$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

Nafas Kanvas Andreas Bagian VIII

Di depan teras, soni mengantar Andreas yang hanya membawa sebuah tas kecil dan sebuah peta peta yang ia gambar sendiri (Gambar: Istimewa)
“Aku akan pergi mencari  jodohku seperti yang diperintahkan Abdal. Aku akan mencari gadis yang elah ku lukis ini” kata Andrea.

Sambil meracik kopi, Soni hanya diam mendengar keputusan yang aneh itu. Andreas tidur dan bermimpi bertemu seorang yang memberikannya  sebuah peta tempat jodohnya berada. Soni yang selalu saja sulit mengartikan setiap tingkah laku Andreas hanya bisa diam dan menawarkan kopi ketika kerutan dahi Andreas semakin nampak saat berbicara.

Di depan teras, soni mengantar Andreas yang hanya membawa sebuah tas kecil dan sebuah peta peta yang ia gambar sendiri.  Soni hanya melambaikan tangan saat Andreas beranjak dari kaslitnya. Sesekali ia menoleh sebelum tubuhnya di raib oleh awan.

Malam tiba, Andreas masih terus melangkah. Di atas sana, bulan dan bintang seperti menertawakannya. Sesekali suara burung hantu terdengar dan kicau-kicau jangkrik menambah suasana yang begitu menyeramkan.

Di sebuah pohon Andreas berdiri dan matanya berjaga-jaga kesegala penjuru. Dilihatnya lagi peta yang ia gambar itu dan kembali menengok di sekitar pohon itu.

“Sudah lama aku menunggumu” kata lelaki tua itu

“Aku? Kamu siapa” tanya Andeeas bingung

“Aku adalah pengawal dari istana , namaku Marianus dan di tugaskan untuk menjemputmu di sini. Sudah 60 tahun lamanya aku menungumu di sini “ kata lelaki itu

Mendengar itu Andreas hanya bingung, tubuh lelaki itu tidak seperti lamanya waktu yang dia katakan.

“Kenapa kamu diam, mari ikutlah denganku” kata lelaki itu

Andreas hanya diam dan mengikuti langkah kaki Marianus. Sesekali matanya melihat di kiri kanannya dan yang ia dapatai hanya pohon dan suara-suara hewan yang tinggal di sana.

Tanpa sadar mereka telah sampai pada sebuah bangunan yang begitu indah.

“Inilah Istananya, cepatlah sudah lama Raja menunggumu” kata lelaki itu
Andreas hanya mengannguk dan dalam hatinya muncul berbagai pertanyaan yang tak pernah terbayar lunas.

Lelaki itu menyuruh Andreas untuk duduk di sebuah ruangan yang megah. Dalam ruanan itu begitu banyak foto dan lukisan yang dipajangkan. Ada foto Presidean pertama RI dan foto-foto perjuangan rakyat saat Indonesia di jajah dulu.  Dalam diam Andreas di kagetkan dengan dayang yang tiba-tiba masuk dan mengantarkan makanan untuknya. Tanpa kata dayang itu hanya menaruh makanan di meja Andreas dan kembali. Andreas hanya diam dan melihat makanan yang ada di meja

“Makanlah, itu memang disiapkan untukmu” kata lelaki bermahkota itu

Andreas hanya mengangguk dan mengambil sebuah apel dan duduk dengan penuh kebingungan.

“Selamat datang di Negriku, Negri yang ku bangun dengan air mata penderitaan” lanjut lelaki itu

“Kamu siapa dimana jodohku” kata Andreas

“Aku adalah orang yang tak diterima di kaummu, aku adalah pendiri Istana ini. aku adalah Tan Malaka” kata lelaki bermahkota itu

Mendengar itu Andreas kaget dan tak percaya akan sosok yang ia lihat itu

“Sekarang tidurlah hari sudah malam, besok kita akan berbicara banyak sesuai keinginanmu” kata raja itu dan meninggalkan Andreas. Dayang yang telah diperintahkan mengantarnya menuju kamar tidur.

Kamar yang begitu besar dan terlalu egois jika hanya ditempati untuk satu orang. Malam terus berlalu menyisahkan berbagai pertanyaan yang belum di jawab dalam benak Andreas. Matanya begitu berat setelah perjalan tadi dan ia pun menarik selimutnya.

Pagi datang bersama sebuah semangat baru. Andreas bangun dan keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar. Dayang yang sama kembali menemuinya dan menyuruhnya untuk segera sarapan pagi. Di ruang makan tak ada orang lain. Ternyata semua yang ada dalam istana telah selesai sarapan. Dayang yang berada di sampinya memberitahukan bahwa raja akan menunggunya di sebuah pondok kecil di samping istana.

“Silahkan duduk” kata Rja yang melihat Andreas. Dia lalu duduk dan tak berkata
"ketahuilah aku sangat rindu untuk mengunjungi negrimu. Tapi aku tak diterima di sana. Aku masih ingat bagaimana gigihnya perjuangan kami dulu ketika melawan penjajah. Ideologi dan konsep memenuhi otak kami dan bermimpi membangun negara yang indah dan maju” kata raja itu

“Semalam engkau mengatakan bahwa kau adalah Tan Malaka.tapi ku dengar engkau telah meninggal beberapa puluh tahun yang lalu” tanya Adreas polos

“Aku tak ernah meninggal, aku mearikan diri dan membangun istana ini. kamu lihatlah, iilah istana yang aku bangun dengan susah payah dan seperti inilah niatku untuk negrimu dulu” kata Tan

“Tak ada yang tahu siapa aku. Di gegrimu namaku telah terkubur. Bagi mereka aku bukanlah pahlawan tapi musuh penguasa” lanjut  raja Tan

“Yah, dalam buku namamu tak pernah di sebutkan, bagi kami engkau adalah musuh yang harus di lawan” kata Andreas

“Apakah kamu percaya sejarah?, ingatlah nak sejarah hanya ditulis orang-orang yang menang dan yang kalah akan dihapus dari sejarah” kata raja Tan

Pagi itu, merkeka lewati dengan berbagi pengalaman pahit, raja Tan meneteskan air mata ketika mengenang kembali perjuangannya melawan para penjajah. Berbagi kisah bagimana hidup ketika dikejar oleh maut hingga mengubah nama untuk sebuah nafas kehidupan.

Hingga hari menjelang siang, seorang prajurut datang dan berbisik kepada Raja Tan mendengar bisakan itu raja lantas kaget dan segera menyruh prajuitnya bersiap-siap.

“Aku tak bisa berlama-lama denganmu, aku tahu kamu mencari jodohmu di istanaku. Hari ini ada berita duka untuk istanaku. Tempatku telah diketahui oleh musuhku dan mereka dalam perjalan menuju istana ini” kata raja tan Malaka.

“Bagaimana dengan gadis yang aku cari” tanya Andreas bingung.

“Sudahlah, daia adalah dayangku. Telah lepertintahkan dayang ku itu untuk mendampingim, dia adan dan terjbak dalam lukisanm. Nikahi dan cumbui dia. Restuku ada pada mu. Kelak kau akan melahirkan anak yang akan membasmi para penjahat dari negrimu itu. Dialah yang akan mengingatkan namaku di Negrimu” kata raja Tan Malaka

Saat yang sama, tiba-tiba suasana menjadi kacau, terikan dan penghuni istana yang lalu lalang membuat Andreas semakin bingung.

“Mereka datang” suara salah satu prajurit begitu keras.

“Abdal, sekrang antarkan Andreas Pulang” kata Raja Tan Malaka

Mendengar itu Abdal yang pernah menyembuhkan Andreas lansung menemui  Andreas. Tanpa aba-aba dia menutup mata Andreas dan dalam sekejap semuanya gelap.

“Tunggu” kata Andreas

“Kamu kenapa?” tanya Soni

Mendengar Soni Andreas bingung. Dilihatnya sekeliling hanya ada lukisan-lukisanya. Dia telah berada dalam kamarnya.

“Dimana aku, mana badal yang mengantarkanku” tanya Adreas Bingung

“Kamu di rumah dan sudah satu minggu kamu tak sadarkan diri, syukurlah hari ini kamu bisa siuman” kata Soni.

Mendengar hal itu Andreas kemudian berdiri dan segera mencari lukisan jodohnya. Di rbahanya lukisan itu dan sesekali ia terseyum malu memandang lukisannya. Dari jauh Soni yang melihat hal itu hanya tertawa dengan tingkah laku Andreas yang makin hari makin gila.

Ruteng, 6 Maret 2018

Oleh: Klaudius Marsianus Juwandy
*) Penulis adalah mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ingin lebih dekat dengan penulis bisa melalui media sosial Facebook atas nama Arsi Juwandy, WA dengan Nomor 085338242730 atau bisa kunjungi blog pribadi Arsijuwandy@blogspot.com

COMMENTS

Name

Artikel,141,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,160,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,3,BPJS,1,Budaya,38,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,183,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,579,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,38,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,280,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,50,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,114,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,71,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,294,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,258,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,419,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,20,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1148,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,38,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,88,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,20,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,20,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,71,Sumba,8,Surabaya,35,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,48,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,14,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Nafas Kanvas Andreas Bagian VIII
Nafas Kanvas Andreas Bagian VIII
https://4.bp.blogspot.com/-wKjsM8tXAJk/WqQrAziQE7I/AAAAAAAAA9g/KTGKpwFIogM0MwmJkzJGweWQy7H_tuL4ACLcBGAs/s320/Tan%2BMalaka%2BNafas%2BKanvas%2BAndreas%2BVII.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-wKjsM8tXAJk/WqQrAziQE7I/AAAAAAAAA9g/KTGKpwFIogM0MwmJkzJGweWQy7H_tuL4ACLcBGAs/s72-c/Tan%2BMalaka%2BNafas%2BKanvas%2BAndreas%2BVII.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/03/nafas-kanvas-andreas-bagian-viii.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/03/nafas-kanvas-andreas-bagian-viii.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close