Akankah Marianus Sae Bebas?
Cari Berita

Akankah Marianus Sae Bebas?

10 March 2018

Isu dibebaskan MS merupakan isu yang diciptakan tim sukses untuk mempertahankan dan meraih suara pemilih NTT. (Foto: Istimewa)
Jakarta, Marjinnews.com - Isu yang berhembusan di tengah publik NTT yang mengatakan bahwa Marianus Sae akan bebas semakin kencang.

Namun, pengacara Senior asal Nusa Tenggara Timur Petrus Bala Pattyona menegaskan bahwa Calon Gubernur NTT Marianus Sae (MS) tidak mungkin dibebaskan oleh Komisi

Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengikut kampenye. Menurut Petrus, selama MS tidak melakukan upaya hukum seperti praperadilan terhadap KPK, maka kemungkinan MS dibebaskan tidak ada.

"Isu akan bebasnya MS dan kembali ke NTT untuk ikut kampanye hanyalah bualan. Karena selama MS ini tidak melakukan perlawanan hukum dengan melakukan praperadilan terhadap KPK, maka MS tidak akan dibebaskan," ujar Petrus di Jakarta, Senin (5/3).

Sampai saat ini, kata Petrus, MS belum mengajukan praperadilan. Dia menduga MS tidak melakukan praperadilan karena mungkin dia menyadari tindak pidana korupsi yang terungkap operasi tangkap tangan atau OTT sudah berat dan pembuktiannya sangat telak.

"Hal ini dapat dilihat dengan adanya bukti transfer atau SMS, WA dan janji-janji yang terekam KPK," tandas dia.

Petrus menilai ada sebagian pihak yang kurang memahami bukti dalam tindak pidana korupsi khususnya dalam kasus OTT.

Sehingga, kata dia, tidak heran banyak yang menganggap OTT MS rekayasa lantaran tidak ada bukti berupaya uang atau barang bukti lainnya.

"Harus dipahami bahwa dalam tindak pidana korupsi, bukti-bukti dapat berupa SMS, rekaman, WA atau simbol-simbol  yang dapat memberi makna," tandas dia.

Menurut Petrus, isu dibebaskan MS merupakan isu yang diciptakan tim sukses untuk mempertahankan dan meraih suara pemilih NTT. Padahal, MS tidak mungkin dibebaskan selama tidak melakukan praperadilan.

"Pengalaman saya mendampingi klien di KPK baik melalui suatu penyidikan tindak pidana atau OTT, sudah pasti bersalah dan dihukum. Semakin melakukan perlawanan, maka hukumannya pun semakin berat karena dianggap tidak kooperatif," terang dia.

Selain hukuman yang berat, lanjut dia, harta tersangka yang diperoleh tanpa ada hubungannya dengan tidak pidana yang dilakukan pasti akan disita KPK. Pasalnya, prinsip KPK selain membuat efek jera, juga untuk memiskinkan pihak yang terkena OTT.

"Apa yang biasa terjadi di KPK sudah pasti disadari penuh oleh MS sehingga lebih memilih menghadapi proses hukum di KPK dibandingkan melawannya melalui peradilan," tutur dia.

Petrus menganjurkan semua pihak termasuk timses MS untuk mendukung sikap kooperatif MS. Dia berharap timses atau pendukung MS tidak memberikan informasi yang menyesatkan masyarakat NTT.

"Saya mendukung sikap MS untuk tidak melakukan perlawanan demi kebaikannya agar kasus yang menjeratnya cepat selesai.

Kalau pun ada isu MS akan bebas dan segera kembali ke NTT, itu namanya juga kampanye karena untuk memenangkan paket MS-Emi dengan tujuan seandainya paket MS terpilih tentu MS akan dilantik dan seketika akan diberhentikan untuk diganti oleh wakilnya," pungkas dia.

Sementara di lain pihak, KPK bantah akan membebaskan Marianus Sae.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah isu yang berkembang bahwa calon gubernur NTT Marianus Sae akan dibebaskan.

Di tengah masyarakat di NTT berkembang isu bahwa Marianus akan dibebaskan. “ (Isu seperti itu) tidak perlu dipercaya,”ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah seperti dilansir Florespost.co.

Febri mengatakan meskipun peserta Pilkada, Marianus tidak bisa ikut dalam proses kampanye.

Terkait persidangan, ia mengatakan saat ini, perkara dugaan korupsi Bupati Ngada dua periode itu masih dalam tahap penyidikan.

“Masih penyidikan dan sedang dalam status penahanan KPK,”ujarnya. (RN/MN)