Libur Paskah, Pengunjung Obyek Wisata Taman Ayun Alami Peningkatan
Cari Berita

Libur Paskah, Pengunjung Obyek Wisata Taman Ayun Alami Peningkatan

MARJIN NEWS
30 March 2018

Dari data yang diperoleh dari Tim Humas Polres Badung, pada hari hari biasanya pengunjung ke Taman Ayun rata rata sebanyak 800 pengunjung dari pagi hingga sore hari, namun berbeda jauh pada hari hingga siang hari ini sudah 1050 pengunjung yang ingin menikmati suasana obyek Wisata itu. (Foto: Istimewa)

Mangupura, Marjinnews.com - Liburan hari Paskah menjadi kesempatan bagi warga masyarakat untuk berkumpul bersama sanak saudaranya. Salah satunya ialah dengan libur bersama mengunjungi obyek-obyek wisata.


Salah satu tempat tujuan wisata yang paling gemar dikunjungi oleh masyarakat saat ini adalah Obyek Wisata Taman Ayun yang terletak di kecamatan Mengwi kabupaten Badung.

Hari ini, Jumat (30/03) dari pagi hingga siang hari ini terjadi peningkatan jumlah pengunjung ke Obyek Wisata ini.

Dari data yang diperoleh dari Tim Humas Polres Badung, pada hari hari biasanya pengunjung ke Taman Ayun rata rata sebanyak 800 pengunjung dari pagi hingga sore hari, namun berbeda jauh pada hari hingga siang hari ini sudah 1050 pengunjung yang ingin menikmati suasana obyek Wisata itu.

Dalam hal pengamanan Obyek Wisata pun pada hari libur ini dilakukan peningkatan, Selain menepatkan personil pada OByek Wisata, Polres Badung juga meningkatkan patrolinya yang menyambangi Obyek Wisata tersebut.

Hal ini dilaksanakan guna menciptakan rasa aman dan Nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan wisatanya di Obyek tersebut.

Salah satu Petugas Kepolisian yang berjaga Aiptu I Wayan Ruja Armaya mengungkapkan “ hari ini terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang menikmati suasana di Taman Ayun ini, kami berupaya memberikan rasa aman dan Nyaman kepada paraWisatawan” Ungkap mantan Anggota Polres Sumba Barat NTT ini.

Disadur dari Sarso Bali Tours, Pura Taman Ayun merupakan salah satu pura tempat suci (kuil) kerajaan, dan mengenai sejarah asal - usul dari Pura Hindu Taman Ayun memiliki hubungan yang sangat erat (dekat) dengan berdirinya "Kerajaan Mengwi" pada tahun Caka 1549 (tahun 1627 Masehi).Pura Kerajaan Taman Ayun MengwiSedangkan Kerajaan Mengwi sendiri memiliki nama lain, yaitu: "MANGAPURA","MANGARAJIA" dan"KAWIYAPURA", selain itu Kerajaan Mengwi memiliki sejarah yang sangat panjang dengan berbagai pengalaman sebagai sebuah kerajaan besar.

Menurut "Prasasti Mengwi", bahwa keberadaan dari Pura Kerajaan (Candi) Taman Ayun dibangun oleh Raja Mengwi yang bernama "I Gusti Agung Putu" pada tahun 1632 Masehiserta selesai dipelaspas / diupacarai pada tahun 1634 Masehi.

Mengenai arsitektur dari bangunan Pura Suci Taman Ayun Mengwi dirancang dan dibuat oleh rekan dari Raja Mengwi, seorang keturunan Cina dari Banyuwangi yang bernama "Ing Khang Ghoew".

Pura Kerajaan Taman Ayun MengwiKeberadaan dari Candi Hindu (Pura) Taman Ayun itu sendiri terletak persis di Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung - Bali, sedangkan mengenai jarak tempuh menuju ke tempat suci ini sekitar 18 Kilometer dari Kota Denpasar (Ibukota propinsi Bali).

Secara harfiah, arti dari kata Taman Ayun itu sendiri berasaldari urat kata: "TAMAN" yang berarti Kebun dan "AYUN atau AYU" berarti Indah / Elok / Cantik Mempesona, jadi Taman Ayun artinya sebuah tempat suci yang keberadaannya dikelilingi oleh Taman Air yang indah.

Sedangkan fungsi dari Pura Suci Taman Ayun ini digunakan oleh masyarakat Hindu Bali, khususnya yang ada di sekitar wilayah Mengwi untuk menghormati dan mengungkapkan rasa syukur serta terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa (Sanghyang Widhi Wasa) atas semua berkah yang telah diberikan dengan melakukan upacara keagamaan yang diadakan rutin setiap 6 bulan sekali (setiap 210 hari) sesuai pada kalender Bali.

Disamping itu fungsi lain dari Pura Taman Ayun Mengwi juga merupakan sebuah tetamanan sebagai tempat untuk beristirahat dan berekreasi bagi para keluarga Raja Mengwi, dan Pura Taman Ayun mempunyai luas 4 hektar(40.000 M2) dengan lokasi ketinggian dari Pura Taman Ayun berada pada sekitar 180 meter - 240 meter dari atas permukaan air laut.

Kuil suci dari keberadaan Pura Kerajaan Hindu Taman Ayun Mengwi telah mengalami beberapa kali perbaikan (renovasi) yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi yang melanda pulau Bali.

Pura Taman Ayun Mengwi telah mengalami beberapa kalirenovasi yang diakibatkan olehbencana gempa bumi yang melanda pulau Bali, dan renovasi yang pertama dilakukan pada hari sabtu 20 Januari tahun 1917 Masehi, kemudian pada tahun 1937 Masehi telah dilaksanakan perbaikan secara global, berikutnya tahun 1949 Masehi,menyusul perbaikan pada tahun 1972 Masehi dan yang terakhir pada tahun 1976 Masehi sehingga tampak seperti yang kita lihat sekarang.

Mengenai konsep pengembangan dari Pura Taman Ayun juga menggunakan konsep "TRI MANDALA", seperti pada umumnya bangunan pura lainnya yang ada di sekitar wilayah pulau Surga Bali.Konsep dari Tri Mandala, yaitu: Nista Mandala (halaman luar), Madya Mandala (halaman tengah) dan Utama Mandala (halaman suci/ batin) yang berfungsi sebagai tempat utama untuk melakukan ibadah sembahyang.

Sampai saat ini keberadaan dari Pura Hindu Kerajaan Mengwi Taman Ayun sangat terkenal, juga sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal, domestik, maupun wisatawan mancanegara ketika mereka menikmati paket liburan wisata terbaik di pulau DewataBali.

Pura Kerajaan Taman Ayun MengwiSebagian besar dari para wisatawan yang datang untuk mengunjungi Pura Taman Ayun, yaitu ketika mereka melakukan kunjungan Paket Wisata Sehari Penuh ataupun Paket Wisata Tur Setengah Hari Pura Taman Ayun, Hutan Kera Suci dan Tanah Lot. (RN/MN)