejumlah Narasumber diantaranya Imam Musthofa (Sunda Banda Seacape and Fisheries Leader WWF-Indonesia) dan Sutan Tantowi Dermawan (Koordiantor Earth Hour bali). Tak ketinggalan Perwakilan Otoritas bandara I Gusti Ngurah Rai dan Beach Walk Mall selaku pihak yang mendukung Kegiatan Switch Off 2018 turut hadir. (Foto: HH)

Denpasar, marjinnews.com - Dalam rangka menggaungkan kembali kegiatan Global Ceremony Earth Hour 2018 (Switch Off Earth hour 2018) ke Masyarakat di Pulau Bali, Komunitas Earth Hour Bali menggelar Press Conference dengan mengundang awak media di Kantor WWF-Indonesia Sunda Banda Seacape Jalan Pemuda I No 2 Denpasar pada hari Kamis (22/2) 2018 dari pukl 16.00 s/d 19.00 wita.

Acara press conference disisi oleh sejumlah Narasumber diantaranya Imam Musthofa (Sunda Banda Seacape and Fisheries Leader WWF-Indonesia) dan Sutan Tantowi Dermawan (Koordiantor Earth Hour bali). Tak ketinggalan Perwakilan Otoritas bandara I Gusti Ngurah Rai dan Beach Walk Mall selaku pihak yang mendukung Kegiatan Switch Off 2018 turut hadir.

Dihadapan awak media Sutan Tantowi menjelaskan kegiatan Switch Off 2018 merupakan bagian dari Gerakan Earth Hour yaitu salah satu gerakan hemat energi dengan mematikan lampu ataupun alat elektornik yang tidak terpakai selama satu jam dari pukul 20.30 hingga 21.30 wita.

“Earth Hour melalui gerakan Switch Off bukan sekedar mematikan lampu selama satu jam , tetapi akan menjadi gaya hidup sehari-hari yang lebih ramah lingkungan. Mulai dari hemat penggunaan kertas dan tissue ; menggunakan transportasi public saat bepergian, mengurangi dan mnegelola sampah plastik, dan melakukan konservasi keanekaragaman hayati sesuai dengan tema Earth Hour tahun itu yaitu Connect To Earth” ungkap Sutan.

Pelaksanaan Earth Hour melalui Kampanye Switch Off tahun ini terasa begitu istimewa. Pasalnya Pihak Otoritas Bandara Internasional Ngurah Raid an 15 Hotel Berbintang di Bali turut mendukung gerakan ini.

Sementara itu, Imam Musthofa dari WWF mengungkapkan fakta yang mencengangkan. Ternyata kondisi keanekaragaman hayati di Indonesia sangat memprihatinkan. Plastik menjadi penyebab ancaman keanekaragaman hayati menjadi rusak.

“Saat ini Indonesia menempati posisi kedua pencemaran sampah plastik setelah RRC,” pungkasnya.

Road Show Ke Sejumlah Radio

Di tempat yang berbeda, Dua orang perwakilan Divisi Humas Komunitas Earth Hour Bali yaitu Achmad Muchafi dan Armandhani melakukan road show kegiatan Switch Off 2018 di 87.8 Radio Hard Rock FM Bali Jalan Raya Pantai Kuta. Mereka berdua mengajak para pelaku wisata, wisatawan, dan masyarakat Bali untuk datang dan berpartisipasi dalam kegiatan Switch Off 2018 yang akan diselenggarkaan di Beach Walk Mall Bali pada hari Sabtu (22/3) 2018.

Dalam acara Drive N Jive dipandu penyiar Lolla Chandra kedua anggota Earth Hour Bali ini selama satu jam dari pukul 17.00 hingga 18.00 mengupas seluk beluk kampanye Swich Off 2018.

Hafi dan Dhani memaparkan bahwa pada tanggal 24 Maret nanti diseluruh dunia akan berpartisipasi dalam Gerakan Switch off 2018. Gerakan Switch Off awalnya dimulai di Kota Sidney, Australia. Lambat laun gerakan Earth Hour mendapatkan simpati dan apresiasi di belahan dunia lainnya.

Laporan: Herdian Hermandhani
marjinnews.com Bali