$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

Terpisah oleh Pagar Tuhan, Kisah Cinta Seorang Aktivis

Aktivis Deni sangat jarang bahkan isi kepalanya tidak peduli dengan kata "Perempuan". (Foto: Ilustrasi)
Kota pahlawan akhir - akhir ini sangat sulit ditebak, kadang saat pagi, matahari bersinar cerah dan beranjak terik. Namun pada siang harinya, terik matahari yang menyengat bisa dengan sekejap berubah menjadi mendung bahkan hujan.

Pagi ini tidak biasanya Deni berada di warung Bude Erni.
“Bude, pesan kopi hitam satu. Campuran biasa”, kata Deni kepada si pemilik warung.

“Oww iya tunggu sebentar”, jawab perempuan paruh baya yang dipanggil Bude tadi.

Bude adalah panggilan para mahasiswa kepada ibu pemilik warung tersebut. Perempuan paruh baya yang berasal dari Jawa Tengah ini sudah hampir 3 tahun berjualan di lingkungan kampus. Dengan bermodalkan sebuah gerobak dorong, ia mengais rejeki di antara hiruk pikuk aktivitas mahasiswa.

Bude memasukkan empat sendok kopi dan dua sendok gula ke dalam gelas kemudian diseduhnya dengan air panas dari termos. Ia sudah sangat paham campuran kopi kegemaran pelanggannya yang satu ini.

Deni adalah mahasiswa pendidikan sejarah semester akhir, dia juga seorang aktivis kampus yang selalu menghabiskan waktunya di warung Bude Erni. Sosok pria berambut ombak itu selalu menghabiskan waktu untuk nongkrong walaupun hanya menikmati secangkir kopi dan kepulan asap dari balik batang rokoknya, itu menjadi rutinitas Deni setiap hari bahkan sampai larut malam.

“Ini kopimu”, ujar Bude seraya menaruh segelas kopi di meja. “Terima kasih Bude”, kata Deni sambil menyeruput kopi buatan Bude.

“Tumben pagi - pagi sudah di kampus. Ada urusan apa? Urus skripsi?” tanya Bude memulai pembicaraan.

“Ah tidak Bude. Cuma lagi malas di kos - kosan. Kalau mendung begini, rasanya mau tidur terus kalau di dalam kos. Lebih baik ke kampus”, jawab Deni.

“Owwwh. Bude kira kamu ngurusin skripsimu. Kan tidak lama lagi waktumu toh?”, tanya Bude.

“Belum Bude. Masih banyak urusan, jadi skripsi belum sempat dikerjakan. Masalah waktu, hanya Tuhan yang tahu. Pasti dikasi lulus juga nanti. Hahahahaha”, jawab Deni diselingi tawa.

“Hmm. Iya tapi sesibuk -  sibuknya kamu, jangan melupakan kewajibanmu yang satu itu. Rugi ilmu yang kamu punya kalau tidak sarjana” ujar Bude.

“Iya sih Bude tapi sarjana atau tidak kayaknya sama saja. Biar sarjana kalau tidak ada keahlian, akhirnya cuma jadi beban juga di masyarakat. Mendingan yang belum sarjana tapi sudah mampu berbuat untuk masyarakat”, ujar Deni.

“Hmm. Iya Bude hanya mengingatkan saja”, ujar Bude.
“Sip. Bude tenang saja. Cepat atau lambat pasti sarjana itu. Doakan saja”.

Tidak berapa lama ngobrol, tiba - tiba Bude dan Deni dikagetkan sosok seorang gadis yang memakai jilbab putih bermotif bunga.
Tidak biasanya Deni seorang aktivis yang benci dengan kata perempuan rupanya sedang tertarik melihat gadis itu.

Aktivis Deni sangat jarang bahkan isi kepalanya tidak peduli dengan kata "Perempuan".

Mengapa?

Karena Deni lebih memilih menjadi seorang aktivis kritis daripada harus menjadi pria tampan penuh romantis.

Tapi kali ini Deni sepertinya jatuh disana. Sepertinya Deni sedang tersengat aliran listrik 1000Volt. Setelah melihat dan melirik dari balik kepulan asap rokok pria tampan itu. Balasan senyum khas gadis itu ke arah Deni membuat Deni seakan - akan di tuntut untuk terbang jauh.

Deni pun merasa tertarik ingin mencari tahu siapa sebenarnya gadis itu.

Namun setelah lama diam, perlahan gadis itu mulai menghilang dari pandangan Deni. Deni pun mencari tahu siapa sebenarnya gadis yang berkerudung itu?

Setelah semuanya berlalu Deni kembali dengan cangkir kopinya yang mulai dingin, tapi rupanya Deni sedang memikirkan bagaimana bisa bertemu kembali dengan gadis itu.

Namun, di sisi lain Deni sedang memikirkan jadwalnya yang padat.
Dimana Deni merancang cara untuk bisa turun ke jalan dengan aktivis lain.

"Ah... sudahlah. Aku ini seorang aktivis, sangat tidak mungkin aku mencintai dia! aku takut dirinya terluka karena jarang mendapatkan pujaan dan perhatian dari pacarnya, layaknya pasangan yang lain. ujar Deni dalam hati.

****
Keesokan harinya pagi - pagi sekali Deni ke warung bude Erni,
pagi itu jadwal Deni melakukan aksi penolakan Revisi UU terbaru. Sambil menunggu aktivis lain, Deni memesan kopi dengan racikan biasa.

Tiba - tiba pikiran Deni tertuju pada sosok gadis misterius yang bertemu dengannya kemarin.
"Dia siapa sebenarnya?" Ujar deni dalam hati.

Akhirnya Deni memilih untuk berjalan ke perpustakaan kampus.
"Mungkin saja gadis itu sedang berada disana". Kata deni dalam hatinya.

Sebagai mahasiswa yang sudah hampir tujuh tahun hidup dan makan asam garam kehidupan di kampus, Deni seakan hafal betul kelakuan mahasiswa - mahasiswa di kampusnya. Iklim intelektual yang seharusnya kental di lingkungan kampus tidak dirasakan olehnya. Hanya segelintir kelompok mahasiswa yang masih peduli dengan keadaan ini dan berusaha untuk menghidupkan kembali iklim intelektual tersebut.

Akhirnya, Deni melihat gadis itu berdiri di lorong Gedung Fakultas Ekonomi, menuju perpustakaan.
Gadis itu mendekati Deni lalu deni pun perlahan mendekat.

Entah siapa yang memulai, tangan keduanya saling menyatu.
"Hai, aku Rani. Fakultas Ekonomi".
"Hai, aku Deni, mahasiswa Pendidikan Sejarah". Ujar deni sambil memberi senyum simpul.
Setelah lama ngobrol, kedua saling menukar nomor ponsel.
Deni pun pamit setelah mendapat telepon dari Anwar seorang korlap dalam aksi kali ini.

***
Pikiran Deni tidak terlepas dari sosok gadis berkacamata itu.
Dalam hati Deni berpikir "Aku tidak mungkin menjadikan dia kekasihku, kami dibatasi oleh perbedaan keyakinan".
Lalu deni mulai menulis surat untuk Rani;
"Ran, dengan kamu hanya memberiku kesempatan mengenalmu bukan untuk memilikimu, kata Deni dalam hati.
Tuhan Mempertemukan untuk sebuah alasan, entah untuk belajar atau mengajarkan, entah untuk sesaat atau selamanya, entah menjadi bagian terpenting atau hanya sekedar menjalani sementara waktu, akan tetapi tetaplah menjadi yang terbaik di waktu tersebut, lakukan dengan tulus meski tidak menjadi seperti apa yang diinginkan, tidak ada yang sia - sia karena Tuhan yang mempertemukan.
Saat itu juga Deni mengingat syair dari Tia Avi yang berjudul adilkah ini.

Untuk bintang malam yang terlihat penuh pesona, apakah kau yang ada di sana pun melihatnya?
Malam adalah kenyataan dimana kita sadar akan betapa butuhnya kita akan cahaya. Sadarkah kisah cinta kita, lebih indah daripada apa yang kalian lihat di tayangan telivisi, lebih indah dan lebih mengharukan daripada film Ada Apa Dengan Cinta, lebih mengharukan ketika Thor berjanji kepada Jane saat ia pergi ke Asgarad. Sadarkah itu?
Rani perempuanku, wanita kerudung putih penghuni cinta. Pandai pandailah menyimpan hati dan meyimpan perasaan, walaupun itu berat rasanya dan terkadang kita yang tersakiti. 

Iya... terkadang aku lebih tersakiti, bagaimana tidak? Ketika rasa telah melonjak, hati tak lagi mampu bergumam apa daya mulut telah terkunci, hanya jemari yang mampu mengabari, namun pengabaian tulisan kabar itu sering tak terbalaskan hal itu yang sedikit menambah kesukaan padamu Ran.
Mungkin kita sering berfikir terbalik dari salah menjadi benar dari pengabaian yang dianggap itu tak serius dan serius itu hanya candaan.

Namun aku menyadari perbedaan kita yang dapat menahan dan bertahan dalam suatu kondisi, yang membuat kita tak mampu masuk dalam ruang hati, kecuali kau memberi celah walaupun sedikit, dan siapa yang duluan masuk itulah yang kau menangkan, bukan siapa yang lama menantimu dan memperhatikanmu.

Adam dan hawa sosok yang menginspirasi cinta di dunia, seberapapun jarak memisahkan, mereka akan tetap saling mencari. Namun sadarkah dengan diri kita sendiri, sudah dekat bukan saling mencari namun saling menahan diri dan itu lebih pandai bermain hati. Tetapi, ketika kita saling menahan pasti saja ada yang mengkhianati, namun aku seperti penjaga perasaan, yang tak jarang mengkhianati bahkan terkhianati. Lalu apa yang kamu mau wahai keturunan Hawa? 

KESETIAAN atau KENYAMANAN??
Deni pun pergi, karena dia sadar perbedaan itu tidak mampu menyatukan keduanya.

Oleh : Oswaldus Sirno
Marjinnews Surabaya

COMMENTS

Name

Artikel,141,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,160,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,3,BPJS,1,Budaya,38,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,183,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,579,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,38,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,280,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,50,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,114,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,71,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,294,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,258,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,419,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,20,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1148,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,38,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,88,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,20,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,20,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,71,Sumba,8,Surabaya,35,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,48,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,14,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Terpisah oleh Pagar Tuhan, Kisah Cinta Seorang Aktivis
Terpisah oleh Pagar Tuhan, Kisah Cinta Seorang Aktivis
https://2.bp.blogspot.com/-DN_bRCCLHS8/WrEquvw5omI/AAAAAAAACs4/wDfvUF77xi4Rixq14zIHrCuM78-cYI4JgCLcBGAs/s320/20180320_233332.png
https://2.bp.blogspot.com/-DN_bRCCLHS8/WrEquvw5omI/AAAAAAAACs4/wDfvUF77xi4Rixq14zIHrCuM78-cYI4JgCLcBGAs/s72-c/20180320_233332.png
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/03/terpisah-oleh-pagar-tuhan-kisah-cinta.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/03/terpisah-oleh-pagar-tuhan-kisah-cinta.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close