Ahok, Ketika Surat Cinta Jadi Barang Bukti untuk Bercerai
Cari Berita

Ahok, Ketika Surat Cinta Jadi Barang Bukti untuk Bercerai

7 March 2018

Veronika Tan (Foto: Istimewa)
Jakarta, marjinnews.com - Masih terbesit dalam benak kita sekitar beberapa bulan yang silam, sepucuk surat ditulis mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk sang istri, Veronica Tan dalam perayaan hari perikahan ke-20 tahun yang jatuh pada tanggal 6 September 2017 lalu.

Dari balik jeruji besi Ahok yang dikenal sebagai pribadi yang keras itu menyusun ungkapan-ungkapan manis untuk kekasih hatinya.

Surat cinta Ahok tersebut dibacakan pada saat acara ungkapan terimakasih keluarga Ahok untuk para penulis buku 'Ahok di Mata Mereka' yang digelar di Jakarta Pusat pada Kamis (7/9/2017).

Kala itu, surat dibacakan oleh putra Ahok, Nicholas Sean, saat penutupan acara berlangsung.

"Pada saat akan dibacakan Bu Vero tidak tau, karena acara memang sudah akan ditutup tapi tiba-tiba Nico berdiri di depan dan membacakannya," ujar Staf Ahok, Imadya yang turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam surat yang dibacakan Nico, Ahok mengungkapkan betapa bersyukur dirinya meski kini harus mendekam di dalam penjara.
Surat cinta Ahok untuk Veronika beberapa bulan lalu
Berikut isi surat cinta Ahok ke Veronica

"Saat ini aku harus berterima kasih akan keadaan saat ini kepada semua pihak yang menyebabkan aku menjadi narapidana dan ditahan langsung tanpa menunggu proses lebih lanjut.

Tak terbayang jika dulu aku tak ditahan, Aku akan terus bekerja seperti dulu sampai Oktober sampai masa jabatan itu artinya saya bangun jam 04.30 (kamu memberiku gelar robot), karena semua waktu dihitung tepat agar aku bisa tiba di balaikota 7.30.

Karena sudah banyak warga menunggu dan kerja nonstop sampai pulang ke rumah sudah di atas jam 21.00. Sabtu Minggu selain ke kawinan juga selesaikan disposisi surat dan kadang sampai tengah malam di malam Senin.

Agar hari Senin tidak ada surat yang tertinggal. Kamu memberiku gelar robot sungguh benar.
Dulu aku benar-benar "take it granted" sampai-sampai anak juga kamu yang ajak jalan dan bicara," sebutnya.

Ahok menyebut berada di dalam tahanan merupakan hadiah terbesar di hari ulang tahun pernikahannya. Ia pun mengungkapan betapa beruntungnya memiliki istri seperti Vero.

"Tapi saya mendapatkan istri yang mengasihi aku dan anak-anak kembali kalau ada yang salah dalam hubungan suami istri umumnya yang salah pasti sang suaminya. Aku bersyukur dalam tahanan menjadi banyak waktu untuk merenung betapa istriku bukan lagi seperti dulu sekarang sudah dewasa mampu berprestasi dan menjadi perempuan dan penolong bagi saya," ungkapnya.

Ahok pun memberikan sebuah kutipan ayat Alkitab sebagai penutup surat cintanya.

"Sungguh benar dikatakan dalam Amsal Salomo istri yang berakal budi adalah anugerah Tuhan," kutipnya.

Surat Cinta Jadi Barang Bukti Tambahan Perceraian
Sidang gugatan cerai yang diajukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kepada istrinya Veronica Tan kembali akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (7/3/2018) hari ini.

Agenda sidang hari ini menghadirkan tokoh agama yang selalu mendampingi Basuki.
Baik semasa jadi gubernur hingga berada di tahanan.

Dilansir Kompas.com, kuasa hukum mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Fifi Lety Indra, memberikan bukti tambahan kepada majelis hakim berupa surat komunikasi antara Ahok dan istrinya, Veronica Tan.

Surat tersebut akan dijadikan bukti tambahan untuk sidang gugatan perceraian yang diajukan Ahok terhadap Vero.

"Ada tambahan bukti, surat Pak Ahok ke Bu Vero," ujar Fifi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (7/3/2018).

Fifi mengatakan, surat tersebut berisi komunikasi antara Ahok dan Vero. Adapun Ahok saat ini masih menjalani hukuman di Rutan Mako Brimob Depok terkait kasus penistaan agama.

Pada 4 Desember 2017, Ahok mengirimkan surat berisi ucapan selamat ulang tahun kepada Vero.

Pada 28 Januari 2018, Vero membalas surat Ahok yang berisi pengakuan Vero tentang masalah pribadi yang menimpa mereka. Balasan surat ditulis di balik kertas yang sebelumnya dikirimkan Ahok.

"Jadi Bu Vero ngirim di kertas yang sama. Vero balas surat, isinya pengakuanlah," ujar Fifi.

Pada persidangan yang digelar di PN Jakarta Utara, Rabu pagi ini, kuasa hukum Ahok menghadirkan saksi yang merupakan pendeta tempat Ahok dan Veronica beribadah, serta menjadi pendeta yang berusaha memediasi Ahok dan Vero agar tidak bercerai.

Pendeta tersebut juga mendampingi Ahok selama persidangan kasus penodaan agama, yang akhirnya Ahok divonis dua tahun penjara. (AA/MN)