Demi Melestarikan Budaya, STKIP BIM Surabaya Menggelar Lomba
Cari Berita

Demi Melestarikan Budaya, STKIP BIM Surabaya Menggelar Lomba

MARJIN NEWS
25 March 2018

Acara yang sangat luar biasa karena majemuknya peserta dan para pendukung. Tidak hanya itu semua lini masyarakat terlibat didalamnya, dengan membawakan tari daerah dari jawa bahkan NTT. (Foto: RN/OS)
Surabaya, Marjinnews.com -  STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya (BIM Surabaya) yang beralamat di jl. Raya Benowo No. 1-3 Surabaya, mengadakan Kompetisi bergengsi yakni tari Modern dan Tari Tradisional pada Minggu (25/03). Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian acara dies natalis STKIP yang ke-13 tahun.

Kegiatan yang di sponsori oleh Bank Jatim dan Ciputra ini terlihat sangat meriah. Antusias yang tinggi dari berbagai  pihak dalam pelaksaan kegiatan ini sangat luar biasa.
Tidak hanya melibatkan mahasiswa Se-Universitas swasta di Jawa Timur, perlombaan ini juga diikuti oleh siswa SMP, SMA bahkan masyarakat umum.

“Acara yang sangat luar biasa karena majemuknya peserta dan para pendukung. Tidak hanya itu semua lini masyarakat terlibat didalamnya, dengan membawakan tari daerah dari Jawa bahkan juga dari NTT.” Ujar Wakil Ketua 1 STKIP Bina Insan Mandiri Drs. H. Jazuli.Msi, ketika di temui Marjinnews.com pada (25/03) siang.

H. Jazuli menambahkan, bahwa acara ini sangat bermanfaat karena selain bisa menampung bakat - bakat para kontestan yang terdiri dari golongan akademik maupun masyarakat umum, juga sebagai wujud apresiasi Lembaga STKIP Bina Insan Mandiri untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme terhadap kebudayaan, bangsa serta melestarikan budaya yang saat ini mulai luntur tergerus globalisasi.

Peserta event ini mencakup 16 tim yang terdiri dari 12 Tim untuk Grup tari tradisional dan empat (4) tim tari modern.

Juri memutuskan kemenangan bagi tim dari SMAN 1 Balong Panggan sebagai juara ketiga, juara kedua dimenangkan oleh tim dari Cakra Dance yang berasal dari masyarakat umum.

“Sungguh diluar ekspetasi, antusias masyarakat dalam melestarikan budaya, benar - benar di apresiasikan dalam kompetisi ini, saya yakin para pemenang bisa mengembangkan bakatnya diluar sana dengan bakat yang mereka miliki sekarang ini," ujar Jazuli.

Untuk aspek penilaian grup tari tersebut, Bapak Jazuli menerangkan bahwa dewan juri yang menilai kompetisi tersebut yakni Ibu Mira Pradipta.Mpd dan Ibu Retno.Spd, melakukan penilaian berdasarkan pada beberapa kriteria diantaranya; Kostum yang di kenakan para kontestan, penyesuaian gerakan dengan musik, kekompakan, kelincahan, eksresi, dan keragaman gerakan. (OS/RN/MN)