Cara Anak Muda Surabaya Rayakan Earth Hour
Cari Berita

Cara Anak Muda Surabaya Rayakan Earth Hour

25 March 2018

"Isu-isu ini yang berusaha kita bawa secara global," tambah Tobing (Foto: Istimewa).
Surabaya, marjinnews.com - Perayaan Earth Hour di seluruh dunia juga dilakukan oleh  anak-anak muda di Surabaya. Kegiatan  ini digelar tiap minggu ketiga bulan Maret di seluruh dunia. Aksi ini tidak hanya berisi pemadaman listrik dari pukul 20.30 hingga 21.30 saja, namun ada hal unik lain yang mereka lakukan.

Misalnya saja dengan menata kaleng bekas membentuk angka 60+. Kaleng ini pun diberi cahaya api dari energi minyak tanah. Ketika semua lampu dipadamkan, lantas cahaya kerlap-kerlip bertebaran dari kaleng.

"Jadi semua yang kita gunakan di sini bahan-bahan bekas, seperti kaleng bekas dan minyak bekas menggoreng atau jelanta," ujar Ketua Pelaksana Adriani Valianda Tobing di depan Perpustakaan Bank Indonesia Jalan Raya Darmo, Surabaya, Sabtu (24/3/2018).

Dalam acara yang rutin digelar di Surabaya sejak 2011, Tobing mengatakan tema tahun ini adalah connect to earth. Tak hanya mengajak peserta untuk berhemat energi saja, dia juga mengkampanyekan aksi peduli flora dan fauna. Misalnya, di Surabaya yang merupakan kawasan pesisir, ada hutan mangrove tempat tinggal berbagai ekosistem.

"Isu-isu ini yang berusaha kita bawa secara global," tambah Tobing.

Tidak hanya itu, Tobing mengatakan aksi ini merupakan salah satu aksi dari berbagai macam aksi lanjutan yang bisa dilakukan setiap hari. Seperti membawa botol minuman sendiri, membawa totebag atau tas belanja, hingga menghindari sampah makanan.

Ini menurutnya untuk mencegah tertumpuknya sampah-sampah plastik yang secara perlahan akan merusak bumi. Tobing juga mengaku, tak mudah untuk mengkampanyekan aksi-aksi ini.

"Mematikan lampu itu sederhana tapi banyak yang tidak mengerti dampaknya, dan bahkan disepelekan banyak orang," lanjut Tobing.

Namun, dia juga mengapresiasi antusiasme peserta hari ini yang semakin banyak. Tidak cukup itu, tahun ini menurut Tobing ada pula banyak instansi yang ikut berpartisipasi. Contohnya Bandara Juanda, Artotel Surabaya, Hotel Yello, Coffee Toffee, hingga Herlijk Cafe.

Dalam acara yang dibuka sejak pukul 19.00 ini, ada pula suguhan beberapa hiburan. Misalnya tarian Sparkling Surabaya, Tarian Salsa, akustik, hingga Perkusi.

Tobing berharap, acara ini nantinya bisa semakin meriah di setiap tahunnya. Dia juga ingin kesadaran masyarakat akan pentingnya energi dan alam turut meningkat sehingga anak muda bisa lebih peduli.

"Harapannya acara ini tidak sampai di sini, dan tidak hanya dilakukan sejam saja, tapi bisa berkelanjutan untuk terus peduli dengan alam," harap Tobing. (DC/MN)