$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

Cerpen: Di Sudut Kota

Aku menahan gejolak dalam dada yang menggelora seakan-akan hendak berteriak dan mengatakannya kepada dunia bahwa “Dia” sungguh Istimewa. (Foto: Dok.Pribadi)
Sore ini aku berjalan mengelilingi kota kecil yang langitnya mulai redup. Terasa semua mata tertuju padaku. Aku semakin mempercepat langkahku, tak ku gubris apa yang mereka katakan. Entah karena terganggu oleh bunyian sepatuku yang begitu keras, atau karena syal rajutan yang ku lingkarkan di leher? Ah, entahlah...

Ku berjalan semakin jauh dari keramain itu, dan berhenti di sebuah taman yang berada tepat di sudut kota kecilku ini.

Aku memilih membenah diri sembari menikmati langit senja dengan memilih untuk duduk di sebuah kursi. 

Cukup nyaman. Headset ku pasangkan  ke kedua lubang telingaku, alunan lagu favoritku pun mulai berputar, seulas senyuman di bibir, sambil bernyanyi dalam hati mengikuti melodi irama yang sangat merdu nan indah. 

Ku menahan gejolak dalam dada yang menggelora seakan-akan hendak berteriak dan mengatakannya kepada dunia bahwa “Dia” sungguh Istimewa.

Dalam pergelutan itu aku terdiam, mataku tertuju pada sepasang kekasih yang sedang merajut kasih di bawah temaram langit malam yang dihiasi cahaya rembulan. Kembali ku sunggikan senyuman di bibirku, ku tundukkan kepala dan mendengar hati ini berbisik ‘’semuanya akan baik-baik saja’’. Entah apa maksudnya dan apa yang sedang ku pikirkan, kembali ku senandungkan lagu dari gadget ku.

Perlahan ku menutup pelan-pelan kedua kelopak mataku, namun tiba-tiba datang sesuatu yang membuat diriku terkejut, terlintas sesosok bayangan di depanku. Diriku tak percaya dengan apa yang ku lihat itu. Ku kedipkan kedua mataku. Dia berdiri tepat di depanku, lalu melangkahkan kakinya dan duduk tepat di sampingku.

Dia ada di sampingku? Bisik ku dalam hati. Batinku mulai bergetar, dan untuk ke sekian kalinya pula ku kedipkan mataku, namun sosoknya tetap ada dan ini nyata. 

Sekilas ku memalingkan wajahku ke samping, masih tak percaya. Kembali ku melihat wajahnya, dengan tatapan yang sama, dengan mulut yang tetap terkatup rapat, sekilas senyuman tersungging di bibirnya, senyuman yang tak dapat ku artikan. Senyuman yang sering ku menyebutnya, senyum simpul. 

Senyum simpul, nama yang aneh. Tetapi menurutku cocok untuknya. Ku melihat dia menatap sang rembulan. Aku menduga, di dalam hatinya pasti ada beribu pertanyaan. Namun, dia tak sanggup untuk mengungkapkannya.

Kembali ku tundukkan kepalaku, dan terhanyut dalam alunan melodi lagu yang terus saja mengiringi kisah malam itu. Terasa begitu indah, dan hangat. 

Seandainya Dia tahu apa yang ku rasakan saat ini, pastilah hatiku terasa sangat bahagia. 

Tapi, biarlah semuanya berjalan dengan pelan seiring waktu berjalan. Ku tepiskan sejenak pikiran itu dari benakku, lalu ku melihatnya, dan seakan kedua bola mataku hendak melonjak keluar ketika mataku dan matanya beradu, dan perlahan ku melihat dia membuka mulutnya hendak berkata sesuatu.

Hati ku sangat senang namun, tak dapat ku dengar ucapannya, aku terus memandangnya dan memilih untuk diam. 

Kembali lagi dia menatap sang rembulan dan aku pun kembali tenggelam dalam perasaanku yang terhanyut bersama lagu.

Malam semakin larut, aku beranjak pulang, namun tak ku lihat dia melakukan hal yang sama, aku pun memilih untuk tak berkata dan terus melanjutkan perjalananku.

Lamunanku kembali menguasai jiwaku, dan sial, aku menabrak sesuatu. Aku mengerang, kepalaku terasa sakit dan berat sekali rasanya, aku pun terjatuh.

Perlahan ku mencoba untuk membuka mataku. Terasa aneh, yang ku lihat hanya tumpukan buku yang tersusun rapi di atas meja, ku kedipkan semakin cepat mataku lalu melihat apa yang ada di sekelilingku. 

Aku begitu terkejut, ternyata aku berada dalam sebuah ruangan yang tak asing lagi bagiku. Aku melirik jam dinding yang menempel di tembok menunjukkan pukul 03.30 dini hari.

Diriku seakan tak percaya dengan apa yang ku lihat itu. Aku menampar kedua pipiku, rasanya sungguh sakit. Ini nyata, aku kembali terdiam dan membayangkan apa yang baru saja terjadi dalam diriku.

Ternyata, itu semua hanyalah sebuah mimpi. Berjalan mengelilingi kota, melihat sepasang kekasih, bahkan duduk bersamanya di sebuah kursi menatap rembulan dan bahkan aku dan dia bertatapan, sungguh aku tak dapat mempercayainya namun kenyataan tak dapat di pungkiri, bahwa semua itu hanyalah mimpi belaka.

Mimpi yang indah dengan sejuta rasa, ku ucapkan terima kasih kepada Tuhan yang sudah menghadirkannya padaku, walau hanya lewat mimpi.

Diriku berharap semoga saja dirinya selalu hadir dalam mimpiku, dan suatu waktu itu bisa menjadi sebuah kenyataan di alam nyata.

Oleh: Yuliana Sulastri Halima 
Mahasiswa Universitas Udayana Bali

COMMENTS

Name

Artikel,141,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,160,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,3,BPJS,1,Budaya,38,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,183,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,579,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,38,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,280,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,50,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,114,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,71,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,294,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,258,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,419,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,20,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1148,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,38,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,88,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,20,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,20,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,71,Sumba,8,Surabaya,35,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,48,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,14,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Cerpen: Di Sudut Kota
Cerpen: Di Sudut Kota
https://2.bp.blogspot.com/-kVM1efP9vjI/WqZl4QS72iI/AAAAAAAACi4/A-UWBTwU0Q8BNd6rB16U91SQShnPCq0_QCLcBGAs/s320/20180312_192942.png
https://2.bp.blogspot.com/-kVM1efP9vjI/WqZl4QS72iI/AAAAAAAACi4/A-UWBTwU0Q8BNd6rB16U91SQShnPCq0_QCLcBGAs/s72-c/20180312_192942.png
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/03/cerpen-di-sudut-kota.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/03/cerpen-di-sudut-kota.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close