Selama Tiga Tahun Tidak Mendapatkan Pelayanan Natal dan Paskah, FP2GSN Menggelar Rapat
Cari Berita

Selama Tiga Tahun Tidak Mendapatkan Pelayanan Natal dan Paskah, FP2GSN Menggelar Rapat

MARJIN NEWS
12 March 2018

Masyarakat Stasi Necak menggelar rapat dalam rangka pembahasan masa depan pelayanan iman umat setempat (Foto: Istimewa)
Lamba Leda, Marjinnews.com– Tokoh masyarakat yang bergabung dalam forum Peduli Pembangunan Gereja Stasi Necak (FP2GSN), mengelar rapat pada Minggu (11/3).

FP2GSN di kabarkan sedang membahas point penting terkait masalah pelayanan Natal, Paskah dan hari raya keagamaan yang sudah tidak mendapatkan pelayanan dari Paroki St. Yusup Benteng Jawa.

Mereka menggelar rapat dalam rangka membangun kembali gereja Stasi Necak pasca ambruk karena ditumbangi pohon, sehingga mengakibatkan kapela lama Stasi Necak menjadi rusak. Kondisi gereja saat ini sudah tidak beratap.

Akibatnya selama 3 tahun berturut – turut Stasi Necak tidak mendapat pelayanan Natal maupun Paskah dari Paroki.

Selain Pastor Kapelan Paroki St. Yusup Benteng Jawa Rm. Agustinus Ganggung, Pr. Ketua Stasi Necak, Tokoh Agama dan tokoh pemuda stasi Necak  juga terlibat dalam rapat tersebut.

Pastor Kapelan Paroki St. Yusup Benteng jawa Rm. Agustinus Ganggung Pr, menjelaskan, pihak paroki mengapresiasi atas inisiatif dan motivasi dari Forum Peduli Pembangunan Gereja stasi Necak (FP2GSN), yang dengan semangat untuk membangun gereja baru di stasi Necak.

“Atas semangat yang luar biasa ini paroki akan mengadakan perayaan Paskah tahun ini di stasi Necak dan sementara menggunakan Kapela lama yang sudah rusak, sebagai motivasi dalam pembanguna geraja baru stasi Necak ” tegas Romo Ganggung. Seperti yang di lansir dari wartaberitantt.net

Selain itu, Koordinator Pembangunan Gereja stasi Necak, Wensislaus Rahaman, menerangkan kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh seluruh umat Stasi Necak.

“Kegiatan ini  sudah di dukung oleh seluruh umat, karena hari ini baru rapat awal, tetapi dengan antusias dan loyalitas yang tinggi sebanyak 18 KK yang tergabung dalam Forum Peduli Pembangunan Gereja stasi Necak (FP2GSN), mengumpulkan dana awal sebesar Rp.24.000.000, tidak dipikirkan ternyata umat stasi punya antusias yang tinggi dalam membagun gereja,” jelas Rahaman.

Ketua Dewan Stasi Compang Necak, Agustinus Jelahu, juga menjelaskan, kegiatan ini adalah seutuhnya inisiatif dari umat stasi Necak dan didukung oleh pihak paroki, kiranya juga dalam rangka pembangunan gereja baru ini semua umat merasa memiliki dan seutuhnya bertanggung jawab dari hati guna membangun Gereja, Hal ini bukan karena terpaksa, Namun karena sesungguhnya gereja ini adalah milik umat dan untuk umat juga.

Ia mengaku kalau hasil rapat hari itu meyepakati beberapa poin, yakni : Seluruh umat stasi Necak wajib menyumbangkan Material berupa Pasir, batu, dan Balok Kayu.

Tidak hanya itu, Jelahu mengharapkan kiranya seluruh umat, donatur dan keluarga besar stasi necak yang berada diluar wilayah, dapat membantu sedikit demi sedikit demi tercapainya pembangunan gereja Stasi necak.

Bonefasius Ndasak, salah satu umat stasi Necak mengaku sangat senang dan berharap kiranya pemerintah maupun donatur bisa menyumbangkan untuk kesuksesan pembangunan gereja ini. (OS/MN)