Gerakan Peduli Bersama Para Frater Camilian, Maumere
Cari Berita

Gerakan Peduli Bersama Para Frater Camilian, Maumere

21 March 2018

Sebanyak 35 orang para Frater ordo Camilians-Maumere mengadakan kunjungan pastoral bersama orang sakit di Rumah Sakit Umum T.C. Hillers dan Rumah Sakit Swasta ST. Gabriel-Kewapante (Foto: Dok. Pribadi)
Maumere, marjinnews.com - Semua orang dipanggil untuk bertanggungjawab melayani orang lain khususnya orang sakit yang menderita.  Pelayanan terhadap orang sakit, tentunya membantu mereka dalam proses penyembuhan.

Sebanyak 35 orang para Frater ordo Camilians-Maumere mengadakan kunjungan pastoral bersama orang sakit di Rumah Sakit Umum T.C. Hillers dan Rumah Sakit Swasta ST. Gabriel-Kewapante, Minggu (11 Maret 2018).

“Kunjungan tersebut merupakan salah satu bagian dari spiritualitas Ordo, di mana melayani orang sakit menjadi misi utama yang harus dijalankan oleh setiap pengikut St. Kamilus. Para pengikut harus melayani orang sakit dengan penuh kasih dan mampu menemukan Kristus dalam diri mereka, seperti yang diajarkan oleh St. Kamilus sendiri,” kata formator P. Andi Suparman, MI yang ditemui setelah mengunjungi orang sakit, Minggu (11/ 3).

Kegiatan mengunjungi orang sakit menjadi kegiatan rutinitas mingguan para Frater Camilians, di samping padatnya perkuliahan di kampus STFK Ledalero. Meski demikian, para Frater tetap merelakan waktu untuk berbagi cerita dengan orang sakit.

“Berbagai cerita unik yang dapat dipetik ketika bersama dengan orang sakit. Ada orang sakit yang tidak mau menerima kunjungan dari kami, tapi ada yang sangat antusias menerima kehadiran kami. Pada saat bersama orang sakit, kita berusaha untuk mendengarkan mereka dan memosisikan diri untuk menjadi pendengar setia. Suatu penghargaan besar ketika kita mendengarkan mereka di saat situasi tertekan seperti itu", ujar Fr. Fabi Nanto, ditemui di Rumah sakit Umum T.C. Hillers.

Namun ada pengalaman yang menarik Fr. Viktor Roja ketika mengunjungi pasien di Rumah sakit St. Gabriel-Kewapante. Dia mengatakan bahwa pasien yang dikunjunginya ketika pertama kali melihat saya langsung menangis. Saya awal-awalnya merasa bingung kenapa sampai menangis begitu. Namun ketika ditanya, ternyata saya dan anaknya bermuka mirip. Sekarang anaknya itu masuk biara OFM di Manggarai tapi sampai saat ini belum pernah pulang libur, kata Fr. Viktor dengan tergesa-gesah.

Setelah mengunjungi orang sakit, semua para Frater diwajibkan untuk mencatat nama pasien yang mereka kunjungi. Tujuannya ialah untuk didoakan bersama di komunitas agar sekiranya dengan doa-doa itu para pasien merasa tenang dalam menghadapi situasi sakit.

Pengalaman bersama orang sakit juga membantu para Frater untuk kembali memotivasikan diri untuk menjawab panggilan Tuhan dengan sungguh-sungguh dan  membantu mereka untuk mengenal lebih dalam tentang spitualitas Ordo Camilians.

Oleh: Agustinus Gunadin
marjinnews.com Maumere