Bayi Berusia 7 Bulan Hamil, Orang Tua Syok Saat Mengetahui Penyebabnya
Cari Berita

Bayi Berusia 7 Bulan Hamil, Orang Tua Syok Saat Mengetahui Penyebabnya

5 March 2018

Prinsa Rathava bersama kedua orang tuanya mendatangi rumah sakit setempat. (Foto: Istimewa)
Marjinnews.com - Mendapatkan kabar putrinya hamil adalah kebahagiaan luar biasa untuk para orang tua. Lain hal jika putrinya mengandung tanpa ayah atau sebelum menikah.

Hal inilah yang terjadi pada pasangan asal India, Manisha dan Motisingh Rathava. Kedua orang tua tersebut kaget saat mengetahui putrinya yang baru berusia 7 bulan sudah hamil.

Awalnya Manisha dan Motisingh tak menyadari keanehan dalam diri putrinya, Prinsa Rathava.

Sejak berusia 5 bulan, perut Prinsa mulai terlihat buncit.

Cemas dengan kondisi sang anak, kedua pasangan tersebut membawa Prinsa ke rumah sakit.

Setelah diperiksa, dokter mengatakan ada janin di perut Prinsa.

Kedua orang tua tersebut syok mengetahui apa penyebabnya.

Dilansir Grid.ID dari The Sun, 4 Maret 2018, janin yang ada di dalam perut Prinsa rupanya adalah adik kembarnya.

Sang ibu seharusnya melahirkan anak kembar, namun salah satu janin gagal berkembang dan bersarang di rahim kembarannya.

Kondisi langka ini disebut Foetus in foetu atau janin di dalam janin.

Dokter menunjukkan hasil X-ray perut Prinsha, kedua orang tuanya mengaku syok

Menurut dokter, kondisi ini hanya terjadi pada 200 kasus di seluruh dunia.

Pada 19 Februari 2018, Prinsa dibawa orang tuanya ke rumah sakit untuk segera dilakukan tindakan pengangkatan janin di dalam perut.

Prinsa dioperasi di rumah sakit umum Gujarat, India.

Enam tim dokter, termasuk tiga ahli anesthesi senior, bertanggung jawab dalam operasi tersebut.

Janin seberat 130 gram itu ditemukan di antara usus dan ginjal Prinsa.

Untunglah tim dokter berhasil mengangkatnya.

Kepala departemen bedah anak, Dr. Rakesh Joshi, mengatakan awalnya janin tersebut bisa lahir dengan selamat dari rahim ibu.

"Di kasus ini, janin memiliki kolom vertebra, jaringan otak, kepala dan tungkai anggota badan yang normal."

"Seharusnya ia bisa lahir dengan normal bersama saudara kembarnya," kata Dr. Rakesh Joshi.

Masih menurut Dr. Rakesh Joshi, operasi yang mereka lakukan telah berhasil dan Prinsa bisa tumbuh secara normal seperti anak-anak lain.

Kasus foetus in foetu yang dialami Prinsa ini terjadi karena janin kembar dalam rahim ibu gagal memisah.

Akibatnya, salah satu janin tak bisa berkembang dan bersemayam di dalam tubuh janin yang normal. (RN/MN)