$type=carousel$cols=3

Valentine dalam Dilema yang Beradu

Jika pernah ditinggalkan sampai kamu merasa hidup tidak adil, percayalah sesungguhnya kamu hanya sedang mengalami fase di mana kamu harus ...

Jika pernah ditinggalkan sampai kamu merasa hidup tidak adil, percayalah sesungguhnya kamu hanya sedang mengalami fase di mana kamu harus belajar lagi untuk mencintai diri sendiri (Foto: Dok. Pribadi)
Februari adalah bulan kasih sayang, itulah yang dikatakan oleh mereka yang Februarinya selalu bahagia. Bagiku tak bisa ku artikan Februari sebagai bulan kasih sayang. Karena setiap tahun Februariku biasa saja, tak ada yang istimewa.

Namun hal itu berbeda ketika semenjak dua tahun lalu kau hadir memberikan arti baru untuk bulan Februariku. Apakah di Februari sebelumnya aku tak bahagia? Bukan, sama sekali bukan itu persoalannya. Hanya saja di ruang hati terdalamku ada semacam ada porsi yang berbeda semenjak kamu menjadi valentineku.

Pertemuan awal kita yang bisa dikatakan tidak nyata, namun saat sendiri aku selalu tersenyum membayangkan senangnya ketika pagi-pagi kau menyapa dari seberang sana memberi semangat sebelum ku memulai hari. Kau terus hadir di setiap pagi, dan jadi yang terakhir kuingat ketika sesaat sebelum ku menutupi malamku.

Dua tahun lalu, bukankah itu terlalu cepat berlalu?. Waktu berikutnya kau terus saja berkicau mengingatkan jam makan siangku, merasa seperti ABG. Aku terus saja bahagia menyadarkan cinta yang mulai bersemayam di sana.

Pertemuan awal kita meski tak seperti mereka yang bertemu dengan bertatap muka, berpegangan tangan lalu setelah itu bersama-sama membangun cinta. Namun, bukankah setiap insan memiliki kisah yang berbeda. Aku percaya dari sekian ribu manusia di dunia, Tuhan memilki alasan mengapa saat itu kita bertemu.

Saat ini aku berterima kasih kepada Gary Klassen karena dengan kepintarannya telah menciptakan sebuah aplikasi yang saat itu mempertemukan kita. Inilah alasan mengapa aku mengatakan pertemuan awal kami tidak nyata.

Pertemuan kami bukan di sebuah acara kondangan, yang mana tempat-tempat tersebut selalu manjur untuk bertemu jodoh bagi para jomblo. Pertemuan kami juga bukan di bandara, yang dari sekian ribu penumpang, tiba-tiba saja secara kebetulan kami duduk bersebelahan di ruang tunggu lalu berkenalan, saling bertukar no handphone atau semacamnya.

Yah, pertemuan kami tak seromantis pasangan lain. Kami hanya saling bertukar cerita di sosial media, mengirimkan pesan singkat dengan emoticon senyum, kalau sedih mengirimkan emoticon menangis dan jika rindu mengirimkan emoticon peluk. Menggambarkan perasaan hanya mengandalkan paket data, pulsa dan arus baterai handphone.

Jika semua orang pintar di luar sana yang telah memberikan inovasi pada dunia bisa ku ajak bercerita, aku ingin berterima kasih dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka telah berhasil mengurangi dua populasi jomblo di dunia. Hari-hari berikutnya kami ingin membuat cerita kami menjadi nyata hingga tiba saatnya kami bertemu dan melanjutkan cerita yang sudah dimulai.

Berlebihan! Iya beginilah aku menggambarkan rasaku, aku ingin berbagi cerita kepada mereka yang sampai saat ini belum menemukan tambatan hatinya. Menemukan kabahagian tak pernah instan. Semuanya harus dilalui dengan air mata dan kesedihan.

Jika pernah ditinggalkan sampai kamu merasa hidup tidak adil, percayalah sesungguhnya kamu hanya sedang mengalami fase di mana kamu harus belajar lagi untuk mencintai diri sendiri, terus memperbaiki diri dan pada akhirnya kamu akan bertemu dengan dia yang tak akan pernah meninggalkanmu.

Bagi kamu yang saat ini masih sendiri, belajarlah untuk mencintai dirimu, jauhkan pikiran negatif yang pada akhirnya hanya membuatmu jauh dari jodohmu. Karena jika kamu tak menyukai kesendirian kamu juga tak akan bisa menyukai sebuah hubungan. Masa lalu yang menyakitkan mulailah melihatnya sebagai pelajaran hidup, jangan terus membencinya apa lagi menyesalinya, karena masa sekarang tidak akan terjadi jika tanpa masa lalu.

Teruslah percaya bahwa Tuhan tak pernah menciptakan tulang rusukmu tanpa pasangannya. Jika di masa lalu Tuhan menciptakan tulang rusuk Hawa dari si Adam, hal itu berarti tulang rusukmu juga diambil dari dia yang saat ini masih berkelana di luar sana, dan pada saat yang tepat dia akan datang mencari tulang rusuknya dan sebelum saat itu tiba janganlah merusaknya dengan memberikan kepada orang lain yang tak bisa menjaganya dengan baik.

Tulisan ini terinspirasi dari cerita seorang sahabat ketika saat itu saya datang ke pernikahannya, dan mereka menceritakan awal mula mereka bertemu hanya mengandalkan signal di layar handphone. Tentunya bukan cuma mereka yang bahagia karena telah bertemu pasangan mereka di jagat maya, ada begitu banyak yang memiliki kisah yang sama.

Oleh karena itu tulisan ini kupersembahkan khusus buat semua pasangan kekasih yang menciptakan hubungan dunia maya menjadi cinta nyata yang luar biasa hebat. Semoga siapa pun yang membaca dapat menginspirasi untuk menggunakan sosial media dengan cara yang positif, menemukan cinta, mencintai perbedaan dan semakin mengedepankan semangat untuk berbagi cerita dan tawa.

Oleh: Odilia Jayanti Mahu
Mahasiswa Program Magister PBSI Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,2,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,211,Asmat,4,Asusila,5,Badung,7,Bali,94,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,12,BBM,1,Bencana Alam,1,Berita,2,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,39,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Camilian,1,Cerpen,135,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,433,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,21,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,E-KTP,4,Editorial,38,Edukasi,1,Ekonomi,3,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,27,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,5,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,20,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,29,Human Trafficking,4,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,6,Imlek,2,Indonesia,1,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,14,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,1,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,2,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,2,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,222,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,1,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,65,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,4,Kepemudaan,121,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,13,Komodo,5,Komunikasi,1,Komunitas,5,Korban,1,Korupsi,57,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,45,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,40,Lakalantas,7,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,1,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,13,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,35,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,79,Manggarai Barat,1,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,Narkoba,5,Nasional,222,Natal,19,Ngada,1,Novanto,1,Novel,15,NTT,104,Nyepi,2,Olahraga,10,Opini,320,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,20,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,1,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,80,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,22,Peristiwa,783,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,Pilgub,41,Pilkada,100,PKRI,1,PMII,1,PMKRI,21,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,59,Politikus,4,POLRI,6,Pristiwa,18,Prosa,1,PSK,1,Puisi,51,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,7,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,21,Sajam,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,Somasi,1,Sosial,1,Sosok,3,Sospol,35,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,31,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,Tokoh,14,Tol Laut,1,Toleransi,2,traveling,3,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Valentine dalam Dilema yang Beradu
Valentine dalam Dilema yang Beradu
https://3.bp.blogspot.com/-CvAQy4Ngf3Y/WoNA8F629jI/AAAAAAAAC4M/fH0D3nKKaLgw0tfvtBMmCivUmahXie9JwCLcBGAs/s320/Yanti%2BMahu%2Bmarjinnews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-CvAQy4Ngf3Y/WoNA8F629jI/AAAAAAAAC4M/fH0D3nKKaLgw0tfvtBMmCivUmahXie9JwCLcBGAs/s72-c/Yanti%2BMahu%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/valentine-dalam-dilema-yang-beradu.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/valentine-dalam-dilema-yang-beradu.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy