Cantik, Presenter ini Akan Memandu Debat Kandidat Pilgub NTT
Cari Berita

Cantik, Presenter ini Akan Memandu Debat Kandidat Pilgub NTT

31 March 2018

Banyak yang bertanya, siapa gerangan yang akan memandu atau menjadi moderator dalam debat tersebut. Meski selalu menjadi sorotan, masyarakat belum semuanya kenal siapa dia (Foto: Istimewa).
Feature, marjinnews.com - Debat kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT adalah momen yang ditunggu-tunggu masyarakat NTT. Bagaimana tidak, pilkada sudah berada di depan mata. Manuver-manuver para paslon hanya didengar per pribadi selama masa kampanye.

Argumentasi antar pasangan calon ini menjadi semakin dinanti juga lantaran akan menjadi salah satu penentu bagi masyarakat sebagai pembanding untuk menentukan pilihan. Semua calon sejauh ini baik jika dilihat dari kaca mata masyarakat yang bersentuhan langsung dengan para timses yang bekerja ekstra memenangkan dukungan mereka.

Banyak yang bertanya, siapa gerangan yang akan memandu atau menjadi moderator dalam debat tersebut. Meski selalu menjadi sorotan, masyarakat belum semuanya kenal siapa dia.

Dia adalaha presenter cantik bernama Tina Talisa, akan menjadi moderator dalam debat kandidat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan digelar pada Kamis (5/3/2018) mendatang.

Ada empat pasangan calon yang akan berdebat yakni Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris), Marianus Sae-Emilia Nomleni (MS-Emi), Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) dan Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Victory-Joss).

Ketua KPU Provinsi NTT Maryanti Luturmas Adoe mengatakan, debat akan digelar sebanyak tiga kali yakni 5 April, 8 Mei dan 23 Juni.


"Debat akan berlangsung di Jakarta dan disiarkan secara langsung oleh INews TV. Yang menjadi moderator dalam acara debat terbukan ini yakni Tina Talisa," ucap Maryanti kepada wartawan di Kupang, Kamis (29/3/2018) kemarin.

Terdapat tiga panelis yang akan menyusun pertanyaan dalam debat itu yakni Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang Fredrik Lukas Benu, Dosen Univesitas Kristen Artha Wacana Kupang Frits Oscar Fanggidae dan seorang kalangan profesional Theodorus Widodo.

Terkait moderator dengan panelis tersebut lanjut Maryanti, pihaknya telah berkoordinasidengan tim kampanye dari empat pasangan calon dan semuanya setuju dan tidak ada keberatan.
Untuk debat yang pertama kata Maryanti, mengusung tema tentang pembangunan ekonomi dan infrastruktur.

"Di dalam pelaksanaan debat, tiga panelis yang akan mengkaji visi dan misi, serta program kerja pasangan calon yang akan disandingkan dengan RPJMD NTT untuk menyusun pertanyaan-pertanyaan,"ucapnya seperti dilansir kompas.com.

Maryanti menjelaskan, terdapat empat segmen dalam debat nanti yakni penyampaian visi dan misi.
Kemudian pendalaman terhadap visi dan misi, berupa pertanyaan yang akan diajukan oleh moderator kepada pasangan calon yang pertanyaannya disusun oleh panelis.

Selanjutnya, pasangan calon akan mendapatkan pertanyaan dari panelis dan pasangan calon itu akan menjawab dan akan didebat oleh pasangan calon lain. Segmen terakhir yakni penyataan penutup.

"Yang paling utama dalam debat pasangan calon ini yakni, bisa diakses oleh masyarakat NTT, baik melalui televisi, live streaming maupun radio,"ucapnya.

Pihak KPU juga, akan memberikan akses bagi penyandang disabilitas. Akan ada yang bertugas untuk menyampaikan bahasa isyarat.

Maryanti menyebut, KPU NTT menganggarkan dana untuk debat sebesar Rp 1,6 miliar.
Setelah KPU membuka pendaftaran melakui proses lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik, terdapat 84 penyedia yang memasukan penawaran.

Namun lanjut Maryanti, yang memasukan penawaran hanya dua media yakni Lintas multimedia TV Makasar dan INews TV.

Penawaran dari Lintas Multimedia TV melebihi penawaran dari anggaran KPU yakni Rp 4,7 miliar.
Sedangkan penawaran dari INews TV Rp 1,5 miliar, sehingga KPU akhirnya menetapkan Inews sebagai pemenang dan langsung dilakukan kontrak.

"Jadi kalau tidak ada media lokal yang mengikuti proses ini, maka kami tidak bisa menetapkan karena tidak mengikuti proses pelelangan. Begitupun proses pelelangan ini dilakukan secara terbuka dan online sehingga bisa diakses oleh siapapun,"jelas Maryanti.

"Kenapa memilih debat di Jakarta, karena dengan dana Rp 1,5 miliar, tidak mungkin bisa melakukan debat di Kupang, karena INew harus mendatangkan dan menyewa alat dan itu membutuhkan dana besar antara Rp 2 sampai Rp 3 miliar,"sambungnya.

Pihaknya juga sebut Maryanti, akan menganggarkan dana, agar debat terbuka itu bisa juga disiarkan secara langsung melalui radio.

"Yang paling penting nanti, pada tanggal 5 April pukul 20.00 Wita masyarakat NTT bisa menyaksikan debat pasangan calon gubernur," tutupnya. (EC/KC/MN)