Gubernur Bali Mengaku Prihatin Atas Kasus Pengeroyokan Antarsesama Diaspora Flobamora di Bali
Cari Berita

Gubernur Bali Mengaku Prihatin Atas Kasus Pengeroyokan Antarsesama Diaspora Flobamora di Bali

21 March 2018

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menyatakan sangat prihatin dengan perkelahian antar krama Bali asal NTT,  tepatnya antarsesama warga dari Sumba NTT beberapa hari lalu. (Foto: RN)
Denpasar, Marjinnews.com - Kasus perkelahian yang melibatkan sesama diaspora Flobamora di Bali kerap kali terjadi.

Para pelaku tega menghajar korbannya walaupun masih dianggap sesama warga bumi Flobamora yang tinggal di pulau Dewata.

Ada yang baku bacok sampai luka, dan harus dilarikan ke Rumah Sakit, tak jarang juga ada para pelaku yang tega menganiaya korbannya hingga meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang kami kumpul, motif para pelaku ini beragam. Mulai dari efek karena mabuk oleh minuman beralkohol, salah paham,  serta hal asmara dan ragam motif lainnya kerap menjadi alasan bagi mereka untuk saling menghajar satu sama lain.

Misalkan kasus yang  baru-baru terjadi dua hari yang lalu, yaitu kasus pengeroyokan sesama warga diaspora Flobamora asal pulau Sumba. Kasus pengeroyokan itu terjadi di rumah kos di Jalan Taman Ambengan Gang Subur, Jimbaran, Kuta Selatan, Minggu (18/3) pukul 21.30 Wita.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, sekelompok pemuda asal Sumba NTT, tiba-tiba diserang oleh kelompok pemuda lain menggunakan kayu.

Akibat kejadian itu, empat orang luka dan dilarikan ke rumah sakit yaitu Lukas Jamak (18), Melkianus Malo Lende (32), Frans Gono Ate (37) dan Lambertus Adi Papa (34).

Berkat kerja keras Polsek Kuta Selatan, kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap. Hanya berselang dua hari setelah kejadian, pelaku atas nama Daniel Dengi Kaka (32) dan Agustinus Dara (32) diringkus oleh pihak Kepolisian di bedeng di Jalan Tukad Pungut, Jimbaran, Kutsel pada Selasa (20/3), dan ternyata pelaku merupakan tetangga kos korban.

Peristiwa ini nampaknya sampai juga ke telinga orang nomor satu di Pulau Dewata.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menyatakan sangat prihatin dengan perkelahian antar krama Bali asal NTT,  tepatnya antar sesama warga dari Sumba NTT beberapa hari lalu.

"Mereka kenapa ya, mabuk-mabuk?  Ya saya sangat prihatin karena saling melukai dan kabarnya nyaris ada jatuh korban. Sebaiknya mereka para pekerja kasar itu diwadahi dalam satu organisasi, khusus mereka para pekerja kasar saja,  biar mudah dipantau dan mudah diberi pembinaan," ujar Pastika.

Mantan Kapolda NTT itu menambahkan, kasian kan kalau akhirnya harus Polisi yang turun tangan. Saya yakin mereka orang baik-baik tapi karena tidak ada yang mereka segani dan karena mereka tidak diberi binaan,  maka mereka terjerumus kepada sikap-sikap yang merugikan mereka sendiri, dan pasti merusak nama baik teman-teman warga Bali asal NTT.

"Saya titip mereka agar dibina dengan baik,  biar tidak terulang lagi," ujar Gubernur saat berdiskusi dengan ketua PENA NTT, Emanuel Dewata Oja alias Edo di kediaman Gubernur, perumahan Teras Ayung Denpasar,  Rabu pagi (21/3). (RN/MN)