Siswi Usia 16 Tahun di Ruteng Hamil 7 Bulan Akibat Diperkosa Pelajar SMA
Cari Berita

Siswi Usia 16 Tahun di Ruteng Hamil 7 Bulan Akibat Diperkosa Pelajar SMA

31 March 2018

"Saat ini terduga dugaan perkosaan masih menjalani liburan sehingga belum bisa didatangi petugas," kata Daniel (Foto: Istimewa)
Ruteng, marjinnews.com - Salah seorang siswi  SMA di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur bernama EA (16) harus menelan pil pahit akibat kehilangan masa depannya pasca sebuah peristiwa naas yang dialaminya beberapa waktu lalu dengan pelajar lain di Kota tersebut.

Saat ini EA tengah mengalami depresi berat usai diperkosa F, pelajar SMA di Kota Ruteng yang saat ini tengah pulang kampung untuk liburan. EA sementara ini tengah mengandung tujuh bulan pasca kejadian pemerkosaan yang dialaminya usai nonton pasar malam di Lapangan Motang Rua, Kota Ruteng pada September 2017 silam.

"Kasusnya sudah ditangani Penyidik Polres Manggarai usai keluarga korban melapor kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Waso, Brigpol Theodorus Angkat, Rabu (28/3/2018) siang.  Kalau telah terjadi persetubuhan anak dibawah umur dilakukan pada bulan September 2017 mengakibatkan kondisi korban saat ini hamil usia kandungan 7 bulan," ujar Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasubag Humas, Ipda Daniel Djihu di Ruteng, Jumat (30/3/2018) malam seperti dilansir Pos Kupang.

Daniel menjelaskan, korban masih berstatus pelajar SMA dan pelaku pun berstatus pelajar.

"Saat ini terduga dugaan perkosaan masih menjalani liburan sehingga belum bisa didatangi petugas," kata Daniel.

Ia menjelaskan, pada September 2017 korban bersama temannya mengunjungi acara pasar malam di Lapangan Motang Rua ketika mau pulang korban bersama temanya berpisah.

"karena korban jalan sendiri kemudian korban didatangi pelaku dan menawarkan untuk mengantar pulang korban ke Waso. Korban pun mengikuti ajakan pelaku untuk antar pulang, sesampainya di Waso pelaku mengajak korban untuk singgah di kos tidak jauh dari rumah korban. Sesampainya di dalam kos pelaku mengajak korban untuk tidur sama-sama lalu melakukan hubungan badan dengan korban. Setelah melakukan aksinya pelaku mengantar korban Ke rumahya sekitar jam 22.00 wita," papar Daniel.

Beberapa waktu sebelumnya diduga telah terjadi pelecehan seksual terhadap siswi SMA sebuah sekolah di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT.

Adapun peristiwa yang terjadi di Borong melibatkan seorang guru SMP dan seorang siswi SMA yang pada waktu itu sudah tinggal dalam satu rumah. (AA/MN)