$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

NTT Ku Sayang, NTT Ku Malang

Data-data tersebut sangatlah menyakitkan untuk diketahui oleh kita semua. Apalagi jika kita harus mengetahui bahwa jenazah mereka diperlakukan seperti binatang dengan diambil bagian tubuhnya untuk berbagai macam alasan (Gambar: Ilustrasi).
Editorial, marjinnews.com - Awal tahun 2017 silam, tepatnya tanggal 31 Januari kita dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau buruh migran asal Sumba Barat, NTT di Hospital Seberang Jaya Penang pada pukul 05.18 AM waktu setempat akibat Septic Shock Secondary Multiple. 

Berdasarkan Surat Kematian yang dikeluarkan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia Penang (KJRI Penang) No.00408/KONS/II/2017, TKI malang tersebut adalah Linda Bunu (36), warga negara Indonesia asal Watu Bera, RT.13/RW.007 Kel. Kembu Kuning Kota Waikabubak Sumba Barat, NTT.

Awal tahun 2018 kita kembali larut dalam duka akibat kejadian serupa. Seorang TKW Indonesia asal NTT, Adelina harus berpulang karena kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi di luar negeri. Belum selesai diusut, pada Minggu (11/3) siang dua jenazah kembali membuat air mata masyarakat NTT dan Indonesia tak bisa dibendung.

Adapun dua jenazah itu adalah Milka Boimau asal Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupan dan Mateus Seman asal Kampung Mbeling, Desa Gunung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Menurut data yang ditulis Konsulat RI Tawau, Malaysia, Mateus Seman meninggal karena Coronary Artery Thrombosis. Pria berusia 43 tahun itu meninggal 5 Maret 2018 silam di Brought In Dead To Hospital Lahat Datu Sabah, Malaysia.

Data-data tersebut sangatlah menyakitkan untuk diketahui oleh kita semua. Apalagi jika kita harus mengetahui bahwa jenazah mereka diperlakukan seperti binatang dengan diambil bagian tubuhnya untuk berbagai macam alasan. Tidak manusiawi dan tidak bisa diterima begitu saja.

Kasus yang menimpa hampir semua penyumbang devisa bagi negara itu sepertinya tidak pernah ditangani dengan serius. Ada yang bersimpatik tetapi tidak bisa berempati. Bahkan ada juga yang nekat menjadikannya isu untuk kepentingan politik. Korban perlakuan tidak manusiawi pun makin menjadi-jadi.

Berdasarkan catatan Bank Dunia pada tahun 2015, sumbangan devisa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mencapai US$ 10,5 miliar atau sekitar 140 triliun rupiah. Hasil yang jauh lebih besar dari program pengampunan pajak Tax Amnesty yang hanya mencapai 110 triliun rupiah hingga awal tahun 2015, (Katadata.co.id, 26 Januari 2018).

Kendati demikian, masih banyak masalah yang menimpa para buruh migran seperti beberapa kasus yang menimpa TKI asal NTT di atas. Memang harus kita akui bahwa hampir beberapa persen TKI kita mengalami masalah hukum di tempat mereka bekerja. Pada triwulan I tahun 2017 BNPT2TKI memulangkan 20.612 buruh migran Indonesia. Sebanyak 3.240 orang mengalami masalah hukum di negara penempatannya.

Human Trafficking dan Upaya Penyelesaian
Pada tanggal 22 Agustus 2016, Polda NTT mengeluarkan catatan bahwa sepanjang Januari 2015 hingga Juli 2016, ada sekitar 1.667 orang calon TKW asal NTT dikirim keluar daerah secara ilegal atau menjadi korban human trafficking dengan tempat tujuang Medan (Sumsel) dan Malaysia.

Catatan Polda tersebut diketahui memperkuat ucapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembisa yang pada Mei 2017 mengatakan bahwa NTT menempati posisi tertinggi sebagai provinsi pengirim TKW ilegal secara nasional.

Persoalan ini kian kompleks ketika tidak ada orang yang menyatakan dirinya sebagai penanggung jawab atas nyawa-nyawa penghuni peti jenazah itu. Pemerintah pusat melalui Presiden Jokowi sudah seharusnya melihat ini sebagai persoalan yang harus segera diselesaikan. Jangan sampai Presiden hanya melihat persoalan negara lain dan masuk menjadi pahlawan di dalamnya. Sementara penyumbang devisa negara diabaikan bahkan tidak diperhatikan sama sekali.

Sebagai aparatur negara yang paling dekat dengan masyarakat, pemerintah daerah dengan segala macam birokrasi di dalamnya juga jangan hanya berdiam diri. Mereka harus mengeluarkan pernyataan sikap secara tegas melalui prodak hukum untuk menjerat para pelaku perdagangan manusia di NTT agar bisa jera dan lebih mengedepankan sisi kemanusiaan sebagai sesama warga negara. Tidak boleh ada ampun.

Tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, lembaga pendidikan formal dan nonformal, anak-anak muda harus bergerak bersama menyatakan bahwa Human Trafficking adalah kejahatan kemanusiaan yang harus dibasmi dari bumi NTT.

Upaya penyadaran terhadapmasyarakat harus dilakukan secara intens dan dilakukan secara terus menerus. Edukasi publik terkait darurat kemanusiaan di NTT harus disuarakan oleh setiap elemen masyarakat melalui berbagai cara. Saling mengingatkan dan mengantisipasi praktek-praktek tersebut harus dimulai dari keluarga masing-masing.

Pada akhir tulisan ini, saya mewakili keluarga besar Redaksi marjinnews.com mengecam tindak kejahatan kemanusiaan atas nama apapun di NTT sekaligus menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa korban dan keluarga. Semoga amal dan ibadahnya diterima oleh Allah Bapa di Surga. Request in Pacem...

Oleh: Andi Andur

COMMENTS

Name

Artikel,141,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,160,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,3,BPJS,1,Budaya,38,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,183,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,579,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,38,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,280,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,50,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,114,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,71,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,294,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,258,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,419,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,20,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1148,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,38,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,88,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,20,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,20,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,71,Sumba,8,Surabaya,35,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,48,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,14,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: NTT Ku Sayang, NTT Ku Malang
NTT Ku Sayang, NTT Ku Malang
https://1.bp.blogspot.com/-hKm3oz9a0U4/WqWEqe4bo5I/AAAAAAAAA_w/69Zkbl5c2ckRr03dmbds4s-TVZRQylg9ACLcBGAs/s320/Human%2BTraffickin%2BNTT.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-hKm3oz9a0U4/WqWEqe4bo5I/AAAAAAAAA_w/69Zkbl5c2ckRr03dmbds4s-TVZRQylg9ACLcBGAs/s72-c/Human%2BTraffickin%2BNTT.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/03/ntt-ku-sayang-ntt-ku-malang.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/03/ntt-ku-sayang-ntt-ku-malang.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close