PMKRI Kupang Desak Penegak Hukum Proses Dugaan Korupsi Rujab Walkot Kupang
Cari Berita

PMKRI Kupang Desak Penegak Hukum Proses Dugaan Korupsi Rujab Walkot Kupang

MARJIN NEWS
31 March 2018

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang kemudian mendesak pihak Kejaksaan Negeri Kupang untuk segera memerikasa Direktur CV. Belindo Karya dan Kadis PUPR Kota Kupang. (Foto: Istimewa)
Kupang, Marjinnews.com - Proyek rehabilitasi rumah jabatan Wali Kota Kupang yang di kerjakan oleh Cv. Belindo Karya pada tahun 2017 silam patut di pertanyakan.

Proyek rehabilitasi yang telah menghabiskan dana rakyat senilai Rp. 1.7 Miliar itu kondisi fisiknya sampai saat ini tidak jelas. Apakah sudah di rehab atau belum, demikian disampaikan Ketua PMKRI Cabang Kupang, Markus Gani kepada marjinnews.com Sabtu (31/3).

"Kami menyayangkan anggaran begitu besar RP. 1,7 Miliar untuk rehab bangunan, dan sudah dikucurkan pada tahun 2017 namun sampai sekarang belum layak di tempati. Ada apa?" ujar Marko Gani.

Tambahya, "kami menduga ada indikasi korupsi yang di lakukan oleh CV. Belindo Karya yang bekerja sama dengan Dinas PUPR Kota Kupang, sehingga rehab rumah jabatan Wali Kota Kupang tak kunjung selesai," ujar Alumnus Unwira Kupang tersebut.

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang kemudian mendesak pihak Kejaksaan Negeri Kupang untuk segera memerikasa Direktur CV. Belindo Karya dan Kadis PUPR Kota Kupang, tegasnya.

"Kami juga meminta BPK Perwakilan Prov. NTT untuk menghitung kerugian Negara yang diduga korupsi oleh Direktur Cv. Belindo Karya dan Kepala dinas PUPR kota Kupang, serta mendesak DPRD Kota Kupang segera panggil Direktur CV. Belindo Karya untuk meminta
penjelasan," pungkas Gani. (TH/RN/MN/*)