Bupati Mabar: Yesus, Tokoh & Pemimpin Besar yang Tabah Melawan Pengkhianatan Yudas Iskariot serta Penyangkalan Rasul Petrus.
Cari Berita

Bupati Mabar: Yesus, Tokoh & Pemimpin Besar yang Tabah Melawan Pengkhianatan Yudas Iskariot serta Penyangkalan Rasul Petrus.

MARJIN NEWS
1 April 2018

Menurutnya, Paskah adalah gambaran iman yang kekal dan abadi. Hal ini merupakan bentuk keteladanan Tuhan Yesus seorang ‘Tokoh dan Pemimpin Besar’ yang tabah melawan pengkhianatan yang dilakukan muridnya, Yudas Iskariot serta penyangkalan Rasul Petrus. (Foto: Istimewa)

Labuan Bajo, Marjinnews.com - Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula mengharapkan agar semua umat Kristiani yang ada di Mabar dapat menghayati makna yang terkandung di dalam perayaan Paskah untuk lebih meningkatkan kecintaan kepada Yesus sebagai juru selamat.

“Saya mengajak masyarakat Mabar yang merayakan Paskah untuk merayakan suka cita Paskah ini dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya sebatas seremonial saja, tapi juga menghayati makna yang terkandung di dalamnya,” kata Bupati Gusti, Sabtu (31/3).

Menurutnya, Paskah adalah gambaran iman yang kekal dan abadi. Hal ini merupakan bentuk keteladanan Tuhan Yesus seorang ‘Tokoh dan Pemimpin Besar’ yang tabah melawan pengkhianatan yang dilakukan muridnya, Yudas Iskariot serta penyangkalan Rasul Petrus.

“Ini pula yang yang harus diteladani oleh kita selaku umat (rakyat) Tuhan dalam kehidupan modern atau zaman now,” katanya.

Demikianpun bagi para pemimpin, ungkap  Bupati, keteladanan Yesus harus mampu dijadikan sebagai kiblat semangat pengabdian, pengorbanan dan pelayanan.

Yesus Kristus melalui perayaan Paskah menunjukkan bahwa menjadi pemimpin itu harus memiliki hati nurani yang jernih, berpikir yang positip serta tidak berpikirkan negative.

“Inilah nilai- nilai solidaritas dalam sikap pengorbanan yang diwariskan oleh Tuhan Yesus sendiri sebagai Pemimpin Besar bagi segenap umat-Nya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bupati Gusti mengatakan makna Paskah sesungguhnya meninggalkan pola hidup lama menuju cara hidup baru atau dunia baru.

“Inti daripada hidup baru paskah Kristus ialah meninggalkan dunia lama yang diwarnai dengan hoax, balas dendam, kebencian dll,” jelasnya.

Melalui kebangkitan Yesus ujar Bupati Gusti, dunia lama ini ditutup.

“Dengan kebangkitan-Nya, Yesus mengalahkan dunia lama yang dikuasai dosa dan kejahatan  dan menggantikannya dengan dunia baru yang dikuasai dengan Kasih, Pengampunan, Kelembutan, Kebenaran serta Perdamaian,” ulasnya.

Untuk itu, Bupati Mabar ini berharap agar umat Kristiani di Mabar ini merayakan kebangkitan Yesus harus menjadi saksi bagi Dunia Baru.

“Saksi perdamaian, saksi kebenaran, saksi pengampunan,  saksi kebaikan, saksi kelembutan, saksi peradaban sejati, saksi kejujuran, saksi tidak korupsi, menghindari ujaran kebencian, mengampuni, menghargai perbedaan dan kesederhanaan,” tandasnya.

Bupati Mabar ini berharap agar Paskah dihayati tidak secara seremonial belaka. Tetapi harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan nyata umat sehari-hari.

“Paskah itu peristiwa iman yang kekal yang mampu menjiwai setiap iman umat sampai selama -selamanya,” ujarnya.

“Mari senantiasa menumbuhkembangkan semangat Yesus Kristus dalam hidup menggereja dan bernegara atau mengumat dan merakyat. Selamat Pesta Paskah 2018 bagi segenap Umat Nasrani Manggarai Barat dan yang merayakannya,” ucapnya.

Sementara itu Wabup Mabar, Maria Geong mengatakan renungan sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus menunjukkan kepada umat manusia bahwa Tuhan sungguh-sungguh mengasihi umatnya tanpa batas dan tanpa kecuali.

“Semoga semangat Paskah ini menjadi semangat kita juga dalam berkarya dan melayani sesama. Salam damai dan sukacita Paskah. Tuhan mengasihi dan mencintai kita semua,” pungkasnya. (RN/MN/***)