Bunuh Diri, Setelah Anggalus di Manggarai Timur, Kini Fandi di Manggarai
Cari Berita

Bunuh Diri, Setelah Anggalus di Manggarai Timur, Kini Fandi di Manggarai

MARJIN NEWS
24 March 2018

Belum sampai genap seminggu kasus bunuh diri yang terjadi di Manggarai Timur, hari ini kejadian teragis itu muncul kembali. (Foto: Ilustrasi)
Ruteng, Marjinnews.com - Maraknya kasus bunuh diri di Manggarai Raya sudah sangat menyedihkan.

Belum sampai genap seminggu kasus bunuh diri yang terjadi di Manggarai Timur, hari ini kejadian teragis itu muncul kembali.

Fandi (28), pemuda asal Kenda, Desa Bangka Kenda Kecamatan Wae Ri'i kabupaten Manggarai Sabtu pagi tadi  (24/3) nekat melakukan hal itu.

Pria yang diketahui berprofesi sebagai petani ini melakukan aksi mematikan itu di Pohon Cengkih di kebun warga.

Fandi, diketahui melalui aksi bunuh diri di kebun Marianus di sebatang pohon cengkih. Posisi korban ditemukan tergantung di pohon dengan ketinggian sekitar 375 cm.

Humas Polres Manggarai IPDA Daniel Djihu menjelaskan bahwaKorban pertama kali ditemukan oleh pemilik kebun dimana saat itu dirinya hendak mau memotong dahan yang mana tempat korban Gantung diri.

“Pemilik kebun, kata IPDA Daniel, melihat korban dengan posisi tergantung di pohon cengkeh miliknya dan merasa kaget dan sambil berteriak meminta tolong kepada warga setempat,” jelasnya.

Mendengar teriakan tersebut warga setempat langsung ke Tkp dan melihat korban tergantung di pohon cengkeh dengan menggunakan kabel.

Kanit SPKT AIPTU I WAYAN GUNA bersama piket Fungsi dan Tim Identifikasi Polres Manggarai mendatangi TKP dan melakukan olah TKP.

“Dari hasil olah TKP ditemukan Korban dalam keadaan meninggal dunia dengan Posisi korban tergantung di pohon
cengkeh dengan ketinggian 375 cm”, jelas Daniel.

Menurutnya Korban gantung diri menggunakan kabel berwarna putih sepanjang 150cm yang di ikat pada leher korban dan ujungnya diikat diranting pohon cengkeh.

“Selesai melakukan olah TKP jenazah korban langsung dibawa ke RSUD dr. BEN MBOY Ruteng guna dilakukan Visum Et Repertum.

“Dari hasil pemeriksaan pada jenazah korban oleh Dokter RSUD dr. BEN MBOI Ruteng an. DR. IVON menyimpulkan bahwa Korban meninggal dunia murni Gantung Diri,”tukas IPDA Daniel

Sementara istri korban Reliana (24), menjelaskan bahwa korban meninggalkan rumah tanpa pamit pada hari rabu tanggal 21 Maret 2018.

“Dia meninggalkan rumah tanpa pamit, selama ini dia sehat sehat saja dan tak ada persoalan serius yang kami alami”, jelas Reliana.

Di Manggarai Timur, Anggalus Dahur (30), seorang petani di Watunggong, Kelurahan Tanah Rata, Kabupaten Manggarai Timur, NTT ditemukan gantung diri di pondok di lokasi  kebun Wae Rua, Rabu (21/3) kemarin sekitar pukul 16.00 Wita.

Leonardus Dalu, seorang saksi yang memiliki hubungan keluarga dengan korban menceritakan  Rabu kemarin sekitar pukul 15.30 Wita, ia bersama Ferdi Jagut disuruh oleh ayah korban atas nama Nandes Jagut, mencari korban karena sepanjang hari ini, korban belum pulang dari kebunnya.


Sesampainya di depan pondok korban, saksi memanggil – manggil nama korban, tetapi tidak ada jawaban dari korban dari dalam pondok. Akhirnya saksi mendekat ke pondok dan mengintip ke dalam pondok serta mendapati korban dengan posisi sudah tergantung dengan tali.

Leonardus bersama Ferdi Jagut kemudian mendobrak pintu pondok, karena posisi pondok terkunci dari dalam. Setelah pintu pondok terbuka, keduanya mendapati korban sudah tidak bernyawa. Keduanya kemudian pulang ke rumah untuk memberitahukan hal tersebut ke orang tua korban

Nandes Jagut, ayah korban mengatakan pada Selasa (20/3), sekitar pukul 20.00 Wita, Anggalus keluar dari rumah. Ia pamit hendak pergi menginap di kebunnya.

Namun, hingga Rabu (21/3), korban belum juga pulang ke rumah. Karena itu,Nandes pun menyuruh Leonardus Dalu dan Ferdi Jagut untuk mencari korban.

Menurutnya, korban memang sering menginap di kebun apalagi ketika musim panen kemiri.

Motif atau penyebab meninggalnya korban belum bisa diketahui secara pasti. Istrinya, belum bisa dimintai keterangan karena masih trauma dan sering pingsan. (Edo P/RN/MN).