Klarifikasi Resmi Humas dan Protokol Pemda Manggarai Soal Foto Kontroversial yang Beredar di Medsos

Hari Rabu (14/3) ini foto tersebut menjadi viral. Poin yang disoroti adalah posisi duduk Tua Adat yang melakukan kepok lebih rendah (Foto: Istimewa)
Ruteng, marjinnews.com -  Setelah menjanjikan akan mengeluarkan klarifikasi terkait beredarnya foto yang dinilai pengguna media sosial ada indikasi penghinaan terhadap adat Manggarai, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui akun facebooknya mengeluarkan klarifikasi berjudul: "Penjelasan tentang Viralnya Foto Ritus Penerimaan Adat dari Fanpage Facebook Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai" pada Rabu (14/3) sore.

Ada pun penjelasan postingan tersebut adalah sebagai berikut:

Foto 1 pada posting-an ini adalah dokumentasi ritus penerimaan adat yang disiarkan di laman facebook Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai. Foto ini diabadikan oleh Tim Dokumentasi Humaspro Manggarai ketika Pemerintah Kabupaten Manggarai menerima kunjungan Sekertaris Dirjen PDTU (Pengembangan Daerah Tertentu) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Aisyah Gamawati dan rombongan pada hari Senin, 12 Maret 2018. (Berita dan beberapa foto telah diunggah sebelumnya DISINI.

Hari Rabu (14/3) ini foto tersebut menjadi viral. Poin yang disoroti adalah posisi duduk Tua Adat yang melakukan kepok lebih rendah. Mereka duduk beralaskan tikar, sedangkan para tamu, Bupati dan Wakil Bupati duduk di kursi. Posisi seperti ini dianggap sebagai bentuk tidak menghargai ritus adat. Media daring floresa.co dalam pemberitaan tentang foto tersebut memberi judul: “Dianggap Hina Adat Manggarai, Foto ini Jadi Viral”. Menyimpulkan beberapa posting-an warganet, media ini menulis: “Foto itu mendapat beragam tanggapan, di mana Deno dan pejabat lainnya disebut memperlihatkan contoh buruk dan tidak menunjukkan atensi terhadap adat Manggarai.”

Foto tersebut memang di-share oleh ratusan warganet, baik yang berisi tanggapan, komentar, maupun pertanyaan. Akun facebook humaspromanggarai juga mendapat banyak ‘inbox’ berisi permintaan klarifikasi dan penjelasan. Atas viralnya foto dimaksud, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Manggarai bersama seluruh staf sebagai pengelola laman Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai menemui Bupati dan Wakil Bupati Manggarai untuk melaporkan perkembangan laman serta menjawab kebutuhan warganet atas penjelasan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Manggarai.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, SH MH menjelaskan bahwa posisi duduk seperti itu tidak dimaksudkan untuk meremehkan (atau dalam bahasa floresa: menghina) adat istiadat Manggarai. Desain ruangan, serta situasi dan kondisi lainnya menjadi alasan ritus penerimaan adat di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai dilakukan dalam tata posisi demikian. Dijelaskan juga bahwa Tua Adat yang dilibatkan dalam kegiatan di Nuca Lale itu juga memahami kondisi dimaksud dan melakukan ritus itu sebagaimana biasanya ritus penerimaan tamu "Tuak Curu" dan "Manuk Kapu" dilaksanakan.

“Kita sudah tanya pada mereka (Tua Adat, red) apakah hal tersebut (posisi duduk sebagaimana dalam foto, red) boleh atau dimungkinkan dalam Adat Manggarai. Mereka bilang bisa. Maka itu dilakukan,” jelasnya. Ditambahkannya, “Kita tidak melaksanakannya atas keputusan sendiri, Tua Adat kita libatkan. Mengapa itu dilakukan di Aula Nuca Lale, kita ingin menunjukkan kepada tamu bahwa orang Manggarai sangat menghargai tamu.”

Untuk diketahui, ruangan Aula Nuca Lale didesain mirip seperti Mbaru Gendang, lengkap dengan siri bongkok dan artefak kebudayaan; dimaksudkan untuk memudahkan pemberian penjelasan kepada para tamu tentang rumah adat Manggarai. Ruangan ini selalu dipakai untuk menerima para tamu daerah. Tentang mengapa Pemerintah Kabupaten Manggarai selalu melaksanakan ritus “Tuak Curu” dan “Manuk Kapu” kepada tamu pemerintah, menurut Bupati Manggarai hal tersebut dilakukan selain sebagai bagian dari upaya promosi budaya, dan terutama sebagai bentuk penghargaan pemerintah pada adat istiadat Manggarai.

Menanggapi protes warganet dan publik terkait posisi seperti dalam foto yang dianggap melecehkan, Bupati dan Wakil Bupati Manggarai menyampaikan apresiasinya. “Saya dan Wakil Bupati sampaikan terima kasih untuk kritikan dan saran karena kecintaan kita bersama akan budaya Manggarai demi perbaikan ke depan. Semangatnya budaya Manggarai,” jelasnya. Bupati Deno Kamelus juga mengungkapkan, “Jika harus diperbaiki (posisi seperti di dalam foto dianggap melecehkan adat, red), kita akan perbaiki.”

Masih dalam kaitannya dengan semangat budaya Manggarai, menurut Bupati Manggarai, semangat itulah yang mestinya menjadi dasar nilai dalam bertutur dan memilih diksi untuk mengungkapkan pikiran kita tentang apa saja. “Di titik itulah kita bisa menilai yang berbicara itu orang yang tahu adat atau tidak,” paparnya seraya berharap agar setiap kritik dan saran untuk perbaikan kinerja dapat disampaikan dalam semangat budaya Manggarai; kritis, santun, dan berorientasi pada perbaikan dan kebaikan bersama.

Sementara itu, Wakil Bupati Victor Madur menjelaskan bahwa tidak setiap ritus adat “Tuak Curu” dan “Manuk Kapu” yang melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai atau tamu dilakukan dalam posisi seperti di dalam foto yang menjadi viral itu. “Kita lihat situasi dan kondisinya. Di Aula Nuca Lale memang akhirnya dilakukan seperti itu karena desain ruangannya. Tua Adat juga menyetujuinya. Di tempat lain, pada acara lain, posisinya lain. Poinnya adalah pada nilai inti acara tetap dalam semangat budaya Manggarai,” tuturnya. Diingatkannya juga tentang kebudayaan dan setiap produknya yang senantiasa dinamis. Bandingkan foto-foto lain posting-an ini.

Tentang Posisi pada Ritus Adat di Nuca Lale

Viralnya foto 1 yang disertai dengan tudingan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Manggarai tidak menghargai adat serta berbagai permintaan agar Admin fb page humaspromanggarai menyampaikan klarifikasi terkait foto dimaksud dalam konteks “kepantasan adat” membuat kami tim admin memutuskan mencari jawaban atau penjelasan kepada tokoh adat yang kerap menjadi bagian dari ritus adat di Aula Nuca Lale.

Hari ini tim menemui Tua Golo Tenda, Bapak Agustinus P. Baruk. Dalam penjelasannya Tua Golo Tenda menjelaskan bahwa posisi tamu pada ritus “Tuak Curu” dan “Manuk Kapu” sesungguhnya fleksibel. “Tamu duduk di kursi itu fleksibel karena kita tidak menerima dia di rumah adat tetapi di kantor. Apa yang dilakukan selama ini tidak ada masalah. Yang paling penting Bupati menjelaskan kepada tamu tentang ritual itu,” jelasnya. Menurutnya, setelah ritus dilakukan, Bupati memberi penjelasan tentang bagaimana sesungguhnya ritus dalam adat Manggarai. “Bupati menjelaskan kepada tamu, jika diterima di rumah adat maka tamu juga menggunakan songke,” tutur Agustinus.

Tua Golo Tenda juga juga menyampaikan bahwa berbagai komentar yang muncul terkait foto ritus terima tamu yang viral itu menjadi masukan bagi pelaksanaan ritus serupa di kemudian hari. “Kalau saya, ini fleksibel. Tergantung dari persiapan dan penghargaan kepada tamu. Kalau di Mbaru Gendang atau di Mbaru Wunut maka semua harus duduk di tikar dan memakai songke. Tetapi kalau di kantor pemerintahan atau di tempat lain maka fleksibel,” jelasnya. Menurutnya, bagian terpenting dalam ritus itu adalah kata-kata yang disampaikan oleh petorok (yang membawakan ritus adat). “Kita meminta roh untuk menjaga tamu yang hadir, mengamankan tamu,” tuturnya.

Untuk diketahui, dalam setiap ritus penerimaan tamu secara adat Manggarai di Aula Nuca Lale, Bupati dan Wakil Bupati Manggarai selalu menyampaikan penjelasan terkait makna dan tata cara ritus tersebut di Manggarai. Dalam berbagai kesempatan, kepada para tamu dijelaskan bahwa tuak putih dalam kendi, dan ayam putih melambangkan ketulusan dan kegembiraan dari Pemerintah dan masyarakat Manggarai atas kehadiran tamu di wilayah ini. Sedangkan topi dan selendang menandakan bahwa para tamu telah menjadi bagian dari orang Manggarai.

Terkait posisi tamu di foto 1 yang oleh sebagian warganet dianggap tidak menghargai ritus adat (karena dianggap sedang “main hape”), sesungguhnya tamu tersebut sedang mendokumentasikan ritus adat yang baru pertama kali mereka saksikan. Hal ini disampaikan juga oleh Sekjen PDTU dalam sambutannya, sebagaimana terdokumentasi dalam video Humas dan Protokol Setda Kabupaten Manggarai. (Tim Humaspro Manggarai)

Sumber: Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai
Editor  : Andi Andur

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,162,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,182,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,570,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,37,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,278,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,117,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,62,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,291,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,257,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,416,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1136,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,37,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,68,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Klarifikasi Resmi Humas dan Protokol Pemda Manggarai Soal Foto Kontroversial yang Beredar di Medsos
Klarifikasi Resmi Humas dan Protokol Pemda Manggarai Soal Foto Kontroversial yang Beredar di Medsos
https://1.bp.blogspot.com/-Q1IRDam7Pcw/Wqj7aIZ2MYI/AAAAAAAADMc/jPhyt9J_TAUwPheLSSiu0RvsWCn4b30RQCLcBGAs/s320/Foto%2BTerkait%2BPenghinaan%2BTerhadap%2BAdat%2BMangarai.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Q1IRDam7Pcw/Wqj7aIZ2MYI/AAAAAAAADMc/jPhyt9J_TAUwPheLSSiu0RvsWCn4b30RQCLcBGAs/s72-c/Foto%2BTerkait%2BPenghinaan%2BTerhadap%2BAdat%2BMangarai.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/03/klarifikasi-resmi-humas-dan-protokol.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/03/klarifikasi-resmi-humas-dan-protokol.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close