Relawan Esthon-Christ Manggarai Raya Kecam Pemberitaan Media Online Lensantt.com
Cari Berita

Relawan Esthon-Christ Manggarai Raya Kecam Pemberitaan Media Online Lensantt.com

MARJIN NEWS
27 March 2018

Menurut relawan Esthon-Christ Manggarai Raya itu, Lensantt.com sangat tampak mengkonstruksikan berita tanpa berdasarkan fakta yang sebenar-benarnya fakta. kemunculannya  menjadi tanda tanya untuk siapakah media tersebut hadir di publik NTT? (Foto: Istimewa)

Ruteng, Marjinnews.com - Disaat masyarakat sedang giat memerangi maraknya berita Hoax, media www.Lensantt.com justru tampil sebagai media online dengan segala pemberitaan yang tidak seimbang, dan keobjektifan beritanyapun dipertanyakan.

Demikian kata relawan calon gubernur NTT pasangan nomor urut satu Esthon-Christ Manggarai Raya Paul Hendrik, kepada marjinnews.com pagi tadi Selasa (27/3) dalam menanggapi pemberitaan yang dimuat media online, Lensantt.com.

Menurut relawan Esthon-Christ Manggarai Raya itu, Lensantt.com sangat tampak mengkonstruksikan berita tanpa berdasarkan fakta yang sebenar-benarnya fakta. Kemunculannya menjadi tanda tanya untuk siapakah media tersebut hadir di publik NTT?

Menurut Paul Hendrik, jika Mengamati pemberitaan www.Lensantt.com maka bisa diambil dua hal berikut;

Pertama, www.lensantt.com membuat publik makin sulit menemukan  mana media online yang mereka benar-benar objektif menyajikan berita dan sesuai fakta yang benar-benar fakta.

Kedua, tulisan www.lensantt.com membuat publik makin mudah menilai media online tersebut pesanan pihak tertentu untuk suksesi Pilgub NTT.

"Dengan segala keterbatasan pengetahuan saya tentang dunia jurnalistik, barangkali tidak salah saya menempatkan wartawan dan berita merupakan kunci utama dari sebuah media online. Dimana berita adalah hasil olahan dari sebuah peristiwa dan fakta-fakta," papar Hendrik.

Lanjut Paul Hendrik, dibalik berita media online www.Lensantt.com tentu ada wartawan yang bekerja melaporkan sebuah peristiwa atau fakta-fakta. Kemudian nilai berita media online adalah ukuran dan standar bagi wartawan. Hal itu merupakan kriteria-kriteria utama dalam praktik kerja seorang wartawan.

"Saya mengatakan, wartawanlah ruh sesungguhnya dari berita media online. Apakah berita yang disajikan berdasarkan fakta yang benar-benar fakta termuat dalam berita berjudul Usai Dikunjungi Chris Rotok, Tokoh Masyarakat Ini Arahkan Dukungan Ke Benny K Harman. Publik membutuhkan jawaban Apakah wartawan www.Lensantt.com jujur atau ikut berbohong menyajikan sebuah berita, itu lagi-lagi tergantung bagaimana tingkat kinerja dan mentalitas seorang wartawan," jelas Hendrik.

Tambahnya, kejujuran, keobjektifan, netralitas dalam membangun sebuah berita, benar-benar berdasarkan fakta yang sebenar-benarnya fakta, pada urutannya akan menghasilkan berita yang benar.

Dirinyapun menyarankan agar Isi berita harus seimbang dan akurat. Sebagaimana adanya. Dan berita demikian hanya lahir dari wartawan yang punya integritas tinggi. Idealisme yang kuat. Dan wawasan yang luas.

"Mari melihat dimana letak tulisan  www.Lensantt.com dalam menyajikan  berita yang singkat, padat namun jauh dari kejelasan apalagi berdasarkan fakta lapangan," tutur Hendrik.

Sebab, menurut relawan Esthon-Christ Manggarai Raya itu menjelaskan bahwa, tempat, waktu dan lokasi berita ditulis, mengada-ada. Penuh kebohongan dan rekayasa sesat untuk menjatuhkan kredibilitas Drs.Christian Rotok selaku calon wakil gubernur NTT.

"Media online www.lensantt.com menceritakan semua bagian dimana terdapat data dan fakta yang tidak saling menghubungkan semua pelaku serta aspek yang ada di lapangan. Lensantt.com sedang berimajinasi dalam membuat berita dengan menghadirkan tokoh bernama Stefanus Manjar pada ruang waktu tidak nyata sesuai fakta untuk pembentukan opini dan menggiring opini memilih paslon tertentu sambil melakukan perusakan pada kredibilitas paslon lain dalam hal ini Drs.Christian Rotok," pungkas Paul Hendrik.

marjinnews.com pun kemudian mencoba untuk menghubungi pihak Media Lensantt.com untuk mengkonfirmasi terkait peristiwa ini. Namun, sampai berita ini diturunkan pihak kami belum berhasil menghubungi media itu. (RN/MN).