Polemik Status Kepemilikan UNIPA Maumere, Ini Saran Ahli Hukum
Cari Berita

Polemik Status Kepemilikan UNIPA Maumere, Ini Saran Ahli Hukum

MARJIN NEWS
29 March 2018

Menurut anggota Peradi itu, dilihat dari penampilan lembar pertama "Cover Depan" bergambar Burung Garuda, tertulis BUPATI SIKKA MAUMERE, kemudian bagian tengah ke bawah tertulis "Proposal PENDIRIAN UNIVERSITAS NEGERI NUSA BUNGA FLORES (UNB) MAUMERE, maka sulit diterima akal sehat publik, kalau ada oknum-oknum Yayasan UNIPA atau siapapun masih mau menyangkal. (Foto: Istimewa)
Marjinnews.com - Untuk menentukan siapa sesungguhnya pemilik UNIPA dan siapa yang mau mencoba berbohong kepada publik dan kepada dunia pendidikan di Sikka soal status pemilikan UNIPA, maka tidak sulit untuk membuktikannya.

Petrus Selestinus yang merupakan koordinator TPDI dan anggota Peradi menjelaskan bahwa, untuk menentukan siapa sesungguhnya pemilik UNIPA dan siapa yang mau mencoba berbohong kepada publik dan kepada dunia pendidikan cukup  dengan melihat sejenak lembar pertama "Cover Depan" Proposal Pembentukan Panitia Pendirian Universitas Negeri Nusa Bunga Flores Maumere sudah nampak tulisan: "Bupati Sikka", Drs. ALEXANDER LONGGINUS.

"Jika kita buka lembar kedua Surat Keputusan Bupati Sikka Nomor : 168a TAHUN 2003, Tanggal 15 Agustus 2003; Tentang Pembentukan Panitia Pendirian UNIVERSITAS NUSA BUNGA FLORES, kita akan temukan dalam salah satu Diktum Keputusan Bupati Sikka bahwa "Segala biaya yang timbul sebagai akibat dikeluarkan Keputusan ini dibebankan pada APBD Kabupaten Sikka TA-2003, Dalam Rencana Anggaran Satuan Kerja Bagian Sosial Setda Kabupaten Sikka," ujar Selestinus.

Menurut anggota Peradi itu, dilihat dari penampilan lembar pertama "Cover Depan" bergambar Burung Garuda, tertulis BUPATI SIKKA MAUMERE, kemudian bagian tengah ke bawah tertulis "Proposal PENDIRIAN UNIVERSITAS NEGERI NUSA BUNGA FLORES (UNB) MAUMERE, maka sulit diterima akal sehat publik, kalau ada oknum-oknum Yayasan UNIPA atau siapapun masih mau menyangkal atau berkata tidak jujur, bahwasanya keberadaan UNIPA berawal dari niat Pemda Sikka ingin memiliki sendiri sebuah UNIVERSITAS Negeri, yang pendiriannya dibiayai dari APBD SIKKA Tahun Anggaran 2003, terangnya.

"Karena itu menjelang Paskah, sebelum ayam berkokok 3 (tiga) kali, maka waktu untuk berkata jujur masih terbuka lebar untuk dimaafkan. Namun jika tidak, maka masyarakat Sikka akan menjatuhkan vonisnya pada tanggal 27 Juni 2018, mereka yang tidak jujur itu sedang bertarung dalam Pilkada di Sikka 2018. Kejujuran memang merupakan sesuatu yang paling mahal harganya saat ini. Karena itu rakyat Sikka-pun tidak akan mau memilih calon pemimpin yang tidak jujur dan tinggi hati, karena dusta dan ketidakjujuran seorang pemimpin hanya melahirkan masyarakat generasi muda yang pesimis menghadapi tantangan," jelas Selestinus.

Perjalanan Universitas Nusa Bunga, rupanya tidak mulus, karena semula Universitas yang hendak didirikan itu diberi nama Universitas Nusa Bunga, namun kemudian batal dan berubah menjadi "Lembaga Pendidikan Tinggi" NUSA NIPA sudah resmi dengan Akta Pendiriannya No. 05 Tahun 2003, Tanggal 8 Oktober 2003, oleh Pemda Sikka selaku pendirinya, itupun tidak berlanjut dan terakhir Tanggal 22 Oktober Tahun 2004, serta merta berubah menjadi YAYASAN PENDIDIKAN TINGGI NUSA NIPA yang mengubah secara fundamental karena mengaburkan sekaligus.menguburkan pemiliknya, dimana nama Pemda Sikka tidak lagi menjadi pendiri (tanpa ada pertanghungan jawab secara hukum) hingga saat ini. Ini ada apa?

Dengan kata lain terdapat penyimpangan atau pembelokan atau dalam bahasa gaul disebut menyalib ditikungan, karena pada posisi tanggal 22 Oktober 2004, Alexander Longginus, Joseph Ansar Rera dkk. di hadapan Gervatius Portasius Mude, SH, Notaris di Maumere, nama Pemda Sikka dihilangkan, posisi Pemda Sikka selaku pemegang mandat DPRD SIKKA untuk mendirikan UNIPA diubah manjadi pribadi-pribadi Alexander Longginus, Joseph Ansar Rera dkk. selaku pendiri dengan menggunakan dana dari APBD SIKKA TA 2003 Rp. 2 miliar dll.

Dalam dokumen Permintaan Persetujuan yang diajukan Bupati Sikka kepada DPRD Sikka, sebagaimana SK. DPRD SIKKA Tanggal 10 Desember 2003-pun, nama Universitas NUSA BUNGA dan atau LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI NUSA NIPA sudah dihilangkan, sudah diganti dengan nama UNIVERSITA NUSA NIPA sebagaimana dalam Surat Keputusan DPRD Nomor : 17/DPRD/2003, TENTANG PERSETUJUAN PENDIRIAN UNIVERSITAS NUSA NIPA, Tanggal  10 Desember 2003 yang memberikan Persetujuan kepada Pemerintah Daerah Sikka untuk mendirikan UNIVERSITAS NUSA NIPA.

Dengan demikian, maka kalau sekarang ini masih saja ada oknum-oknum tertentu termasuk Drs. Alexander Longginus dan Yosef Ansar Rera sebagai Calon Kepala Daerah Sikka di masa kampanye, tidak mau jujur kepada masyarakat, dengan berpura-pura mengalihkan persoalannya pada isu menegerikan UNIPA dari status UNIPA sebagai milik YAYASAN yang adalah milik privat, sehingga terkesan pemilik Yayasan sebagai seorang Dermawan yang mau berbaik hati merelakan kekayaannya untuk kepentingan anak didik rakyatnya.

"Ini adalah cara berdusta yang tidak menunjukan kecerdasan seorang calon pemimpin, malah sesungguhnya ini adalah tindakan yang bodoh karena hendak meracuni masyarakat yang buta informasi, hanya karena akses informasi kepada masyarakat tidak dibuka seluas-luasnya, sehingga masyarakat Sikka mudah dikibuli dan digombali oleh calon pemimpinnya sendiri pada saat kampanye Pilkada 2018 ini," pungkas Selestinus. (RN/MN)