Mabuk, Anak Salah Satu Pejabat NTT Menabrak Orang di Surabaya
Cari Berita

Mabuk, Anak Salah Satu Pejabat NTT Menabrak Orang di Surabaya

10 March 2018

Pelaku penabrakan di Surabaya asal NTT tengah meminta maaf kepada warga yang mengamuk atas ulahnya yang mengancam nyawa orang lain (Foto: marjinnews.com/Andi Andur) 
Surabaya, marjinnews.com - Sebuah kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Surabaya pada Sabtu, 10 Maret 2018 dini hari. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pkl 01.05 WIB di Jalan Pemuda, Surabaya.

Menurut saksi mata yang kebetulan sedang minum kopi disamping Delta Plaza Surabaya, pelaku penabrakan melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kapal selam. Beberapa menit sebelumnya, beberapa buah mobil juga melaju dengan kecepatan tinggi seperti tengah melakukan balapan.

"Kami sedang minum kopi disana (di bawah videotron bank Mandiri, -red), dia lari dengan kecepatan tinggi hingga menabrak korban dari belakang membuatnya terpental ke atas" ujar Iron nama saksi mata itu kepada marjinnews.com.

Dari informasi yang diperoleh marjinnews.com yang kebetulan juga berada di lokasi kejadian diketahui pelaku tengah mabuk saat mengendarai kendaraan itu.

"Ia sedang mabuk itu mas. Kami sementara memprosesnya" ujar Nyoman, perwakilan kepolisian Kapolsek Genteng yang tengah bertugas.

Pelaku yang mengaku anak salah satu pejabat pemerintah di NTT bernama lengkap Jefry William Nitbani (22) bekerja di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelindo itu sempat hendak melarikan diri dengan mobil Honda Jazz bernomor polisi L 1192 GL.

Setelah 200 meter menyeret sepeda motor korban yang sudah tidak sadarkan diri di trotoar sebelah jalan, mobil yang dikendarai pelaku sempat mengeluarkan api akibat bocoran tangki bensin dan oli sepanjang jalan. Beruntung, sebuah mobil Pajero warna putih yang berada di belakang pelaku langsung mengejar dan menghadang mobil tersebut.

Pelaku juga sempat berbohong soal identitasnya ketika ditanya petugas keamanan yang tengah bertugas jaga malam di lokasi perkantoran sekitar lokasi. Ia mengaku berasal dari Surabaya, namun dari data Kartu Tanda Penduduk (KTP) dalam dompet pelaku ditemukan bahwa pelaku berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan alamat Jalan Komodo No. 14 RT/RW 014/005, Kel/Des Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kupang.

Dengan tangan diborgol, pelaku juga sempat meminta bantuan keluarganya di NTT sambil menangis. Marjinnews.com sepintas mendengar rengekan pelaku untuk memanfaatkan "pengaruh" keluarganya dalam mengurusi masalah tersebut.

"Adohh.. Bapa ee..bapa liat beta dapat tahan begini kah. Bapa orang pengaruh di NTT baru anak bongso dapat tahan begini kah.." rengek pelaku.

Adapun korban yang belum diketahui identitasnya itu sudah dilarikan ke Rumah Sakit Suwandi, Surabaya. Korban yang mengendarai sepeda motor Jupiter bernomor Polisi L 6183 QQ mengalami kerusakan cukup parah. Feleks ban belakang remuk tak beraturan.

Satpol PP, Dinas Perhubungan Kota Surabaya, dan Kepolisan Polsek Genteng pun langsung mengamankan pelaku dan membersihkan oli dan bahan bakar yang berceceran sepanjang jalan tersebut. (AA/MN)