Ketua Alor Bali Mengaku Kecewa dengan Pengurus Flobamora Bali Saat Ini
Cari Berita

Ketua Alor Bali Mengaku Kecewa dengan Pengurus Flobamora Bali Saat Ini

MARJIN NEWS
25 March 2018

Kekecewaan Ishak Walaka terhadap ketua umum Flobamora Bali Yoseph Yulius Dias itu  karena, menganggap ketua Umum Flobamora itu tidak peka dan cepat serta tidak ada rensponsif dan reaktif untuk memerintahkan Badan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (BAHUHAM Flobamora) untuk mengadvokasi dua warga diaspora Flobamora di Bali yang tengah menghadapi masalah hukum di Polsek Denpasar Selatan. (Foto: Remigius)

Denpasar, Marjinnews.com - Merasa cara kepemimpinan dari ketua umum paguyuban Flobamora Bali Yoseph Yulius Dias, yang sudah tidak sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai ketua umum ikatan keluarga Flobamora Bali untuk membela warga diaspora Flobamora di Bali yang terjerat masalah hukum, Ishak Walaka, ketua Ikatan Keluarga Alor Bali meluapkan rasa kekecewaannya.

Kekecewaan Ishak Walaka terhadap ketua umum Flobamora Bali Yoseph Yulius Dias itu karena, menganggap ketua umum Flobamora Bali saat ini tidak peka dan cepat, serta tidak ada rensponsif dan reaktif untuk memerintahkan Badan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (BAHUHAM Flobamora) untuk mengadvokasi dua warga diaspora Flobamora Bali yang tengah menghadapi masalah hukum di Polsek Denpasar Selatan.

Menurut Ishak Walaka, sikap Yoseph Yulius Dias seperti itu sudah sangat tidak lagi mencerminkan dirinya sebagai ketua umum ikatan keluarga besar Flobamora Bali dalam mengayom dan melindungi warganya yang ada di pulau Dewata ini.

"Sesungguhnya, di dalam Flobamora Bali itu ada satu lembaga atau badan namanya BAHUHAM. Dalam menjalankan praktiknya, BAHUHAM ini berfungsi untuk membantu dan mendampingi serta membela warga Flobamora Bali yang tersangkut masalah hukum. Saya bukan orang hukum, tetapi saya paham dan mengetahui, ada istilah namanya probono atau pemberian bantuan hukum secara cuma-cuma kepada orang yang membutuhkan. Itulah maksud dibentuknya BAHUHAM ini, " ujar Ishak.

Lanjut Ishak, saya sebagai ketua Ombai Alor daerah Bali sangat menyayangkan sikap dari pihak Flobamora Bali. Sebab, untuk diketahui, keluarga dari kedua warga Flobamora yang punya masalah hukum ini telah menghubungi BAHUHAM, namun mereka tidak ada ambil langkah sama sekali. Sebagai seorang ketua IKB Ombai Alor Bali saya sangat kecewa dengan sikap dari BAHUHAM khususnya dan pengurus Flobamora Bali umumnya, papar Ishak.

Ketua ikatan keluarga Ombai Alor itu  dalam melanjutkan keteranganya juga mengatakan, dirinya kecewa bukan karena kedua tersangka yang ditahan Polsek Densel itu adalah karena mereka warga Flobamora, namun lebih dari pada karena melihat salah satu dari tersangka yang ditahan oleh  aparat kepolisian sektor Denpasar Selatan itu adalah seorang SATGAS Flobamora Bali.

"Bagaimana kok bisa, salah satu anggota SATGAS Flobamora terkena kasus hukum, tetapi pihak Flobamora tutup mata, bahkan juga tutup telinga. Dia (BAHUHAM-red) sudah mendengar informasi tetapi seolah-olah tidak mendengar," tukas Ishak.

Ketua Ikatan Keluarga Alor Bali ini menerangkan bahwa Flobamora Bali adalah paguyuban kekeluargaan, bukan ikatan profesi. Di dalam perkumpulan kekeluargaan ini adalah tugas sosial dan tidak membutuhkan imbalan sama sekali.

Ishak Walaka juga memberikan saran kepada pengurus Flobamora Bali agar sekarang juga segera memperbaiki semua kesalahan yang ada dan mekanisme kerja serta harus menciptakan citra yang baik di tengah publik NTT di Bali.

Flobamora Bali juga diharapkan agar jangan projudice, jangan pilih kasih atau pandang buluh dan juga jangan membentuk eksklusive kelompok apa lagi dilihat suku agama dan rasnya.

Menurut Ishak Walaka, yang paling penting juga, Flobamora Bali juga tidak boleh menghubungkan kasus  ini dengan kasus-kasus yang lainnya. Dan kedepannya juga ketua umum Flobamora Bali Bapak Yoseph Yulius Dias harus dengan sigap memerintahkan BAHUHAM, karena bagaimanapun juga ketua umum punya hak untuk memerintahkan BAHUHAM ketika mendapat laporan, masukan atau permintaan ketika ada warga Flobamora Bali yang terkendala masalah hukum.

Ishak kemudian mengaku menyesal kepada Flobamora Bali jika pihak Flobamora Bali melihat orang-orang yang terkena kasus hukum ini tidak tidak memilik duit sehingga pihak Flobamora tidak mau membantunya. Atau juga mungkin orang-orang ini adalah orang yang tidak terpandang dan serta juga mereka telah membangkang terhadap perintah ketua umum. Kalau cara kerjanya pihak pengurus Flobamora Bali seperti itu maka dirinya mengaku bertambah kecewa berat.

Atas luapan kekecewaan yang dilontarkan oleh ketua Alor Bali ini, kami berusaha untuk meminta konfirmasi dari pihak pengurus Flobamora Bali untuk menanggapi pernyataan dari ketua Alor Bali ini.  Namun sampai sekarang pihak kami belum bisa menghubungi pihak Flobamora Bali. (RN/MN)