$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

Refleksi Piala Kehidupan Menyongsong Pesta Paskah

Piala juga berbicara tentang kesedihan dan kematian. Piala perak Yusuf dalam kitab kejadian yang ditemukan di dalam karung Benyamin (Foto: Dok. Pribadi)
FIFA memilih Christian Ronaldo sebagai pemain sepak bola terbaik sedunia di ballon D’or tahun 2017. Christian Ronaldo diberikan piala yang terbuat dari emas dan dihiasi dengan ukiran yang begitu menarik dan indah.

Christian Ronaldo memegang piala yang telah diraih dan diangkat ke atas bahunya sambil diarak ke arah penonton. Orang–orang yang menyaksikan hal itu begitu meriah. Mereka bersorak–sorai sambil bertepuk dan melambaikan tangan.

Christian Ronaldo tentu tertanam juga kegembiraan yang besar dalam hatinya. Itu Nampak lewat gaya dan senyumnya kepada audiance yang hadir. Demikian juga piala yang diterima oleh Roger Federer sebagai bintang tenis swiss.

Roger Federer memamerkan dua piala sebagai atlet putra terbaik dan comeback of the year terbaik pada ajang Laureus World Sport Awards 2018 di Monaco. Roger Federer sangat tersentuh saat mengangkat kedua piala itu. Dia menitik air mata sukacita di hadapan penonton. Sebab, Laureus Award  adalah penghargaan yang sangat bergensi.

Piala yang dipegang dan diangkat oleh Christian Ronaldo dan Roger Federer berbicara tentang sukses, keberanian, kapahlawanan, popularitas dan kemampuan mereka yang hebat dalam dunia bola dan tenis. Berkat kemenangan, mereka mampu menarik mata orang–orang seluruh dunia.

Mereka juga menarik banyak sahabat baru karena menjadi pemenang dan pemain terbaik sedunia. Christian Ronaldo dan Roger Federer menjadi tokoh idola dan disukai oleh banyak orang. mereka menjadi teladan bagi banyak orang dalam dunia sepak bola dan tenis.

Piala juga berbicara tentang kesedihan dan kematian. Piala perak Yusuf dalam kitab kejadian yang ditemukan di dalam karung Benyamin. Piala perak itu yang membawa malapetaka bagi Benyamin. Karena piala perak itu sangat berarti bagi Yusuf meurut adat kebiasaan di Mesir.

Piala perak membarikan ramalan dengan memperhatikan gerak atau suara air, yang dituangkan ke dalam piala. Sehingga, Yusuf menahan Benyamin untuk menjadi budak sementara di tanah Mesir dan saudaranya yang lain disuruh pulang dengan perasaan sedih dan takut.

Meraka sedih karena Benyamin sebagai adik ditahan dan mereka takut apabila Yakub sebagai ayah mati karena Benyamin ditahan dan menjadi budak sementara di Mesir. Sokrates juga sebagai filsuf terkenal mati karena minum dari piala yang berisi racun. Dia menerima piala yang membawanya pada penderitaan dan kematian.

Kita sebagai umat katolik juga tentu tidak terlepas dari piala. Piala yang dibicarakan untuk kita sebagai umat katolik bukanlah piala kemenangan seperti Christian Ronaldo dan Roger Federer. Bukan pula piala kesedihan seperti Benyamin dan piala kematian seperti Sokrates. Piala yang dibicarakan untuk kita sebagai umat katolik adalah simbol kehidupan yang berisi penderitaan dan sukacita.

Piala itu sama seperti piala yang dibicarakan oleh Yesus sebagai berkat dan jalan menuju keselamatan. Maka, Masa Prapaska tentu menjadi kesempatan yang baik untuk merenungkan piala kehidupan itu. Kita membandingkan piala kehidupan yang kita jalankan dengan piala kehidupan dari Yesus Sang Guru.

Piala kehidupan Yesus penuh dengan penderitaan mulai dari taman Getzemani hingga puncak pada Golgota. Piala kehidupan itu penuh dengan penderitaan fisik, mental dan spiritual. Yesus mengalami penderitaan dengan siksaan, dipukul, ditinggalkan dan kecemasan yang sangat mendalam.

Yesus dijauhkan dari orang banyak dan hanya keluarga serta sebagian para Murid yang berempati kepada – Nya. Piala kehidupan yang dijalankan oleh Yesus penuh kepahitan. Yesus berkata, “Hati–Ku sangat sedih, sampai mau mati rasanya” (Mat. 26:38).

Namun, Yesus memiliki kepercayaan di atas pengkhianatan secara fisik, mental, dan spiritual. Yesus tetap memandang penderitaan itu sebagai tindakan spiritual. Yesus menjalani penderitaan bukan karena salah melainkan sebagai bentuk penyerahan diri yang total kepada kehendak Bapa–Nya.

Yesus tidak berpaling dari penderitaan dan justru Ia berseru, “Ya Bapa, jikalau piala ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendakMu!” (Mat 26 : 42). Yesus mempertahankan iman atau kepercayaan meskipun harus memikul penderitaan.

Dia mempertahankan piala kehidupan–Nya untuk mendapat keselamatan bagi umat manusia dan memperoleh kemulian dari Allah. Bagi Yesus, penderitaan atau berkorban yang melahirkan sukacita adalah kehidupan dan kemulian, bukan sukacita yang malahirkan penderitaan.

Dia melakukan itu seperti pepatah kuno; bersusah dahulu dan bersenang-senang kemudian. Yesus membuktikan hal itu lewat kebangkitan–Nya yang kekal dari kematian. “Sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang dikatakan–Nya" (Mat 28:6).

Kita tidak mungkin mampu menanggung piala kehidupan seperti Yesus. Karena, kita lebih mengutamakan hidup yang penuh dengan kesenangan. Kita lebih suka hidup untuk menikmati kesenangan daripada hidup untuk menderita atau berkorban.

Kita bisa hidup berkorban hanya karena taat pada aturan, pimpinan, cari perhatian, mengejar jabatan dan ingin dapat uang. Dan bahkan semua itu kita jalankan dengan sikap bersungut–sungut dan terpaksa. Kita jarang melakukan segala sesuatu dengan sikap spiritual yang penuh gembira dan mau berkorba.

Oleh karena itu, yang kita lakukan tanpa spiritual itu adalah sebuah pekerjaan dan yang dilakukan dengan spiritual itu adalah sebuah pelayanan. Sehingga, kita jangan tanya buah dari kerja keras selama ini, kalau memang dijalankan tanpa spiritual. Karena segala sesuatu yang kita kerjakan tanpa diimbangi oleh sikap spiritual pasti tidak akan buah banyak. Sikap spiritual itu bagaikan sel hidup yang membuat kita bertumbuh, bergerak dan menjadi pribadi yang sukses.

Kita sudah masuk dalam lingkaran masa prapaskah sebagai masa tobat yang mulai dari hari rabu abu dan berpuncak pada jumat agung. Bertobat berarti memalingkan diri kepada Tuhan dan membuat Tuhan semakin merajai kita. Kita bertobat dengan cara berpantang dan berpuasa.

Namun, pertobatan sejati merupakan realitas hidup setiap hari yang dapat kita olah secara terus–menerus. Kita bangun dari hidup santai menuju hidup yang penuh pengorbanan. Kita lakukan dengan cara memegang dan mengangkat piala kehidupan setiap hari.

Memegang piala kehidupan berarti melihat secara kritis kehidupan apa yang kita jalani mulai dari masa tobat hingga selanjutnya. Tanpa memperhatikan kehidupan secara kritis, kita pasti kehilangan pandangan dan arah. Kita lebih mudah hidup dalam suasana pesta pora yang tanpa tujuan. Maka, Masa tobat yang sejati merupakan kesadaran awal yang kita bangun untuk hidup selanjutnya.

Kita bangun dari hidup yang bermalas–malasan baik dengan pekerjaan maupun dalam hal hidup rohani. Kita meninggalkan cara hidup yang lama dan membangun hidup yang baru dengan semangat pengorbanan seperti Yesus.

Yesus memperoleh kehidupan sukacita dan kemuliaan yang kekal karena menaruh piala kehidupan - Nya di atas penderitaan. Kita juga hendaknya belajar berkorban bagi orang lain seperti Yesus. Kita akan mengangkat piala kehidupan, dan menyerukan nama Tuhan (Mzm 116:13) sebagai jalan keselamtan dan sukacita.

Kita juga perlu menjadi manusia pendaki (Climber) yang tidak pernah berhenti bermimpi dan punya kemauan yang kuat untuk mewujudkan mimpi itu. Kita terus bergerak untuk mengangkat piala kehidupan walaupun penuh derita, demi memperoleh hidup sukacita dalam Yesus.

Oleh: Andrianus Darman
Alumni SMP/SMAK St. Klaus Werang, Manggarai Barat

COMMENTS

Name

Artikel,141,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,160,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,3,BPJS,1,Budaya,38,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,183,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,579,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,38,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,280,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,50,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,114,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,71,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,294,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,258,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,419,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,20,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1148,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,38,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,88,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,20,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,20,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,71,Sumba,8,Surabaya,35,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,48,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,14,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Refleksi Piala Kehidupan Menyongsong Pesta Paskah
Refleksi Piala Kehidupan Menyongsong Pesta Paskah
https://4.bp.blogspot.com/-rYTCIon7S0M/WqVEEesYOZI/AAAAAAAAA_Q/HJ4fCLwA1PI6UsNB--3ZEL_jQZEN39SsACLcBGAs/s320/Andrianus%2BDarman%2Bmarjinnews.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-rYTCIon7S0M/WqVEEesYOZI/AAAAAAAAA_Q/HJ4fCLwA1PI6UsNB--3ZEL_jQZEN39SsACLcBGAs/s72-c/Andrianus%2BDarman%2Bmarjinnews.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/03/refleksi-piala-kehidupan-menyongsong.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/03/refleksi-piala-kehidupan-menyongsong.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close