Biar Murah, Debat Paslon Pilgub NTT Dilaksanakan di Jakarta
Cari Berita

Biar Murah, Debat Paslon Pilgub NTT Dilaksanakan di Jakarta

19 March 2018

Mengapa debat tidak dilaksanakan di Kupang, jika dilaksanakan di Kupang, maka biaya jauh lebih besar. (Foto: Istimewa)
Kupang, Marjinnews.com - Pelaksanaan debat pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT akan digelar di Jakarta. Debat ini dijadwalkan 5 April 2018 dan disiarkan secara langsung oleh iNews TV.

Hal ini disampaikan Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe, Minggu (18/3/2018) seperti dilansir pos Kupang.

Menurut Maryanti, KPU sudah menetapkan iNews TV sebagai media yang akan menyelenggarakan debat paslon.

"Debat calon ini akan dilakukan di Jakarta dan diselenggarakan oleh iNews TV. Proses penetapan iNews TV telah melalui proses lelang," kata Maryanti.

Dia menjelaskan, selama proses lelang terutama dalam masa sanggah, tidak ada sanggahan. Karena itu, penetapan iNews TV sudah sesuai prosedur.

Terkait mengapa debat tidak dilaksanakan di Kupang, ia mengatakan, jika dilaksanakan di Kupang, maka biaya jauh lebih besar.

Karena itu, pihaknya mensyaratkan siaran nasional sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat di kabupayen dan kota yang ada di NTT.

Dikatakan, debat paslon ini akan dilakukan sebanyak tiga kali dan semuanya di Jakarta dengan media penyelenggara adalah iNews TV.

Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli menjelaskan, pelaksanaan tiga kali debat itu sudah ditetapkan akan berlangsung di Jakarta.

"Jadi semua debat paslon ini akan digelar di Jakarta dan semuanya akan disiarkan secara langsung oleh iNews TV," kata Yosafat.

Untuk diketahui, media yang mengikuti lelang yakni iNews TV dan satu TV di Makassar. Namun, yangolos sebagai pemenang adalah iNews TV.

Sementara itu, DPRD NTT mempertanyakan soal penetapan lokasi dan media pelaksanaan debat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur NTT.

Beberapa anggota DPRD NTT, Eldat Nenabu, Gabriel Suku Kota dan Yucundianus Lepa menyampaikan hal itu dalam rapat di Aula Kelimutu,Gedung DPRD NTT, Senin (19/3/2018).

Menurut Eldat, perlu ada penjelasan soal penetapan lokasi debat.

"Kalau bisa hanya satu kali di Jakarta dan lainnya di NTT. Jangan sampai pemborosan anggaran sehingga dibuat di Jakarta," kata Eldat.

Gabriel Suku Kotan mengatakan, debat calon itu bertujuan agar masyarakat mengetahui soal visi misi dan program dari paslon. Karena itu perlu ada penjelasan dari penyelenggara.

"Kalau anggaran kurang, saya kira perlu dibicaralan lagi.
Masa kita buka tenda di Jakarta tapi pestanya di NTT," katanya. (RN/MN/PK)