Sejumlah Kepala Keluarga Di Lembor, Kecewa Lantaran Merasa Dibohongi Pihak CV. Tlaga
Cari Berita

Sejumlah Kepala Keluarga Di Lembor, Kecewa Lantaran Merasa Dibohongi Pihak CV. Tlaga

23 February 2018

ilustrasi PLN (foto : Istimewa)
Manggarai Barat, Marjinnews.com – Sejumlah keluarga di persawahan irigasi, kampung Kendungu, Desa Wae Kako, Lembor Manggarai Barat mengaku Kecewa, lantaran merasa dibohongi oleh pihak CV. Tlaga, terkait penjaringan meteran listrik  baru yang sampai hari ini belum diselesaikan, padahal pekerjaan awal dimulai sejak 2013 lalu dan sudah dibayar sekitar 85 % saat pekerjaan meteran dimulai.

Informasi yang dihimpun Marjinnews.com (23/02/2018), ada sekitar 12 Rumah atau 12  kepala keluarga yang menjadi korban dalam proyek tersebut, hingga berita ini diturunkan ke-12 rumah tersebut masih menggunakan aliran listrik dari meteran tetangga yang memiliki meteran.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Charli, seorang warga asal Lembor, kepada media ini, bahwa; penjaringan meteran terhadap ke-12 rumah warga tersebut dimulai sejak 2013 lalu, saat warga meminta pihak PLN agar mereka masuk sebagai pelanggan meteran baru, karena merasa daya kapasitas listrik kurang mencukupi kebutuhan listrik mereka.

“pada tahun 2013, Pihak PLN Lembor menjaring meteran baru terhadap ke-12 kepala keluarga ini, setelah sebelumnya ke-12 kepala keluarga ini meminta pihak lapangan untuk masukan mereka sebagai pelanggan meteran baru. Karena daya kapasitas listrik kurang mencukupi kebutuhan mereka.” Ungkap charli.

Charli melanjutkan, Tanggapan pihak lapangan atau pihak PLN waktu itu sangat baik dan akan dilakukan pemasangan.

“jawaban pihak lapangan pada saat itu sangat memungkinkan untuk dilakukan pemasangan, kemudian ke-12 pengguna tersebut melakukan pembayaran tahap awal dengan DP 85% dari keseluruhan harga, kepada CV. Tlaga yang menangani urusan administrasi meteran listrik.” Lanjut Pria lulusan sarjana Ilmu Pemerintahan ini.

“kemudian pihak CV.Tlaga melakukan instalasi kabel meteran listrik pada setiap rumah, sebagai bukti ada ikatan awal sebelum dilakukanya pemasangan meteran” pungkasnya.
Seiring berjalanya waktu, hingga sampe saat ini belum ada kejelasan dari pihak CV. Telaga untuk merealisasikan janjinya tersebut.

Hermin, salah satu korban menyampaikan, pernah dilakukanya negoisasi antara pihak CV. Tlaga dengan ke-12 calon pengguna baru meteran tersebut, namun belum ada kejelasan dari pihak CV. Telaga dengan dalil stok meteran yang terbatas.
“kami pernah melakukan negoisasi dengan mereka (pihak CV. Tlaga) untuk menindaklanjuti meteran listrik yang belum dipasang ini. Namun belum ada kejelasan dari jawaban pihak CV. Tlaga karena stok meteran yang terbatas” ujar Hermin.

“Sejak dimulainya perjanjian itu pada 2013 lalu, hingga hari inikami hanya sabar dan terus menunggu kabar dari pihak CV. Tlaga” tutupnya.

bukti adanya instalasi listrik yang dibuat sejak awal perjanjian tersebeut disalah satu rumah warga.. (foto : charli)





(VP/MN)