Sengketa Tanah Labuan Bajo: Adam Sebut Ada Surat dari Bupati Dulla dan Gaspar Ehok
Cari Berita

Sengketa Tanah Labuan Bajo: Adam Sebut Ada Surat dari Bupati Dulla dan Gaspar Ehok

7 February 2018

Adam Djudje yang mengaku sebagai pemilik tanah yang disengketakan itu mengakui bahwa tanah tersebut sedang mereka tawarkan namun belum terjual dan masih menunggu proses jual beli, termasuk sertifikat hak atas tanah (SHM). (Foto: Floresa.co)
Labuan Bajo, Marjinnews.com. Sengketa tanah di Labuan Bajo Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyeret nama Komjen Pol (Purn) Goris Mere dan wartawan senior Karni Ilyas masih bergulir.

Adam Djudje yang mengaku sebagai pemilik tanah yang disengketakan itu mengakui bahwa tanah tersebut sedang mereka tawarkan namun belum terjual dan masih menunggu proses jual beli, termasuk sertifikat hak atas tanah (SHM).

Seperti dilansir dari Media Indonesia  Djudje, yang merupakan pihak yang ikut berpolemik mengatakan "rencananya tanah itu akan dijual berdasarkan pengajuan ke BPN sertifikat itu. Ya pengajuannya sesuai nama yang diusulkan oleh pengacara saya Muhamad Acyar. Senin malam lalu Feri Adu ke rumah sempat bicara masalah tanah di kerangka," sebut Adam Dudje, saat ditemui di kediamannya.

Adam mengatakan, dari 30 hektare luas tanah yang disengketakan, 11 hektare diantaranya telah diambil alih oleh orang tak dikenalnya dan bahkan ada yang menjual hingga Rp 15 miliar lebih.

Terkait keberadaan tanah tersebut, terang Adam, beberapa kali pihak pemda mengundang dirinya untuk berdialog.

"Mereka undang rapat, saya tidak hadir. Saya pegang dokumen tanah, ini ada surat pernyataan dari Bupati Gaspar Ehok. Termasuk Bupati Drs.Agustinus ch. Dula. Kekuatan saya ada di dokumen. Dokumen itu di pengacara saya," ujarnya.

Diakui Adam, tanah itu telah dibayar pajak atas nama pribadinya sebagai
pemilik meski belum bersertifikat. "Saya bayar pajak sejak 2009. Ada bukti jelas. Dokumen lengkap," tuturnya.

Dikatakan Adam, semua dokumen yang dimilikinya tidak diragukan lagi keabsahannya karena ada surat penyerahan dan diketik rapi mengunakan mesib ketik biasa.

Ditemui terpisah, Kepala Tata Pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat Ambrosius Sukur, pada Rabu (7/2) mengatakan, Adam diundang berkali-kali namun tidak hadir.

"Kita undang rapat di kantor bupati, dia malah tidak hadir alasan sakit. Begitupun di kantor BPN hingga kini belum menemukan titik terang," ucap Ambros.

Terkait dengan keberadaan surat pernyataan Bupati Agustinus Dula perihal tanah tersebut seperti yang diklaim Adam Djudje, Marjinnews.com telah mengirim pesan via whastapp kepada Bupati Dula, namun belum ada jawabannya.(RN/MN/MI)