Pemkab Manggarai Timur Tercoreng, Dua THL Adu Jotos Saat Apel, Satu Dilarikan Ke Puskesmas
Cari Berita

Pemkab Manggarai Timur Tercoreng, Dua THL Adu Jotos Saat Apel, Satu Dilarikan Ke Puskesmas

7 March 2018

Pasca insiden itu terjadi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Borong untuk mendapatkan pertolongan. Sementara pelakunya sudah ditahan polisi. (Foto: Ilustrasi)
Borong, Marjinnews.com – Keberadaan Tenaga Harian Lepas yang telah diangkat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur pada prinsipnya untuk memperlancar tugas pemerintah sekaligus pelayanan maksimal terhadap masyarakat Manggarai Timur.

Perilaku oknum THL yang melakukan aksi baku pukul saat apel dianggap telah mencoreng pemerintahan Manggarai Timur.

Hal ini disampaikan oleh Laurentius Ni, S.H,M.H saat dimintai tanggapannya oleh media ini terkait aksi adu Jotos antara THL berinisil H dan AW yang terjadi halaman kantor bupati Matim, Selasa, 27 Februari lalu.

Diketahui bawahwa H adalah THL di Disdukcapil Matim. Sedangkan, korban berinisial AW, seorang THL di Dinas Kominfo Matim.

Menurut Laurentius dengan berbagai persoalan yang telah di lakukan oleh pegawai harian lepas itu. Saatnya pemerintah membuka diri untuk melakukan evaluasi yang serius tentang keberadaan THL yang telah menghabiskan uang daerah dengan APBD yang miliaran rupiah.

“Kelihatan bahwa pimpinan SKPD yang ada tidak tegas dalam mengambil tindakan dan keputusan jika pegawai THL melakukan pelanggaran”, ungkap kandidat doktor hukum itu.

Ia menjelaskan bahwa sikap oknum THL yang adu fisik layaknya seorang preman sangat disesalkan karena hal ini tidak memberikan nilai yang baik bagi masyarakat.

“Pemerintah harus berani mengambil sikap ekstrim bagi THL yang macam-macam dengan memberhentikan dari pekerjaan yang ada. Jika dibiarkan terus persoalan di lingkup THL maka cerita adu jotos antar THL pasti belum berakhir dan pasti akan ada kejadian serupa lagi di kemudian hari”, tukas Laurentius.

Sebelumnya diketahui bahwa Aksi baku pukul antara Tenaga Harian Lepas (THL) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) terjadi halaman kantor bupati Matim, Selasa, 27 Februari lalu.

“Ada insiden pemukulan sesama THL di kantor Bupati kemarin dan korbannya pingsan karena kena tendangan,” ungkap salah satu sumber yang enggan namanya dimediakan, seperti dilansir VoxNtt.com.

Sumber itu menceritakan, pada saat mulai apel tiba-tiba ada yang jatuh pinsang. Terakhir baru diketahui bahwa salah satu THL di lingkup Pemkab Matim itu jatuh karena ditendang.

Pasca insiden itu terjadi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Borong untuk mendapatkan pertolongan. Sementara pelakunya sudah ditahan polisi.

Sumber: Floreseditorial.com