Pollycarpus dan Muchdi Masuk Di Partai yang Sama, Akankah Kasus Munir Terungkap?

"Ini petunjuk untuk penegak hukum, bahwa ada relasi yang terjadi antara Pollycarpus dan Muchdi Purwoprandjono" Kata Yati (Gambar: Ilustrasi)
Feature, marjinnews.com - Isu bergabungnya Pollycarpus dan Muchdi dalam salah satu partai  baru yang lolos verifikasi KPU beberapa waktu lalu membuat isu pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib kembali muncul ke permukaan.

Sekretaris Jenderal Partai yang dimaksud (Berkarya, -red) Badaruddin Andi Picunang seperti dilansir TEMPO.CO membenarkan isu bahwa Pollycarpus dan Muchdi menjadi pengurus partai.

"Tugasnya memenangkan partai di Maluku dan sekitarnya," terangnya tentang tugas Pollycarpus.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada Rabu 7 Maret 2018 menegaskan bahwa warga negara berhak bergabung di partai mana saja. Ia mengatakan bahwa setiap orang memiliki hak politik masing-masing dan ia tidak memiliki kewenangan untuk memberikan izin atau tidak.

Sementara itu, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) melalui koordinatornya Siti Andriyani menegaskan bahwa bergabungnya Pollycarpus dan Mantan Deputi V/Penggalangan Badan Intelejen Negara (BIN) Muchdi Purwoprandjono dalam partai yang sama menjadi fakta baru bahwa mereka memiliki komunikasi baik selama ini.

"Ini petunjuk untuk penegak hukum, bahwa ada relasi yang terjadi antara Pollycarpus dan Muchdi Purwoprandjono" Kata Yati seperti dilansir TEMPO.CO pada Rabu, 7 Maret 2018.

Persoalan komunikasi yang diungkap Yati cukup beralasan mengingat pada waktu sidang kasus tersebut hakim tidak mempertimbangkan fakta setidaknya ada 37 kali komunikasi yang melibatkan keduanya. Hal ini membuat Muchdi bebas karena tidak terbukti bersalah sebagai orang yang memerintahkan Polly menghabisi Munir dengan racun dalam penerbangan ke Belanda pada 7 September 2004 silam.

Menurut Yati, mempertegas pernyataanya mengatakan bahwa munculnya orang-orang yang diduga terlibat dalam pelanggaran HAM di ruang publik termasuk partai politik adalah hal yang terencana. Ia juga menegaskan agar Presiden Jokowi harus melihat ini sebagai momen untuk mengumumkan dokumen TPF Munir kepada masyarakat Indonesia.


Menengok Fakta Persidangan Kasus Munir

Pada Rabu, 31 Desember 2008 dalam berkas putusan sidang PN Jakarta Selatan atas Muchdi Purwopranjono melalui putusan Nomor 1488/Pid/B/2008/PN Jaksel yang dipimpin Hakim Soeharto menyatakan bahwa Muchdi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya

Namun, penting bagi kita untuk menelisik fakta-fakta persidangan dalam berkas bertuliskan "Jabatan yang membuka banyak peluang untuk menghentikan kegiatan-kegiatan korban almarhum Munir yang telah merugikan terdakwa" itu.

Dokumen tersebut menyebutkan bahwa Munir adalah Koordinator KontraS yang paling vokal mengatakan bahwa pelaku penculikan terhadap 13 aktivis periode tahun 1997-1998 adalah oknum anggota Kopassus yang dikenal dengan nama operasi Team Mawar.

Suara Munir ini menumbuhkan benih kebencian dalam diri seorang Muchdi karena ia harus diberhentikan dari jabatannya sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus yang baru dijabatinya selama 52 hari.

Adapun Muchdi masih dari keterangan dokumen tersebut kemudian diangkat menjadi Kepala Deputi Deputi V BIN pada 27 Maret 2003.

Selanjutnya dipaparkan, Muchdi menggunakan jejaring nonorganik BIN yakni Pollycarpus Budihari Priyanto yang sehari-harinya pilot PT Garuda Indonesia Airways untuk  menghilangkan jiwa Munir. Sebab saat itu diketahui bahwa Munir bakal terbang ke Belanda dengan menggunakan Garuda Indonesia.

Pollycarpus pun kemudian diatur sebagai staf aviation security atau pengamanan penerbangan agar dapat mengikuti penerbangan PT Garuda Indonesia Airways yang mana saja, termasuk pesawat yang nantinya bakal ditumpangi Munir.

Selanjutnya dipaparkan bagaimana Pollycarpus membuat surat rekomendasi kepada PT Garuda Indonesia Airways agar ditempatkan di corporate security. Konsep surat itu diketik oleh Pollycarpus menggunakan komputer di ruangan staf Deputi V BIN. Setelah selesai, surat kemudian dikoreksi oleh saksi Budi Santoso yang sempat bertanya, “Ini untuk apa?”

Polly menjawab, “Pak, saya mau bergabung di corporate security karena di Garuda banyak masalah.” Budi Santoso pun bersedia mengoreksi surat karena mengetahui bahwa Polly merupakan jejaring nonorganik Muchdi. Surat kemudian dibawa Polly ke ruangan Muchdi.

Selang beberapa hari, Polly sempat memberitahu Budi Santoso, “Pak, saya dapat tugas dari Pak Muchdi Purwopranjono untuk menghabisi Munir”.

Surat itu pun kemudian ditandatangani dan dimasukkan ke dalam amplop bernomor BIN bernomor R-451/VII/ 2004 yang selanjutnya diserahkan secara langsung oleh Polly kepada Indra Setiawan, Dirut PT Garuda Indonesia Airways. Polly pun akhirnya ditugaskan sebagai staf corporate security sebagai mana diminta.

Selanjutnya, Polly menghubungi handphone Munir yang diterima Suciwati untuk menanyakan kapan Munir akan berangkat. Suci menjawab suaminya bakal berangkat Senin 6 September 2004 menumpang pesawat Garuda Boeing 747-400 dengan nomor penerbangan GA-974. Polly pun mengatur agar bisa ikut dalam penerbangan tersebut sebagai extra crew. Padahal seharusnya, Polly menjadi pilot utama penerbangan menuju Peking China pada 5 September hingga 9 September 2004.

Maka pada Senin malam, Polly pun berhasil terbang satu pesawat dengan Munir yang bertolak dari bandara Soekarno-Hatta. Pada pukul 23.32 WIB, setelah terbang sekitar 120 menit, pesawat mendarat di Bandara Changi Singapura.  Polly yang rupanya sudah berkenalan dengan Munir, mengajak korban menuju Coffee Bean melalui Gate 42.

Munir menunggu Polly yang memesan dua minuman, salah satunya telah diberi racun arsen untuk diberikan kepada korban. Munir rupanya menghabiskan minuman yang diberikan oleh Polly.

Selanjutnya, Munir kembali ke pesawat untuk melanjutkan penerbangan. Sementara Polly balik ke Jakarta. Selasa sekitar pukul 10.47, Polly menghubungi Budi Santoso dan mengabarkan: ”Mendapatkan ikan besar di Singapura”.

Sementara, di atas langit Rumania, Munir tewas, dua jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Schipol Amsterdam, Belanda. Berdasar hasil otopsi otoritas Belanda, di dalam tubuh Munir terdapat 3,1 miligram racun arsenik.

Proses pengadilan memang berjalan atas kasus ini. Namun, selubung misteri tak pernah jelas terungkap. Sebagaimana diketahui, vonis hakim terhadap terdakwa Muchdi pada Rabu 31 Desember 2008, sangat jauh dari tuntutan jaksa yakni 15 tahun penjara. "Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perencanaan pembunuhan terhadap Munir, sesuai dakwaan jaksa," kata Ketua Majelis Hakim Suharto seperti dilansir Tirto.id.

Kini mereka semua sudah menghirup udara bebas dan bahkan terlibat politik praktis melalui Partai Berkarya besutan Tommy Soeharto. Akankah kasus Munir terungkap? Kita kembalikan kepada Presiden Jokowi terutama soal komitmen beliau terkait kasus HAM di tanah air. (AA/MN)

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,162,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,182,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,570,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,37,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,278,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,117,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,62,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,291,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,257,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,416,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1136,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,37,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,68,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Pollycarpus dan Muchdi Masuk Di Partai yang Sama, Akankah Kasus Munir Terungkap?
Pollycarpus dan Muchdi Masuk Di Partai yang Sama, Akankah Kasus Munir Terungkap?
https://2.bp.blogspot.com/-p6Ok4Wje4RM/WqGGiLcVB5I/AAAAAAAADJY/GpR-gs0uLjgPFK8OVzKPEM5VkbhUcn67wCLcBGAs/s320/Munir%2BMarjinew.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-p6Ok4Wje4RM/WqGGiLcVB5I/AAAAAAAADJY/GpR-gs0uLjgPFK8OVzKPEM5VkbhUcn67wCLcBGAs/s72-c/Munir%2BMarjinew.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/03/pollycarpus-dan-muchdi-masuk-di-partai.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/03/pollycarpus-dan-muchdi-masuk-di-partai.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close