Menyanggah Klarifikasi Kades Compang Wesang, Mantan Bendahara: Semua Itu Bohong
Cari Berita

Menyanggah Klarifikasi Kades Compang Wesang, Mantan Bendahara: Semua Itu Bohong

19 March 2018

Bendahara: "Apa yang disampaikan Kades Compang Wesang itu semuanya adalah hoax, semuanya adalah bohong," ujarnya, kepada media ini Sabtu malam (17/3). (Foto: TH)
Borong, Marjinews.com - Babak baru kisruh antara bendahara desa Compang Wesang Bertolomeus Tavano dengan kepala desa Compang Wesang Yulius Lesing, terus bergulir.

Pada jumat (16/3), lewat media ini juga, Kades Compang Wesang memberikan klarifikasi terkait tudingan mantan bendahara desa Compang Wesang Bertolomeus Tavano.

Dalam klarifikasi yang disampikannya itu, mantan Kades Golo Lobos itu mengatakan bahwa, tudingan yang dilontarkan oleh Bertolomeus Tovano semuanya adalah bohong dan fitnah yang tidak mendasar.

Dirinya bahkan membeberkan fakta-fakta yang bisa menampik semua tudingan mantan bendahara-nya itu.

Namun, dilain sisi pihak Bertolomeus Tovano menyanggah semua klarifikasi yang disampaikan oleh Yulius Lesing mantan atasanya itu.

"Apa yang disampaikan Kades Compang Wesang itu semuanya adalah hoax, semuanya adalah bohong," ujarnya, kepada media ini Sabtu (17/3).

Lanjut Bertolomeus, dari tupoksi bendahara desa, dia itu (Kepala Desa-red) mengambil alih semua. Kepala Desa tidak bisa membatasi diri dalam menjalankan tugasnya.

Dengan dalih, menganggap saya sebagai anak kecil, serta manusia yang tidak bertanggung jawab. Seolah-olah saya ini punya salah besar menurut klarifikasinya itu.

"Konsekuensi dana desa itu jika salah sedikit hukumanya sangat berat. Maka dari itu saya mengundurkan diri karena saya tidak mau jadi alatnya kepala desa" ujar Bertolomeus.

Tambahnya, setelah saya mengundurkan diri tanggal 2 Januari lalu, pada saat itu juga Kades langsung mengangkat bendahara desa yang baru yang belum menetap Enam (6) bulan-Satu (1) tahun di Wesang. Bagi saya itu tidak jadi masalah mungkin Kades punya aturan baru.

Namun yang menjadi kejanggalannya ialah, Kades Yulius sampai saat ini belum juga sama sekali memberikan SK pemberhentian kepada saya, aneh kan? Tutur Bertolomeus.

"Intinya ialah, mereka itu memanipulasi tanda tangan saya. Sementara saya belum menanda tangani laporan ADD 100% dan juga DD tahun 2017. Supaya publik tahu, klarifikasi dari Pak Kades itu hanya mau menutupi kesalahannya, saya punya bukti," ujar Bertolomeus.

Saya selaku bendahara desa, Sepanjang saya menjabat Sembilan Bulan jadi bendahara Desa Compang Wesang, saya tidak pernah terlibat dalam melakukan perbelanjaan, pembayaran, misalnya pengadaan perlengkapan ATK, urusan pajak, urusan kepada pihak ketiga, urusan pengadaan material dan lain-lain.

Apalagi kegiatan-kegiatan proyek desa saya sama sekali tidak dilibatkan. Saya baru tahu di NKRI ini ada seorang pemimpin yang membayar Siltap perangkat bukan dilakukan oleh seorang Bendahara melainkan oleh Kades sendiri, terang Bertolomeus.

Terus terang, saya menjadi perangkat Desa, jabatan saya bukan imbalan politik, tetapi jabatan bendahara yang saya jabat ini dibeli pakai uang.

Saya bekerja sebagai perangkat desa Compang Wesang sudah dari tahun 2017, sekarang mau genap dua tahun. Tetapi, di tahun ini baru saya mengalami persoalan seperti ini.

Pengunduran diri saya ini bukan karena saya banyak utang, tetapi saya mau menyelamatkan diri. Saya takut dengan hukum, sebab, tupoksi saya sama sekali tidak di fungsikan oleh kepala desa, pungkasnya. (OS/TH/MN)