SENJA RASA

Kali ini Aku enggan berbicara, Aku takut apa yang akan terjadi jika aku berbicara mengenai hal itu, hal yang akan menyakiti perasaanya, Aku takut Dia akan membenciku dan juga Tuhan (Foto: Tasya Harman)
Masih teringat jelas dalam ingatanku saat dimana Dia mengucapkan kata-kata itu, saat dia mengucapkan salam perpisahan”.

Sore itu adalah sore terakhir aku bersama Dia, sore dimana terakhir kali kami menikmati senja bersama yang mungkin takan pernah akan terulang lagi.

Setelah hampir lima belas menit Aku menunggu Dia ditempat biasa kami bertemu, akhirnya Dia datang.

“Hay Nat..”

Sapaan lembutnya mengaketakan Aku yang sedang termenung memikirkan kira-kira apa yang akan terjadi setelah pertemuan ini.

“Hay Enu..”

“Sory karena sudah lama menunggu.., tadi ada sesuatu yang harus Aku kerjakan di asrama..”

“Ia Enu, tidak apa-apa”

Kemudian Dia duduk disampingku, sudah hampir sepuluh menit tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Aku dan Dia .diam, yang terdengar hanyalah suara induk burung dari ketapang yang seolah-olah memanggil anak-anaknya untuk pulang kesarangnya, karena sebentar lagi malam datang.

Pertemuan kali ini tidak seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, dalam hati Aku bertanya, “apakah karena Dia sudah tahu apa tujuan dari pertemuan ini?”

Biasanya kami banyak bercerita, mengenai kesibukan di asrama dan di sekolah dengan PR yang begitu banyak sampai cerita mengenai bolos ke kios diluar kompleks kemudian dikejar Om Satpam.

Kali ini Aku enggan berbicara, Aku takut apa yang akan terjadi jika aku berbicara mengenai hal itu, hal yang akan menyakiti perasaanya, Aku takut Dia akan membenciku dan juga Tuhan.

Matahari sudah semakin ke barat, sinarnya sudah berubah kuning kecokelatan dan kali ini masih hening dan diam yang berbicara, keheningan seolah-olah membujuku untuk berbicara, tetapi berat sekali untuk memulai kata-kata ini.

“Harus dari mana aku memulai pembicaraan ini?”

“Haruskah aku mengatakan dengan sejujurnya?”

“Ahh...berat sekali Tuhan.”

“Aku tahu ini akan melukai hati dan menyakiti perasaannya.”

Walaupun agak berat dengan sedikit melirik kewajahnya, akhirnya Aku memutuskan untuk memulai pembicaraan.

“Enu, Ehhmm…ini pertemuan terakhir kita ditempat ini dan besok kami akan pulang ke rumah.”

Mata indahnya mulai berkaca-kaca, aku berharap kelopak matanya dapat menahan air matanya.

“Enu Aku sangat mencintaimu, tapi ada rasa yang lebih besar dari rasa itu yang mungkin sulit untuk dimengerti dan dijelaskan untukmu saat ini”

“Mengikuti Dia yang memanggil Aku”

“Dan Aku telah memutuskan itu, setelah lulus nanti pada Agustus nanti Aku akan masuk biara.”

Dan kali ini kelopak matanya tak dapat membendung air matanya, air matanya jatuh begitu saja.
Suasana semakin mencekam,  kemudian kuambil sapu tangan pemberiaannya pada ulang tahunku. Setelah Aku mengosok air matanya Dia mulai berbicara dengan suara yang agak serak.

“Kenapa engkau tega melakukan ini?”

“Teganya kamu, disaat rasa ini sudah bertumbuh dalam diriku dan akhirnya Engkau harus pergi meniggalkanku dengan rasa ini?”

“Dan jika itu keputusanmu saat ini Aku hanya bisa merelakan, Aku juga takut Tuhan marah terhadapku. “

“Terima kasih sudah pernah memilih untuk mencintaiKu, dan sekarang engkau pergi untuk alasan itu,”

“Mungkin cinta kita ini akan abadi dalam kata, namun tak abadi dalam rasa.”

Ada rasa lega dalam diriku, Rasa lega karena Aku telah menyampaikan terus terang kepadanya bahwa aku sudah memutuskan untuk masuk biara, yang mungkin jika aku pergi dan tanpa menyampaikan hali itu,  ada rasa bersalah yang akan tetap menghantuiku dalam setiap perjalana panggilanku.
Tapi ada rasa bersalah yang membuat Aku bertanya,

“Tuhan.”
loading...

“Salahkah Aku dulunya telah memberikan rasa ini?”

“Rasa yang telah membuatnya menagis.”

“Kenapa Engkau biarkan Dia ada?”

Senja telah berganti malam dan dingin terasa menusuk menembus pori-pori kulit, suara berisik anak-anak burung dari pohon ketapang yang seolah-olah sedang memperebutkan tempat hangat dekat induknya telah berganti dengan suara jangkrik yang bernyanyi dengan nada tingginya seolah-olah menyayikan lagu perpisahan.

Yaa,..dan itulah senja yang telah berubah menjadi malam dan ini kali terakhir Aku duduk bersamanya dan berharap Aku dapat bertemunya kembali.

“Enu, Aku pernah titipkan doa pada Tuhan disaat matahari hendak tenggelam”
“Agar suatu hari nanti kamu akan temukan senja dan orang yang lebih indah dari pada senja kali ini.”

Oleh: Ben Thundang 
Mahasiswa di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,203,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,402,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1039,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,48,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: SENJA RASA
SENJA RASA
https://3.bp.blogspot.com/-yGibMH-W6yQ/Wo1FyjYQopI/AAAAAAAAC_o/8NuvxYeQfr4IyGpIWKP6NvFthYgshv61QCLcBGAs/s320/Tasya%2BHarman%2Bmarjinnews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-yGibMH-W6yQ/Wo1FyjYQopI/AAAAAAAAC_o/8NuvxYeQfr4IyGpIWKP6NvFthYgshv61QCLcBGAs/s72-c/Tasya%2BHarman%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/senja-rasa.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/senja-rasa.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy