Karena Mabuk, Warga Sumba di Bali Baku Pukul, Satu Orang Keluar Darah dari Mulut
Cari Berita

Karena Mabuk, Warga Sumba di Bali Baku Pukul, Satu Orang Keluar Darah dari Mulut

19 March 2018

Sekelompok pemuda yang berasal dari Sumba NTT, tiba-tiba diserang kelompok pemuda lain menggunakan kayu. (Foto: Istimewa)
Denpasar, Marjinnews.com - Lantaran mabuk, dua kelompok pemuda asal Sumba NTT di Nusa Dua Bali baku pukul.

Kericuhan itu terjadi di rumah kos di Jalan Taman Ambengan Gang Subur, Jimbaran, Kuta Selatan, Minggu (18/3) pukul 21.30 Wita.

Sekelompok pemuda asal yang berasal dari Sumba NTT, tiba-tiba diserang kelompok pemuda lain menggunakan kayu.

Akibat kejadian itu, empat orang luka dan dilarikan ke rumah sakit yaitu Lukas Jamak (18), Melkianus Malo Lende (32), Frans Gono Ate (37) dan Lambertus Adi Papa (34).

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, pada Senin (19/3), membenarkan adanya kejadian itu.

Ia menambahkan pelakunya sedang diburu. “Bukan ormas. Mereka (pelaku dan korban) sama-sama dari NTT. Miskomunikasi saja karena temannya juga. Motif karena mabuk,” tegasnya.

Sedangkan informasi di lapangan, awalnya DL mencari seseorang di kos-kosan tersebut. DL hendak memukul orang tersebut tapi keburu dilerai oleh Melki.

Namun malah Melki yang dikeroyok oleh pelaku. Teman-teman Melki berusaha membantu dan kericuhan tak terelakkan.

Akibat kejadian itu, Lukas Jamak mengalami luka di pelipis kiri dan kepala benjol, Melki mengalami luka robek pelipis kiri, Frans mengalami muka dan kepala benjol serta hidung mengeluarkan darah.

Sedangkan Lambertus mengalami dagu luka, mulut keluar darah dan dahi kiri benjol.

“Setelah menerima laporan kejadian itu, polisi dan pecalang langsung ke TKP. Namun pelaku langsung kabur dan para korban dibawa ke RS Udayana,” ungkap sumber. (RN/MN)