Benderaku Yang Hilang
Cari Berita

Benderaku Yang Hilang

MARJIN NEWS
3 March 2018


Aku ingin sekali menghormati benderaku dan menyanyikan lagu indonesia raya sebagai bukti kalau aku menghargai para pejuang terdahulu dalam merebut kemerdekaan bagi bangsa Indonesia (Foto: Dok. Pribadi). 
Bendera merah putih adalah lambang dari negara indonesia, dan sangat dihormati oleh bangsa Indonesia. Bahkan untuk mengibarkan sangsaka merah putih ini banyak jiwa yang telah terkoban, banyak istri yang menjadi janda dan anak menjadi yatim piatu. Peperangan terjadi di mana-mana hanya untuk satu tujuan mengibarkan sangsaka merah-putih sehelai kain yang tersimpan beribu makna di baliknya.

Setelah bertahun-tahun merdeka indonesia kini dapat dengan mudah mengibarkan benderanya. Hari yang paling aku tunggu adalah hari dimana seluruh rakyat indonesia berdiri bersama menghormati sangsaka merah putih dan mendendangkan lagu indonesia raya.

Di setiap tanggal 17 Agustus aku selalu bersorak ria dan aku merasakan identitasku kembali menyatu denganku.

Tapi aku merasakan benderaku telah hilang sejak aku duduk di bangku SMA, aku tak lagi menemukan benderaku bahkan di tiang tempat sangsaka merah putih berkibar kini tampak sepi dan semakin hari semakin ditinggalkan.

Aku ingin sekali menghormati benderaku dan menyanyikan lagu indonesia raya sebagai bukti kalau aku menghargai para pejuang terdahulu dalam merebut kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Entah apa sebabnya sekolahku kini tak lagi mengadakan upacara bendera yang biasa dilakukan pada senin pagi, aku merasakan perubahan demi perubahan menguasai diriku aku kehilangan identitasku, kehilangan bangsaku, kehilangan negaraku.

Kadang aku bertanya pada guruku kenapa mereka tidak lagi mengadakan upacara bendera tapi tak ada satu pun yang dapat menjawabnya. Mereka acuh dan membiarkan aku sendiri yang menjawabnya.

Sampai pada akhirnya aku meninggalkan masa SMAku dan berharap di perguruan tinggi nanti aku dapat menemukan kembali benderaku dan aku dapat menyuarakan dengan lantang lagu Indonesia Raya, sungguh tangan ini rasanya sudah tak mampu bersabar untuk menghormati benderaku sangsaka merah-putih yang amat aku banggakan itu.

Tapi sayang seribu kali sayang keinginanku seakan dihapus ombak yang besar aku tak menemukan benderaku aku bahkan tak melihatnya berkibar, aku telah kehilangan identitasku.

Benderaku sangsaka merah putih hanya dapat kutemui pada 17 Agustus setahun sekali. Aku bahkan telah kehilangan pedomanku, aku kehilangan jiwa nasionalismeku. Aku kini menjadi remaja yang tak beridentitas.

Oleh: Edho Padju
marjinnews.com Jakarta