Dianggap Hina Mahasiswa Tamatan dari Kota Makassar, Tulisan Akun Ini Jadi Viral
Cari Berita

Dianggap Hina Mahasiswa Tamatan dari Kota Makassar, Tulisan Akun Ini Jadi Viral

MARJIN NEWS
29 March 2018

Tulisan akun itu yang telah dibuat dalam bentuk screenshoot kini beredar di jaringan Facebook dan grup-grup WhatsApp. (Foto: Istimewa)
Marjinnews.com - Diduga menghina mahasiswa lulusan dari tanah Makassar, Sulawesi Selatan, akun Facebook atas nama Nikolaus Romas menuai kecaman dari warga nett. Lebih khusus dari mereka yang alumni maupun yang masih sekolah di kota Makassar.

Tulisan akun itu dibuat dalam bentuk screen shoot kini beredar di jaringan Facebook dan grup-grup WhatsApp.

Akun FB atas nama Nikolaus Romas itu dalam tulisannya di facebook dengan menggunakan bahasa Manggarai mengatakan" pasti genok tamatan lau mai Makasar ho ta iw? Eme tamatan lau mai Makasar maklum kat ngasang kanang Sarjana, tetapi pengetahuan dan wawasan di bawa rata-rata. Cewe do gaya data tamat lau mai Makassar. Landing bekat percaya lata one beo (Pasti orang tamatan dari Makassar ini? Tamatan dari Makassar maklum, namanya aja sarjana, tetapi pengetahuan dan wawasan di bawa rata-rata. Terlalu banyak gaya orang yang tamat dari Makassar. Percuma orang di kampung percaya mereka)

Merespon tulisan Nikolaus Romas itu, pemilik akun atas nama Icha Taur melontarkan kecamannya. Dia kemudian menulis di akun Facebook miliknya begini"ALUMNI NIA MAI HAU NIKOLAUS ROMAS? Ceritax sedang viral sttsx perawat di FB. Terus ada manusia bernama Nikolaus Romas yang comment begini. Kami juga alumni Makassar. Kawe asal usul data ho. Sekolah ko co iw? Kaca mata mu mahal. Tetapi sayang mulutmu Murahan (Alumni dari mana kamu  Nikolaus Romas? Ceritanya sedang Viral statusnya perawat di FB. Terus ada manusia bernama Nikolaus Romas yang comment begini. kami juga alumni makassar. Cari asal usul orang ini dia sekolah atau tidak. Kaca matamu mahal, tapi sayang mulutmu murahan -red)

Akun atas nama Rino Sokar menanggapi, "dari mukanya saja. Ini anak tidak dididik dengan baik. Ku kirim sedikit contoh lirik yang merobek hati."

Akun FB atas nama Fernad-Fernad, "Nikolaus Romas, pekerjaanmu apa dulu? Dan pendapatanmu berapa perbulan? Saya alumni Makassar tidak kaya anda koar kaya burung beo. Dan punya lapangan kerja bagus dan lebih bagus dari kamu. Naik komen aja nda mikir akibatnya. Gimana bisa kamu menilai orang kalau kamu masih begtu bodohnya. Udah tau ngemis di tanah orang mau menjatuhkan sesama Manggarai lagi. Oon sekali sih kmu".
.
Akun FB atas nama Ricko Douk menanggapi, "Hebat pak Nikolaus Romas jabat sebagai satpam tapi bisa bicara begini."

Sementara akun FB atas nama Chemik Bungsu dalam komentarnya mengatakan, "Terimaksi kritik de kraeng em bpak Nikolaus Romas. bot kudu slah laku kraeng toe de pribadi terimaksih laku latang ite ata pintar. namun ca ket aku toe di sampe no masalah ho kraeng tamat ho baem laku ga. (Terima kasih kritiknya  abang Nikolaus Romas. Untuk mempersalahkan anda tidak. Terima kasih untuk kepintarannya. Namun satu yang anda tau masalah ini tidak sampai disini. Yang penting saya sudah tahu anda-red).

Mengomentari terkait tulisan akun FB atas nama Nikolaus Romas itu, Peppy Kurniawan salah satu mahasiswa asal Manggarai yang saat ini masih mengenyam pendidikan di kota Makassar mengatakan, dirinya tidak terlalu pusing menanggapi postingan itu. Sebab, Ia beranggapan mungkin yang bersangkutan (Nikolaus Romas-red) pernah melihat langsung ada alumni Makassar yang seperti itu.

Tetapi menurut Peppy, apa yang disampaikan oleh Nikolaus Romas masih bersifat subjektif, karena barang belum tentu semua alumni Makassar seperti yang Ia katakan.

"Yang perlu saya tekankan kalau memang ada alumni Makassar yang kemampuanya dibawah rata-rata seperti yang dikatakan oleh yang bersangkutan, tetapi janganlah disama ratakan," ujar Peppy.

Mahasiswa asal Cibal Manggarai itu menyesal, karena akun atas nama Nikolaus Romas itu telah menjustifikasi secara umum.

Dirinya menerangkan bahwa masih banyak alumni Makassar yang sudah jadi orang sukses lebih khusus di Manggarai.

Sekertaris GMNI cabang Makassar itupun menyarankan kepada teman-temanya yang ada di kota Makassar supaya jangan terlalu memperbesar masalah seperti ini, apalagi komentar-komentar yang bersifat arogan.

Dia meminta agar para mahasiswa yang merasa diri tersinggung agar menunjukan kualitas emosinal, dan bijak dalam menerima sesuatu. Karena ini soal penilaian mereka tentang mahasiswa yang mengeyam pendidikan di Kota Makassar.

"Baik alumni yang telah lulus maupun yang masih ada di kota Makasaar, saya harap agar tetap tenang. Kalau bisa kita ambil hikmanya saja dari kejadian-kejadian seperti ini, cobalah untuk merefleksi diri, kalau memang penilaian mereka itu salah, mari kita tunjukan kepada mereka, bahwa kita tidak seperti apa yang mereka katakan, karena kalau kita balas dengan seperti yang Ia lakukan, yah, apa bedanya?" pungkasnya. (RN/MN)

Editor: Remigius Nahal