Kapolri: Biaya Politik yang Tinggi Mendorong Perilaku Koruptif

Politik biaya tinggi hanya menghasilkan kepala daerah yang korup. Tito ingin demokrasi tidak dirusak oleh kekuatan uang. (Foto: Istimewa)
Jakarta - Kepala Polri Tito Karnavian menyoroti salah satu kelemahan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilakukan secara langsung sejak era reformasi, yaitu tingginya biaya yang harus dibayar para kontestan.

Dengan biaya mencapai puluhan miliar rupiah per kandidat, Pilkada bisa mendorong perilaku koruptif bagi siapa saja yang terpilih, kata Tito, Selasa (6/3).

”Seperti kita ketahui bahwa Pilkada langsung ini sudah berlangsung hampir 18 tahun, tapi belum ada reformasi dari pemerintah maupun non pemerintah," kata Tito di sela rapat kerja teknis Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) di Ancol, Jakarta Utara.

"Memang banyak yang bagus dengan sistem Pilkada langsung ini. Misalnya membuka ruang demokrasi bagi publik yang begitu besar untuk memilih pemimpin secara langsung. Tapi, di sisi lain, kita juga melihat ada beberapa dampak negatifnya.”

Lalu Tito menganalisis tingginya biaya Pilkada yang membebani para kontestan.

”Untuk menjadi seorang kepala daerah, bupati, kalau enggak punya uang Rp 20 miliar lebih enggak akan berani. Gubernur juga mungkin Rp 100 miliar enggak berani. Karena apa? Karena harus merawat segala macam. Membangun jaringan, dua tahun, tiga tahun ke sana ke mari dengan biaya yang tinggi dan kemudian, setelah terpilih satu bulan ditangkap oleh teman-teman KPK, tekor,” beber Tito.

Politik dengan biaya tinggi ini membuat kepala daerah terpilih tidak akan merasa cukup dengan gaji yang diterima. Padahal di sisi lain modalnya sudah keluar, akhirnya yang terjadi adalah tindak pidana korupsi, beber Tito.

”Kita tahu dampaknya, tapi kita tidak bisa membuktikan, kita tidak menghentikan, karena ini sudah terlanjur berjalan. Oleh karena itu, untuk mengurangi kerusakan akibat demokrasi biaya tinggi ini, tidak ada jalan lain selain kita mengintensifkan kegiatan-kegiatan hukum untuk menekan jangan sampai Pilkada ini dipenuhi dengan politik penggunaan uang,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan penegakan hukum selama Pilkada, Polri bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung telah menandatangani Nota Kesepakatan.

Tito mengatakan KPK sudah bergerak dan penangkapan terhadap beberapa kepala daerah dan kontestan Pilkada sudah dilakukan. Sementara itu Polda Jawa Barat juga bergerak menangkap penyelenggara pemilu dan pengawas pemilu yang dituduh curang.

”Saya sampaikan apresiasi yang tinggi karena ini memberikan efek deterrence kepada para penyelenggara pengawas dan juga para peserta untuk tidak bermain dengan politik uang meskipun memang mereka juga tidak bisa menghindar tetapi paling tidak bisa mengurangi,” bebernya.

MoU antara Polri dengan KPK dan Kejaksaan soal Pilkada diteken pada hari yang sama dengan tujuan menyamakan visi dalam menjaga proses demokrasi yang tanpa dibebani politik biaya tinggi karena hanya menghasilkan kepala daerah calon koruptor.

Sumber: BeritaSatu.com

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,117,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,167,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,181,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,567,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,20,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,6,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,277,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,157,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,118,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,61,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,290,Natal,20,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,254,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,414,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,90,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,perdagangan,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1128,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,91,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,2,Pristiwa,32,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,66,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Kapolri: Biaya Politik yang Tinggi Mendorong Perilaku Koruptif
Kapolri: Biaya Politik yang Tinggi Mendorong Perilaku Koruptif
https://3.bp.blogspot.com/-Mp0ZHZOaKv8/Wp8bbWFo7pI/AAAAAAAACY4/an-V1HYQt0AxyaU2YZpQ10H1OiGWn5dxQCLcBGAs/s320/1503065742.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-Mp0ZHZOaKv8/Wp8bbWFo7pI/AAAAAAAACY4/an-V1HYQt0AxyaU2YZpQ10H1OiGWn5dxQCLcBGAs/s72-c/1503065742.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/03/kapolri-biaya-politik-yang-tinggi.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/03/kapolri-biaya-politik-yang-tinggi.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close