TPDI: OTT Terhadap Marianus Sae Dipolitisasi
Cari Berita

TPDI: OTT Terhadap Marianus Sae Dipolitisasi

18 February 2018

OTT KPK pada beberapa saat menjelang Penetapan Paslon oleh KPU NTT dinilai sebagai tindakan yang sangat politis dan berdampak pada munculnya penilaian publik bahwa KPK digerakan oleh kekuatan politik tertentu ketika OTT KPK menangkap Marianus Sae. (Foto: Istimewa)
Marjinnews.com - Calon Gubernur NTT Marianus Sae ditangkap KPK sehari sebelum penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT oleh KPU NTT.

Marianus Sae, ditangkap dalam OTT oleh lembaga anti rasuah itu di sebuah hotel di Surabaya Jawa Timur.

OTT yang dilakukan oleh KPK itu dinilai memiliki kejanggalan. Hal ini disampaikan oleh Petrus Selestinus yang merupakan Koordinator dari TPDI.

Menurut Selestinus, peristiwa pidana yang disangkakan kepada Marianus Sae, sesungguhnya peristiwa pidana yang sudah terjadi beberapa bulan sebelumnya, dan KPK diduga sudah mengantongi bukti-buktinya itu.

Selestinus kemudian mempertanyakan mengapa KPK tidak melakukan pemanggilan secara "pro justitia" kepada Marianus Sae dkk. (Pemberi dan Penerima), untuk didengar keterangannya sebagai Saksi atau Tersangka?

Selestinus menegaskan bahwa OTT KPK pada beberapa saat menjelang Penetapan Paslon oleh KPU NTT dinilai sebagai tindakan yang sangat politis dan berdampak pada munculnya penilaian publik bahwa KPK digerakan oleh kekuatan politik tertentu ketika OTT KPK menangkap Marianus Sae.

Tambah Selestinus, penilaian itu akan semakin kuat, jika KPK hanya berhenti pada OTT Marianus Sae dan tidak menindaklanjuti Laporan Masyarakat tentang dugaan korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat eksekutif dan legislatif lainnya di NTT dan LHKPN yang berisi laporan kebohongan para pejabat NTT dalam LHKPN yang sudah lama mangkrak di KPK tetapi tidak ditindaklanjuti, tutupnya. (RN/MN)